4 PRINSIP PEMBELAJARAN KEAKSARAAN FUNGSIONAL

Dalam pembelajaran keaksaraan fungsional (KF), terdapat empat prinsip utama yang perlu dipahami terutama oleh tutor, yaitu :
  1. Konteks lokal: Kegiatan pembelajaran dilaksana-kan berdasarkan minat, kebutuhan, pengalaman dan budaya lokal serta potensi yang dimiliki atau yang ada disekitar warga belajar. 
  2. Desain lokal: Tutor bersama warga belajar KF perlu merancang kegiatan belajar di kelompok belajar sebagai jawaban atas kebutuhan-kebutuhan belajar warga belajar.
  3. Partisipatif: Tutor melibatkan warga belajar berpartisipasi secara aktif dari mulai tahap perencanaan, penilaian hasil belajar sampai dengan tindak lanjut pembelajaran.
  4. Pemanfaatan hasil belajar: Hasil pembelajaran merupakan kecakapan yang dapat memecahkan masalah keaksaraannya dan meningkatkan mutu kehidupan warga belajar KF.
Keempat prinsip utama tersebut harus diperhatikan dalam menyusun kegiatan pembelajaran Keaksaaraan fungsional yang efektif.

CARA MENGATASI PENGAPURAN DAN OSTEOARTHRITIS





Dari segi kedokteran Pengapuran atau Osteoarthristis adalah penyakit dengan kondisi rusaknya tulawang rawan sendi, sehingga seringkali menimbulkan rasa sakit nyeri pada sendi-sendi tubuh. Osteoarthristis biasanya terjadi pada orang gemuk dan umumnya mengenai sendi lutut akibat menopang beban yang lebih sehingga sendi menjadi rusak, dapat juga akibat gerakan sendi yang berlebihan saat berolah raga. Kerusakan sendi ditandai dengan menipisnya bantalan tulang rawan sehingga saat bergerak terjadi gesekan tulang tersebut sehingga menimbulkan rasa nyeri.

PENGERTIAN SKK WB PENDIDIKAN KEAKSARAAN


Pengertian 

Standar kompetensi keaksaraan warga belajar pendidikan keaksaraan (selanjutnya disingkat SKK) merupakan seperangkat kemampuan keaksaraan minimal yang harus dikuasai oleh warga belajar yang meliputi kompetensi membaca, menulis, berhitung, dan berkomunikasi dalam bahasa Indonesia pada setiap tingkat keaksaraan. 

Tingkatan kemampuan keaksaraan terdiri atas: keaksaraan dasar (tingkat dasar), keaksaraan lanjut (tingkat lanjut), dan keaksaraan mandiri (tingkat mandiri). Untuk mencapai kompetensi minimal yang tercantum dalam SKK, pembelajaran pendidikan keaksaraan terdiri atas: tingkat dasar minimal 114 jam pembelajaran, tingkat lanjut minimal 66 jam pembelajaran, dan tingkat mandiri minimal 36 jam pembelajaran, masing-masing 60 menit untuk setiap jam pembelajaran.

8 PRINSIP BELAJAR ORANG DEWASA

Pembelajaran orang dewasa, Keaksaraan fungsional, Prinsip belajar orang dewasa di keaksaraan
Orang dewasa sangat berbeda dalam hal belajar dengan anak usia sekolah atau yang masih belia. Belajar orang dewasa lebih cenderug bersifat mandiri, orang dewasa tidak ingin diajar tapi ingin belajar, dan orang dewasa tidak ingin diguru'i, tetapi ingin berguru. Demikian ungkapan yang menggambarkan tentang bagaimana sebenarnya belajar orang dewasa itu. Berikut ini beberapa prinsip belajar orang dewasa  yaitu:
               

IKAN LOU HAN SEJARAH DAN PERKEMBANGANNYA

Siapa yang tidak kenal Ikan Lou Han, Ikan Hias yang membuat banyak para hobbis tergila-gila hingga rela merogoh kocek puluhan hingga ratusan juta rupiah, hanya untuk memiliki atau menekuni pemeliharaan ikan jenis Cichlid ini. Ikan Lou Han yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama Flowerhorn merupakan salah satu ikan hias terkenal yang biasa dipelihara di dalam akuarium karena warna sisik mereka yang hidup serta benjolan kepala mereka yang berbentuk khas berjuluk "benjol kelam". Aslinya mereka hanya berhabitat di Malaysia dan Taiwan, namun saat ini banyak dipelihara oleh penggemar ikan di seluruh dunia. Namun, beberapa kritikus telah mempertanyakan dampak dari program-program penyempurnaan ikan ini, dipertanyakan apakah ekosistem akan dapat berjalan secara alami.

CARA MUDAH SEDERHANA MEMBUAT TEMPE

Warga belajar sekalian, seri keterampilan berikut ini adalah tentang  bagaimana cara membuat tempe yang mudah dan sederhana sesuai dengan lingkungan lokal dimana kita berada. Mengapa membuat tempe itu begitu penting, karena tempe sudah menjadi makanan/ lauk yang banyak digemari masyarakat. Bahkan kedudukan tempe hampir-hampir dapat disamakan dengan makanan pokok lainnya karena selalu dibutuhkan dan dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Berikut ini cara mudah dan sederhana membuat tempe tersebut :

IKAN NAPOLEON (CHEILUNUS UNDULATUS)

Ikan Napoleon (Cheilunus Undulatus) adalah salah satu jenis ikan karang besar yang hidup pada daerah tropis. Panjang ikan ini bisa mencapai 1.5 meter. Dan beberapa ikan bisa mencapai ukurang sampai 180 kg pada usia 50 tahun. Kehidupan hewan ini umumnya sama dengan ikan karang lain yang hidup secara soliter. Salah satu keunikan hewan ini adalah lingkar bola matanya yang dapat melihat arah sudut pandang sampai 180 derajad. Ikan ini mempunyai pola produksi yang hermaphrodite. Biasanya ikan ini lahir sebagai hewan jantan dan akan berubah menjadi betina saat menjadi dewasa.

CARA PENGAWETAN BUAH RAMBUTAN

Rambutan, Manisan Rambutan dalam Toples
Pada umumnya sebagian besar masyarakat kita menyukai buah rambutan, karena rasanya yang enak dan manis segar. Tanaman rambutan termasuk tanaman yang berbuah musiman, yang hanya sekali dalam setahun memberikan hasil. Sehingga buah rambutan kurang cocok untuk dijadikan usaha pokok yang terus menerus, tetapi rambutan hanya dapat diusahakan sebagai usaha sampingan saja.

MACAM-MACAM BENTUK INTERAKSI SOSIAL

Interaksi sosial dalam kehidupan sosial masyarakat terjadi karena adanya kontak social dan komunikasi antara dua pihak atau lebih. Dalam komunikasi, seseorang maenyampaikan pesan dan seseorang lainnya yang akan menerima pesan tersebut. Kadang kala dalam komunikasi tersebut terjadi berbagai penafsiran makna, baik penafsiran yang sesuai maupun yang tidak sesuai dengan maksud penyampai pesan atau informasi.

Berikut ini macam-macam bentuk Interaksi sosial dalam kehidupan sosial masyarakat:

1. Interaksi Sosial yang berbentuk asosiatif
Interkasi sosial yang berbentuk asosiatif antara lain :
a.Kerja sama

b. Akomodasi

Adapun bentuk-bentuk akomodasi antara lain sebagai berikut :
1)Kompromi
2)Arbitrase
3)Coercion
4)Conciliation
5)Stalemate
6)Konversi
7)Toleransi
8)Truce
9)Displacement


c. Asimilasi

Faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya proses asimilasi dalam keadaan sebagai berikut :
1)Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudaannya
2)Orang seorang sebagai warga kelompok saling bergaul secara langsung dan intensif untuk waktu lama
3)Kebudayaan-kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia tersebut masing-masing berubah dan saling menyesuaikan diri.`


2. Interaksi Sosial yang berbentuk Disosiatif

a. Persaingan (Competition)
Tipe-tipe persaingan tersebut menghasilkan beberapa bentuk persaingan antara lain:
1)Persaingan bidang ekonomi
2)Persaingan bidang kebudayaan
3)Persaingan kedudukan dan peran
4)Persaingan Ras

b. Kontravensi (Contravention)
1)Bentuk-bentuk kontravensi
a)Kontravensi sederhana
c)Kontravensi intensif
d)Kontravensi rahasia
e)Kontravensi taktis

2) Tipe-tipe Kontravensi
a)Kontravewnsi Generasi Masyarakat
b)Kontravensi Seksual
c)Kontravensi Parlementer

c. Pertentangan atau Pertikaian (Conflict)
Salah satu bentuk Interaksi Sosial yang berbentuk Disosiatif adalah Pertentangan atau Pertikaian (Conflict). Konflik (Conflict) adalah proses sosial yang di dalamnya orang perorang atau kelompok manusia berusaha mencapai tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan dengan menggunakan ancaman dan kekerasan.

Gambar: Famale.kompas.com

KOTAK PENCARIAN