CARA MENANAM DAN MEMELIHARA KELAPA SAWIT

Warga belajar--sekalian, kemaren ada yang bertanya dengan bapak bagaimana cara menanam kelapa sawit itu, karena ada wb yang mau bekerja di perkebunan kelapa sawit. Setelah bapak jelaskan panjang lebar prosesnya ternyata masih banyak yang belum memahaminya karena memang menanam hingga proses panen kelapa sawit itu sangat panjang dan membutuhkan waktu yang lama. Karena itu dalam tulisan ini akan kita ringkas dan sederhanakan langkah dan proses penanaman kelapa sawit tersebut sebagai berikut :

Sebelum kita melihat bagaimana proses dan langkah-langkah penanaman kelapa sawit tersebut, terlebih dahulu kita lihat bagaimana bentuk perkebunan Kelapa Sawit tersebut, perkebunan kelapa sawit ada beberapa macam antara lain:
1. Perkebunan Rakyat
2. Perkebunan Besar Swasta (PBS)
3. Perkebunan besar Negara (PN/PT Perkebunan).

Penanaman kelapa sawit dimulai dari langkah Pengadaan Bahan tanam yang meliputi dua bentuk yaitu:
- Perbanyakan benih secara Generatif dengan Biji
- Perbanyakan benih secara vegetatif dengan kultur jaringan

Adapun langkah-langkah dan proses penanaman kelapa sawit tersebut secara ringkas adalah:
1. Pembukaan Lahan dan Pengolahan Tanah
2. Pembibitan Kelapa sawit
3. Penanaman Kelapa sawit
4. Pemupukan Kelapa sawit
5. Pengendalian Hama, Penyakit, dan Gulma Tanaman kelapa sawit
6. Pemeliharaan Tanaman Kelapa sawit
7. Produksi dan Peramalan Produksi Kelapa sawit
8. Panen dan Pengangkutan Hasil buah Kelapa sawit

Demikian ringkasan proses penanaman dan pemeliharaan kelapa sawit, semoga tulisan ini bermanfaat untuk warga belajar yang ingin menambah pengetahuan tentang penanaman kelapa sawit tersebut, untuk lebih jelasnya silakan baca buku-buku tentang Manajemen dan pengolahan Kelapa Sawit yang bisa kalian dapatkan diperpustakaan atau toko buku terdekat. terimakasih.

Sumber : Modul Bahasa Inggris Paket B setara SMP Kelas III 2012

CARA DAN TIPS MENJADI PENULIS DAN PENGARANG YANG BAIK

Menjadi penulis, menjadi pengarang, belajar menulis, mengarang dengan baik
Menulis merupakan kegiatan menggali pikiran dan perasaan mengenai suatu objek, memilih hal-hal yang akan ditulis, menentukan cara penulisannya sehingga pembaca dapat memahami dengan mudah dan jelas tentang apa yang ditulisnya.

Keterampilan menulis adalah kemampuan menuangkan buah pikiran ke dalam bahasa tulis melalui kalimat-kalimat yang dirangkai secara utuh, lengkap, dan jelas sehingga buah pikiran tersebut dapat dikomunikasikan kepada pembaca dengan berhasil. Keterampilan menulis menuntut kemampuan menggunakan pola-pola bahasa secara tertulis untuk mengungkapkan suatu gagasan ini.

Penulis atau pengarang adalah orang yang menuangkan buah pikiran ke dalam bahasa tulis melalui kalimat-kalimat yang dirangkai secara utuh, lengkap, dan jelas sehingga buah pikiran tersebut dapat dikomunikasikan kepada pembaca dengan berhasil. Tulisan yang disampaikan kepada pembaca dapat ditanggap dan memberikan sebuah pengetahuan dan pencerahan bagi yang membacanya.

Usaha-usaha yang perlu dilakukan seseorang peminat untuk mengembangkan dirinya agar menjadi penulis atau pengarang yang baik meliputi hal-hal sebagai berikut :

1. Pengetahuan teknik mengarang
Seoran calon pengarang hendaknya mulai membaca dan memperlajari buku-buku retorika sehingga memiliki pengetahuan yang cukup mengenai seluk-beluk karang-mengarang. Jika kemampuan bahasa terasa kurang, buku-buku tatabahasa dan kemahiran bahasa hendaknya dipelajari pula seperlunya. Dengan demikian, seseorang dapat mulai melakukan kegiatan karang-mengarang secara betul, terarah dan tanpa ragu-ragu.

2. Sumber gagasan
Agar supaya seseorang kaya dengan gagasan dan produktif dengan karangan, ia harus mengisi pikirannya dengan berbagai pengetahuan. Pengisian pengetahuan itu paling tepat dilakukan dengan aktivitas membaca yang merupakan kuncu utama untuk memasuki gudang ilmu.

3. Pemikiran kreatif
Untuk menjadi pengarang yang produktif dan karangannya penuh ide-ide orisinil, seseorang hendaknya membina diri agar mempunyai kemampuan berpikir kreatif. Kemampuan ini dapat ditumbuhkan, dikembangkan, dan ditingkatkan dengan antara lain memahami segenap proses kreativitas, asasnya, tahapanya, tahniknya maupun indikator dan kepribadian yang dapat mendorong pemikiran kreatif.

4. Ketekunan berlatih
Seseorang calon pengarang hendaknya membina disiplin diri dan mengembangkan kemampuan waktu untuk secara teratur dan tekun menulis karangan-karangan baru, menulis perbaikan terhadap naskah-naskah yang kurang sempurna, dan mengarang ulang satu sampai beberapa kali gagasan-gagasan yang akan disampaikan kepada iding pembaca.

5. Alat dan Perlengkapan mengarang
Guna melancarkan kegiatan karang-mengarang dan bahkan memberikan kegembiraan dalam kerja itu, seseorang hendaknya berusaha melengkapi berbagai peralatan fisik yang mendukung (antara lain kamar kerja, meja dan kursi, serta mesin tik) dan sumber-sumber refernsi yang perlu (misalnya kamus bahasa, kamus sinonim, dan buku-buku pedoman ejaan serta peristilahan.

Demikian tips cara menjadi penulis dan pengarang yang baik, semoga tulisan ini bermanfaat untuk warga belajar yang ingin mengembangkan diri menjadi seorang penulis dan pengarang yang profesional. terimakasih.

MENGENAL KEMAJEMUKAN MASYARAKAT INDONESIA

Kemajemukan masyarakat adalah perbedaan warga masyarakat ke dalam kelompok-kelompok secara horizontal, masyarakat majemuk sering disebut masyarakat pluralistik atau diferensiasi sosial. Konsep masyarakat ini sangat penting untuk memahami karakter dan dinamika masyarakat Indonesia. Adanya perbedaan-perbedaan itu akan mempengaruhi kesetabilan masyarakat atau bangsa Indonesia.Perbedaan ras dan etnis merupakan faktor yang dominan dalam membentuk kemajemukan sosial budaya masyarakat. Disamping itu terdapat faktor yang lain yaitu faktor agama/kepercayaan.Karena faktor ras dan etnis sangat dominan pengaruhnya terhadap masyarakat, maka masyarakat yang majemuk sering disebut “masyarakat multi ras” atau “multi etnis”.

Terbentuknya kemajemukan masyarakat Indonesia karena :
  1. Kondisi wilayah Negara kesatuan Republik Indonesia yang terdiri kurang lebih ± 17.058 buah pulau besar dan kecil berkembang melahirkan keragaman budaya.
  2. Letak wilayah Indonesia yang strategis pada posisi silang sehingga memungkinkan terjadi kontak dengan bangsa-bangsa lain. Akibat pertemuan dengan pendatang menyebabkan tercipta proses asimilasi melalui perkawinan campuran (amalgamasi) sehingga terbentuk ras dan etnis.
  3. Perbedaan iklim dan topografi diantara daerah satu dengan daerah lainnya mengakibatkan terbentuknya aneka budaya kelompok masyarakat.

Beberapa bentuk kemajemukan masyarakat Indonesia
Kemajemukan masyarakat Indonesia disebabkan oleh bebarapa hal yang dapat dilihat antara lain berdasarkan Ras, Etnis dan Agama ;

1. Berdasarkan Ras
Ras adalah segolongan manusia yang mempunyai persamaan dalam cirri-ciri fisik dan sifat-sifatnya yang diwariskan secara turun temurun. Perbedaan fisik (tubuh) yang menonjol adalah warna kulit, bentuk dan warna rambut, bentuk hidung dan mata. Adanya perbedaan ras ini sering timbul masalah “Streotipe” dan “diskriminasi”. Streotipe adalah pikiran berprasangka yang didasarkan pada kesan umum yang dipercayai tentang sifat-sifat dan krakter suatu kelompok ras tertentu. Pikiran streotipe ini akan mengarahkan sikap diskriminatif terhadap ras lain. Misalnya politik “Aparthied” di Afrika Selatan membatasi secara hukum dan politik warga Negara kulit hitam oleh kelompok minoritas kulit putih.
Nenek moyang bangsa Indonesia merupakan campuran penduduk asli dengan bangsa asing (pendatang), yaitu :
a. Bangsa Melayu Mongoloid (Austronesia)
Bangsa Melayu Mongoloid (Austronesia) yang menempati wilayah barat kepulauan Indonesia Austronesia memiliki ciri kulit ke kuning-kuningan (sawo matang), rambut ikal/lurus dan muka agak bulat, melayu Mongoloid dibendakan mejadi :
1)Melayu tua (Proto Melayu) seperti suku Batak. Toraja dan Dayak;
2)Melayu Muda (Deutro Melayu) seperti : suku Jawa, Madura, Bal, Banjar dan Bugis.

b. Bangsa Papua Melanesoid
Bangsa Papua Melanesoid, menetap diwilayah kepulauan Indonesia Timur memiliki ciri-ciri : kulit hitam, rambut sangat keriting dan bibir tebal Contoh : suku Asmat, dan suku Dani di Papua (Irian Barat);

c. Bangsa Vedoid (Wedoid) yang berasal dari Srilangka dengan ciri-ciri: kulit sawo matang, rambut ikal, tubuh kecil. Contoh suku Mentawai (di pulau Mentawai), Suku Kubu (Jambi), Suku Sakai (di pulau Siak).

2. Berdasarkan Suku Bangsa
Suku bangsa adalah penggolongan manusia berdasarkan tempat asal, asal-usul (nenek moyang) dan kebudayaan yang sama. Akibat kemajuan di bidang teknologi transfortasi dan perkawinan campuran (Amalgamasi) dan tempat asal dan asal-usul sudah kabur. Oleh karena itu sebagai penggolongan suku bangsa yang dominan adalah kesamaan “kebudayaan”.
Menurut Koentjaraningrat, suku bangsa adalah suatu golongan manusia yang terikat oleh kesadaran akan kesatuan “kebudayaan”. Kesadaran dan identitas sering dikuatkan oleh kesatuan “bahasa”.

Suku bangsa yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara berjumlah 316 suku bangsa mempengaruhi keragaman budaya bangsa Indonesia. Misalnya terlihat dalam system kekerabatan. Masing-masing suku bangsa menganut klem (garis keturunan). Yang secara ringkas terbagi menjadi suku-suku sebagai berikut :
a.Marga (Batak) :  Marpaung, Lubis, Sihotang, Sianturi, Manurung dll
b.Suku (Minang) : Cianago, Koto, Tanjung, Piliang, Sikumbang, dll
c.Fam (minahasa): Supit, Lasut, Manadagi, Paat, Lengka, dll
d.Fam (Maluku)    : Manuhutu, Guslaw, Pattinasarani, Marantika, dll
e.Fam (Flores)    : Leimena, Parera, Fernandes, Wangge, dll

3. Berdasarkan Agama
Agama adalah kepercayaan, kepada alam gaib yang telah dituntun oleh kitab suci. Masyarakat kita telah mengenal berbagai kepercayaan kepada alam gaib tanpa dituntun kitab suci, misalnya:
a.Animisme, kepercayaan kepada roh-roh nenek moyang dan roh lainnya dari makhluk dan benda alam;
b.Dinamisme, kepercayaan kepada semua benda hidup maupun mati yang dianggap mempunyai kekuatan gaib dan luar biasa.
Kemajemukan masyarakat Indonesia bedasarkan agama terdiri atas lima agama yaitu islam, Kristen, Khatholik, Budha dan Hindu. Perbedaan agama terwujud dalam kenyataan sosial terdiri atas orang-orang yang menganut agama tertentu, yang termasuk dalam suatu golongan (komunitas) yang disebut “umat” sehingga dalam kehidupan sehari-hari sering disebut umat Islam, umat Kristen, umat Katholik, umat Budha, dan umat Hindu. Yang menunjukan adanya kemajemukan agama dalam kehidupan masyarakat.
Agama merupakan salah satu dasar ikatan sosial yang berbeda dengan dasar ikatan sosial lainnya, aktivitas sosial yang penghayatannya bersifat sangat pribadi. Karenanya cenderung berkaitan dengan kepekaan emosional (perasaan). Agama merupakan hal yang sensitive sehingga mudah mengundang konflik horizontal yang berarti dapat menghambat proses integrasi sosial dalam masyarakat.

Pengaruh Kemajemukan Masyarakat Indonesia
Kemajemukan Masyarakat Indonesia sangat berpengaruh dalam berbagai sendi dan bidang kehidupan bangsa Indonesia. Hal-hal yang dapat terpengaruh dengan kemajemukan ini adalah sebagai berikut :

1. Konflik Sosial
Dalam proses perjalanan sejarah telah memperlihatkan bahwa bangsa Indonesia yang majemuk sering menghadapi masalah dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan, bahkan dapat mengarah pada disintegrasi bangsa.
Masalah yang sangat peka dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia adalah masalah SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan). Disamping sering menimbulkan pertikaian antara individu dengan individu, individu dengan kelompok.
Penyebab timbulnya konflik ini antara lain :
a. Perbedaan pendirian dan perasaan antar individu
b. Perbedaan kepentingan antar individu maupun kelompok seperti kepentingan ekonomi dan politik
c. Perbedaan kebudayaan, ini berkaitan dengan tata nilai.
d. Perubahan sosial yang berlangsung dengan cepat yang dapat mengganggu keseimbangan sistem sosial.

Sifat-sifat Konflik
a.Konflik tertutup adalah konflik yang terjadi secara psikologi/perang urat syaraf,
b.Konflik terbuka adalah konflik yang wujudnya bentrokan fisik, setidaknya perang mulut.
Bentuk-bentuk konflik
Konflik pribadi, terjadi antar individu; Konflik rasial, adanya perbedaan-perbedaan dalam diri mereka; Konflik antar kelas-kelas sosial, adanya perbedaan kepentingan misalnya: konflik antar buruh dengan majikan; konflik politik, menyangkut golongan-golongan dalam masyarakat maupun antara Negara-negara yang berdaulat; Konflik Internasional, akibat perbedaan kepentingan antar Negara yang berdaulat.
Akibat-akibat konflik
Konflik yang terjadi dapat berakibat dua hal yaitu akibat positif dan akibat negatif. Sebagai berikut b:
a. Akibat Positif
1)Bertambahnya solidaritas in-group, merasa senasib sepenanggungan,
2)Perubahan kepribadian para individu, sadar akan kekurangan dirinya.
3)Dapat menyelesaikan suatu masalah,  kemerdekaan diselesaikan dengan peperangan.

b. Akibat Negatif
1)Goyah dan retaknya persatuan kelompok
2)Hancurnya harta benda dan jatuhnya korban manusia
3)Perubahan kepribadian yang tidak menyenangkan, merasa cemas, trauma.

2. Integrasi Sosial
Integrasi adalah penyatuan secara terencana dari bagian-bagian yang berbeda menjadi satu kesatuan yang serasi. Sedangkan integrasi sosial berarti membuat masyarakat menjadi suatu keseluruhan yang bulat. Agar proses integrasi dapat berjalan dengan baik dan normal perlu memperhatikan factor-faktor sosial yang mempengaruhi kehidupan masyarakat bersangkutan. Adapun faktor-faktor sosial mencakup : tujuan masyarakat, system sosial, system tindakan dan system sanksi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi integrasi sosial antara lain :
a.Homo genitas kelompok
b.Besar kecilnya kelompok
c.Perpindahan fisik
d.Efisiensi dan komunikasi

Fase-fase Integrasi Sosial
Integrasi sosial dapat tercipta melalui tahapan sebagai berikut :
a.Akomodasi, adalah proses meredakan konflik untuk mencapai kesetabilan sosial;
b.Kerjasama, dapat terjadi karena masing-masing pihak menyadari mempunyai kepentingan yang sama
c.Koordinasi, diperlukan untuk menyempurnakan bentuk kerjasama yang telah terjalin
d.Asimilasi, individu-individu mengindentifikasikan dirinya dengan kepentingan dan tujuan kelompok. Mereka akan melebur menjadi satu kelompok.

Tugas:
Berikan Contoh dan buat karangan deskriptif tentang konflik yang ada dilingkungan masyarakat kamu !

PENGERTIAN DAN DEFINISI DALIL DALAM AGAMA ISLAM

Kita sering mendengar kata "Dalil" yang diucapkan orang baik orang biasa maupun para ulama dalam berbagai kesempatan. Tapi tahukah kita apa yang dimaksud dengan Dalil itu?. Dalil ialah keterangan, atau bukti, atau sesuatu yang menunjukan kebenaran sesuatu yang lain. Sebagai contoh, bahwa dalil bagi wujud (keberadaan) Allah dengan segala sifat-Nya, maka hal itu cukup dengan menggunakan dalil ijmali. Yakni dengan melihat bumi dan langit berikut segala isinya, maka hal itu merupakan dalil (bukti) bagi keberadaan Allah SWT.

Allah SWT. berfirman :
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal". Q.S. Ali Imran: 190.

Berikut ini dinukil pula sebuah keterangan dari ibarat Suhaimi yang diambil pengertiannya saja. Yaitu bahwa yang disebut ma'rifatul-lah dan ma'rifat kepada Rasul-Nya itu terhimpun dalam tiga macam hukum akal, yaitu:
  1. Wajib pada akal
  2. Mustahil pada akal
  3. Ja'iz pada akal.
Oleh karena itu, sebelum kita membicarakan tentang 20 sifat Allah yang wajib atas-Nya, terlebih dahulu kita harus mengetahui satu persatu dari ketiga perkara tersebut. Dan di sini ditambahkan pula keterangan tentang huku Syar'i (syara') dan hukum 'Adi (adat), agar dengan demikian kata bisa memilah-milahkan (membedakan) hukum-hukum tersebut satu sama lain.

KONSEP DAN PENGERTIAN ETNOGRAFI INDONESIA

A. Pengertian Etnografi

Warga Belajar--sekalian--Sebelum memperlajari lebih jauh tentang suku-suku bangsa di Indonesia alangkah baiknya jika kita memahami dulu istilah "Etnografi". Tahukah anda etnografi itu apa? Dan apa pual yang dimaksud "tribe" itu!

CARA MENGGUNAKAN UNGKAPAN, MAJAS DAN PERIBAHASA BAHASA INDONESIA

Warga Belajar--sekalian--sekarang kita akan mencoba memahami dan mempelajari tentang Ungkapan, Majas dan Peribahasa dalam Bahasa Indonesia. Sebelum itu kita pahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan ungkapan dan majas tersebut sebagai berikut :

1. Ungkapan
Dalam bahasa Indonesia, sering orang menggunakan ungkapan baik dalam bahasa langsung maupun tak langsung. Ungkapan adalah kelompok kata atau gabungan kata yang menyatakan makna khusus.
Misalnya :
Bunga desa = Gadis tercantik di desa
Buah tangan = Oleh-oleh
Buah hati = anak kesayangan
Kaki tangan = mata-mata
Campur Tangan = Ikut mencapuri urusan orang lain
Makan angin = jalan-jalan
Makan Hati = jengkel
Naik daun = Populer
Patahati = kecewa

2. Majas
Sedangkan pengertian Majas adalah kiasan atau cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakan dengan sesuatu yang lain.

Berikut ini beberapa majas yang sering digunakan dan umumnya ada pada pembahasan pelajaran bahasa Indonesia.

1. Majas Perbandingan
Majas perbandingan antara lain adalah simile (perumpamaan), metafora, personifikasi, dan antitesis;

a. Simile (perumpamaan)
Simile (perumpamaan) ini membandingkan dua hal yang pada dasarnya berlainan, tetapi dianggap sama keadaan atau sifatnya. Ditandai dengan kata seperti, umpama, laksana, bagai, ibarat, bak, dll.
contohnya:
- wajahnya pucat pasi bagai bulan kesiangan
- Masalah ini sangat mengganggu seperti duri dalam daging.

b) Metafora
Metafora atau kiasan adalah membandingkan dua hal yang berbeda dengan jelas dengan adanya kata ungkapan.
contoh :
- saya makan dengan telur mata sapi pagi ini
- Rini adalah anak emas di keluarganya.

c) Personifikasi
Personipikasi adalah menerapkan sifat-sifat manusia pada benda yang tidak bernyawa.
Contoh:
- Angin Puting beliung menyapu bersih desa kami
- Gelombang besar menerjang pemukiman itu.

d) Antitesis
Antitesis adalah membandingkan suatu hal dengan dua kata yang berlawanan arti.
Contoh:
- Masuk sekolah memang menggembirakan, tetapi saat mengingat pembiayaan jadi menyedihkan.
- Keinginan untuk berusaha lebih maju malahan membuat perusahaannya mengalami kerugian dan kemunduran.

2. Majas Pertentangan
Majas pertentangan antara lain : hiperbola, litotes, paralipsis, dan ironi.
a. Hiperbola adalah majas yang mengandung suatu pernyataan berlebihan dengan maksud memberikan penekanan pada kata yang dimaksudkan
contoh:
- Jurang di daerah itu dalam laksana tanpa dasar
- Darah mengalir deras dari luka tembaknya.

b. Litotes adalah majas yang mengungkapkan sesuatu dengan merendah sebagai tanda hormat kepada orang lain.
Contoh:
- Mari makan seadanya dengan ayam kampung bakar, sambal, dan lalap ini.
- Mari berkunjung di rumah gubuk kami yang sangat sederhana ini

c. Paralipsis adalah suatu majas yang menerangkan bahwa seseorang mengatakan hal yang tidak sebenarnya, tetapi kemudian diperbaiki dengan pernyataan yang sebenarnya.
Contoh: Saya tidak bersedia menerima cintanya, eh maksud saya mau menerima cintanya.

d. Ironi adalah majas yang menyatakan makna yang bertentangan dengan maksud menyindir atau mengolok-olok.
Contoh: Hebat, kau selesaikan tugas mengarang ini tiga hari lebih lama dari temanmu.

e. Peribahasa
Peribahasa adalah ungkapan atau kalimat-kalimat ringkas padat, yang berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

MENGENAL SEJARAH PGRI DAN HARI GURU INDONESIA

Warga belajar--sekalian--Kalo dulu "Guru" dikenal sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, sekarang kata-kata itu telah diganti guru sebagai pahlawan berjasa. Tetapi hingga sekarang Guru tetap saja merupakan pahlawan tanpa tanda jasa yang sangat tidak bisa dilupakan, beliau setia memberikan ilmu dan pembelajaran kepada kita dengan banyak ilmu pengetahuan. Namun tahukah anda sejarah hari guru indonesia? Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) lahir pada 25 November 1945, setelah 100 hari proklamasi kemerdekaan Indonesia. Cikal bakal organisasi PGRI adalah diawali dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) tahun 1912, kemudian berubah nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) tahun 1932. Semangat kebangsaan Indonesia telah lama tumbuh di kalangan guru-guru bangsa Indonesia. Organisasi perjuangan guru-guru pribumi pada zaman Belanda berdiri tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB).

RINGKASAN SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

Pendidikan Nasional, Indonesia Education, Education pendidikan nasional.
Para tutor dan warga belajar sekalian, kita tentunya sudah mengetahui bahwa pendidikan kita memakai sistem tertentu yangdiatur dalam undang-udang sistem pendidikan nasional kita. Nah..disini kita akan coba mengenal dan membahas bagaimana sistem pendidikan nasional itu. Berikut ini ringkasan dan bagaimana sistem pendidikan nasional itu; Pelaksanaan pendidikan nasional berlandaskan kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. (Sisdiknas No. 20 tahun 2003).

Fungsi Pendidikan Nasional
Pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Jalur Pendidikan
Jalur pendidikan terdiri atas:
1. pendidikan formal,
2. nonformal, dan
3. informal.

Jalur Pendidikan Formal
Jenjang pendidikan formal terdiri atas:
1. pendidikan dasar,
2. pendidikan menengah,
3. dan pendidikan tinggi.

Jenis pendidikan mencakup:
1. pendidikan umum,
2. kejuruan,
3. akademik,
4. profesi,
5. vokasi,
6. keagamaan, dan
7. khusus.

Pendidikan Dasar
Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah.
Setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan dasar.
Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar bagi setiap warga negara yang berusia 6 (enam) tahun pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya.
Pendidikan dasar berbentuk:
1. Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat; serta
2. Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), atau bentuk lain yang sederajat.

Pendidikan Menengah
Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar.
Pendidikan menengah terdiri atas:
1. pendidikan menengah umum, dan
2. pendidikan menengah kejuruan.
Pendidikan menengah berbentuk:
1. Sekolah Menengah Atas (SMA),
2. Madrasah Aliyah (MA),
3. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan
4. Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat.

Pendidikan Tinggi
Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.
Perguruan tinggi dapat berbentuk:
1. akademi,
2. politeknik,
3. sekolah tinggi,
4. institut, atau
5. universitas.

Perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Perguruan tinggi dapat menyelenggarakan program akademik, profesi, dan/atau vokasi.

Pendidikan Nonformal
Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat.
Pendidikan nonformal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional.
Pendidikan nonformal meliputi:
1. pendidikan kecakapan hidup,
2. pendidikan anak usia dini,
3. pendidikan kepemudaan,
4. pendidikan pemberdayaan perempuan,
5. pendidikan keaksaraan,
6. pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja,
7. pendidikan kesetaraan, serta
8. pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik.
Satuan pendidikan nonformal terdiri atas:
1. lembaga kursus,
2. lembaga pelatihan,
3. kelompok belajar,
4. pusat kegiatan belajar masyarakat, dan
5. majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis.
Kursus dan pelatihan diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, dan sikap untuk mengembangkan diri, mengembangkan profesi, bekerja, usaha mandiri, dan/atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan.

Pendidikan Informal
Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.
Hasil pendidikan informal diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan.

Pendidikan Anak Usia Dini
Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar.
Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal, dan/atau informal.

Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk:
1. Taman Kanak-kanak (TK),
2. Raudatul Athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat.

Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan nonformal berbentuk:
1. Kelompok Bermain (KB),
2. Taman Penitipan Anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat.

Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan.

Pendidikan Kedinasan
Pendidikan kedinasan merupakan pendidikan profesi yang diselenggarakan oleh departemen atau lembaga pemerintah nondepartemen.
Pendidikan kedinasan berfungsi meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam pelaksanaan tugas kedinasan bagi pegawai dan calon pegawai negeri suatu departemen atau lembaga pemerintah nondepartemen.
Pendidikan kedinasan diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal dan nonformal.

Pendidikan Keagamaan
Pendidikan keagamaan diselenggarakan oleh Pemerintah dan/atau kelompok masyarakat dari pemeluk agama, sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Pendidikan keagamaan dapat diselenggarakan pada jalur pendidikan formal, nonformal, dan informal.
Pendidikan keagamaan berbentuk:
1. pendidikan diniyah,
2. pesantren,
3. pasraman,
4. pabhaja samanera, dan bentuk lain yang sejenis.

Pendidikan Jarak Jauh
Pendidikan jarak jauh dapat diselenggarakan pada semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan.
Pendidikan jarak jauh berfungsi memberikan layanan pendidikan kepada kelompok masyarakat yang tidak dapat mengikuti pendidikan secara tatap muka atau reguler.
Pendidikan jarak jauh diselenggarakan dalam berbagai bentuk, modus, dan cakupan yang didukung oleh sarana dan layanan belajar serta sistem penilaian yang menjamin mutu lulusan sesuai dengan standar nasional pendidikan.

Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus
Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, sosial, dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa.
Pendidikan layanan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil atau terbelakang, masyarakat adat yang terpencil, dan/atau mengalami bencana alam, bencana sosial, dan tidak mampu dari segi ekonomi.
**Warga negara asing dapat menjadi peserta didik pada satuan pendidikan yang diselenggarakan dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Daftar Istilah
Pendidikan adalah Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Pendidikan nasional adalah Pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.

Sistem pendidikan nasional adalah Keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.

Peserta didik adalah Anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.

Jalur pendidikan adalah Wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan.

Jenjang pendidikan adalah Tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan.

Jenis pendidikan adalah Kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu satuan pendidikan.

Satuan pendidikan adalah Kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal, nonformal, dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan.

Pendidikan formal adalah Jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.

Pendidikan nonformal adalah Jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang.

Pendidikan informal adalah Jalur pendidikan keluarga dan lingkungan.

Pendidikan anak usia dini adalah Suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Pendidikan jarak jauh adalah Pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi komunikasi, informasi, dan media lain.

Standar nasional pendidikan adalah Kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Wajib belajar adalah Program pendidikan minimal yang harus diikuti oleh Warga Negara Indonesia atas tanggung jawab Pemerintah dan Pemerintah Daerah.

Warga Negara adalah Warga Negara Indonesia baik yang tinggal di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia maupun di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Masyarakat adalah Kelompok Warga Negara Indonesia nonpemerintah yang mempunyai perhatian dan peranan dalam bidang pendidikan.

Pemerintah adalah Pemerintah Pusat.

Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Propinsi, Pemerintah Kabupaten, atau Pemerintah Kota.

Menteri adalah Menteri yang bertanggung jawab dalam bidang pendidikan nasional.

Demikianlah ringkasan tentang sistem pendidikan nasional Indonesia, semoga bermanfaat.

Sumber: Dirangkum dari berbagai sumber, khususnya buku Undang-undang Sisdiknas no.20 tahun 2003

CARA MENCANGKOK YANG BENAR DAN PRAKTIS

Warga Belajar--sekalian--mari kita lanjutkan seri keterampilan berikut dengan kegiatan keterampilan bercocok tanam lagi. Kali ini dengan kegiatan pembibitan dengan cara Cangkok. Mencangkok adalah proses membuat bibit tanaman dengan mengusakahan tumbuhnya akar pada bagian batang atau cabang sehingga bagian itu dapat ditanam sebagai bibit atau tanaman baru.

Untuk kegiatan mencangkok ini ada beberapa peralatan yang harus kita persiapkan antara lain :
1. Pisau/ cutter atau alat pemotong lain yang tajam untuk mengupas kulit pohon yang akan dicangkok.
2. Tali pelastik untuk mengikat pembungkus dan penutup bekas sayatan.
2. Plastik Pembungkus / ijuk / sabut kelapa untuk menutup dan membungkus bekas sayatan.
3. Tanah atau moss (sabut kelapa yang telah dihaluskan hancur untuk media tumbuhnya akar.

Cara mengupas/ menyayat dan memotong kulit cabang atau batang tanaman yang dicangkok adalah sebagai berikut :
  • Kulit sekeliling cabang atau batang yang telah dipilih disayat dan dikelupas sampai bagian kayunya sehingga lapisan kambiumnya hilang.
  • Sayat cabang atau batang hingga benar-benar bersih dari bagian kulit ataupun cambium dari batang pohon tersebut.Balut dan tutup hasil kupasan yang sudang selesai, diberi media berupa tanah atau moss tadi untuk tumbuh bagian akarnya.
  • Tutup media tanah atau moss dengan plastik transparan, sabut kelapa atau ijuk dengan erat supaya media melekat pada bagian batang atau cabang yang dikupas. Jika membungkus menggunakan plastik sebaiknya diberi lubang-lubang kecil dengan cara ditusuk-tusuk untuk tempat resapan dan masuknya air.
  • Lakukan penyiraman rutin jika tidak terjadi hujan atau mencangkok pada saat musim panas. Tetapi jika curah hujan tinggi dapat mengandalkan siraman air hujan saja.

Selanjutnya jika dari cangkokan tersebut telah terlihat akar yang sudah tumbuh terlihat banyak, maka dapat dilakukan pemotongan. Kemudian pindahkan untuk ditanam atau di deder(dibibit dalam pot atau plyback) untuk dibesarkan hingga tanaman cukup besar dan kuat untuk ditanam ditempat yang kita inginkan. Catatan sebaiknya penanaman tanaman baru ini dilakukan tepat pada awal musim hujan untuk menjadi ketersediaan air penyiraman yang lebih baik. Lakukan perawan tanam dengan memberi pupuk baik pupuk kandang, pupuk buatan, pestisida dan diberi pagar dari kayu atau bambu untuk penunjang atau penguat pada batang pohon.

Untuk lebih jelasnya langkah-langkah mencangkok berikut ini dapat di lihat dalam film tayangan berikut ini :


Demikian seri keterampilan untuk memperbanyak bibit dengan mencangkok ini, semoga bermanfaat bagi warga belajar sekalian. Terimakasih.

PENGERTIAN BHINEKA TUNGGAL IKA

Warga belajar--sekalian--Kalimat "Bhineka Tunggal Ika" sering kita lihat, baca pada lambang negara kita, yaitu Garuda Pancasila. Permasalahannya bukan hanya dilihat atau dibaca saja kalimat tersebut, tetapi tahukah kamu darimana asalnya, siapa pencetusnya dan makna apa yang terkandung di dalamnya? sebaiknya warga belajar ikuti terus uraian dan penjelasan berikut ini:

Menurut para ahli sejarah, motto "Bhineka Tunggal Ika" pertama kali dijumpai naskah "Sutasoma". Naskah ini ditulis oleh Mpu Tantular saat Raja Hayam Wuruk, penguasa Kerajaan Majapahit (1350-1389). Potongan pernyataan "Bhineka Tunggal Ika" dipetik oleh Prof. Muh. Yamin dan disahkan sebagai semboyan negara Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1950.

Dalam naskah aslinya kalimat "Bhineka Tunggal Ika" terungkap melalui pernyataan "Hyang Budha Tanpahi Siwa raja dewa... mangka jinatwa lawan siwatatwa tunggal, bhineka tunggal ika tanhana dharma mangrwa". artinya "Hyang Budha tiada bedanya dengan Siwa, raja para dewa... karena hakikat Jina (Budha) dan Siwa adalah satu, berbeda-beda namun satu, tiada kebenaran bermuka dua".

Motto: "Bhineka Tunggal Ika" merupakan hasil renungan filosofis Mpu Tantular mengenai Keesaan Tuhan. Pandangan adanya kesatuan dalam keagaamaan itu, tidak hanya terdapat dalam kerukunan umat beragama saja, akan tetapi juga terdapat dalam cita-cita politik kenegaraan pada saat itu dan sampai kini.

Dengan bercermin pada fakta sejarah itulah, filsafah "Bhineka Tunggal Ika" dijadikan motto perjuangan para perintis kemerdekaan bangsa Indonesia. Buktinya di zaman Kebangkitan Nasional, bangs Indonesia tidak lagi berjuang untuk suku bangsa atau derah tertentu, tetpi untuk seluruh bangsa Indonesia. Puncaknya tercetus melalui "Sumpah Pemuda" pada tanggal 28 Oktober 1928, para pemuda dari berbagai kelompok kesuku bangsaan di Indonesia bersumpah akan adanya bangsa yang satu, tanah tumpah darah yang satu, dan berbahasa satu, bahasa Indonesia.

Motto Bhineka Tunggal Ika pada lambang Negara dan Wawasan Nusantara. Tahukah warga belajar pada lambang negara kita terdapat makna dan arti yang cukup dalam seperti, berikut ini, marilah kita pahami bersama :

1. Burung Garuda
Burung Garuda Identik dengan burung Rajawali

2. Perisai Pancasila
Perisai dengan lambang Pancasila menggambarkan kekuatasn yang membentengi perjuangan bangsa Indonesia terhadap segalam macam tantangan, halangan dan gangguan, baik yang datang dari luar maupun dari dalam negeri sendiri

3. Motto Bhenika Tunggal Ika
Motto Bhenika Tunggal Ika dituliskan pada sehelai pita yang dijepit diantar kadua kaki burung Garuda.Moto ini melambangkan adanya semanga kesatuan dan persatuan bagi seluruh bangsa Indonesia. Semangat kesatuan kita perlukan, karena kita menyadari bahwa masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai glongan etnis, ras, agama, wilayah teritorial, dan lain sebagainya.Keragaman tersebut hendaknya mengharuskan kita bangsa Indonesia untuk mengendalikan perbedaan dari sekian persamaan sehingga terwujud integrasi nasional. Semangat persatuan kita perlikan karena kita menyadari beragamnya faham dan kepentingan golongan maupun perorangan. Dengan sikap toleransi yang mendalam serta memahami konsep "meskipun berbeda tetap satu". bahwa dalam keanekaragaman dan perbedaan itu terdapat persamaan, persamaan yang mewarnai kebudayaan Indonesia dapat mempersatukan masyarakat yang beraneka ragam.


Apakah dasar hukum dari motto Bhineka Tunggal Ika itu? Dapatkah warga belajar menyebutkan ketetapannya?

Motto Bhineka Tunggal Ika secara lebih jelas dan konstitusional dituangkan dalam konsep wawasan nusantara, melalui Majelis Permusyawaratan Rakyat (Tap MPR No. IV/MPR/1973). Konsep ini antara lain dapat diartikan sebagai cara memandang Indonesia (nusantara) sebagai satu kesatuan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanana nasional (Ipoleksosbudhankamnas). Penjabaran mengenai hal ini bisa dilihat pada bagian berikut :

a. Ideologi, Indonesia sebagai satu kesatuan ideologi Pancasila

b. Politik Indonesai sebagai satu kesatuan politik kenegaraan dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia (Pasal 1 UUD 1945)
c. Ekonomi Indonesia sebagai satu kesatuan ekonomi nasional
d. Sosial, Indonesia sebagai satu kesatuan masyarakat walaupun terdiri dari banyak masyarakat suku bangsa
e. Budaya, Indonesia sebagai satu kesatuan kebudayaan nasional yang didukung oleh budaya daerah.
f. Pertahanan, Indonesia sebagai satu kesatuan pertahanan terhadap kemungkinan adanya ancaman, tantangan, dan gangguan, terutama dalam bentuk serangan dari luar negeri.
g. Keamanan, Indonesia sebagai satu kesatuan keamanan terhadap adanya ancaman, tantangan, halangan dan gangguan, terutama bentuk kerawanan keamanan dalam negeri.
h. Nasional, Indonesia sebagai satu kesatuan bangsa yang bulat dan utuh.

Demikianlah pemahaman dari pengertian Bhineka Tunggal Ika yang sering warga belajar sekalian tanyakan, semoga uraian di atas dapat bermanfaat untuk menambah pengetahuan belajar kita dalam pembelajaran Mata Pelajaran PPKn khususnya dan kebudayaan Pada umumnya.

Sumber : Modul Pembelajaran PPKn Paket C setara SMA tahun 2011.

CONTOH KATA SAMBUTAN WISATA ALAM


Kita sering melihat dan menghadiri acara-acara resmi maupun tidak resmi, yang menampilkan suatu sambutan dari orang-orang penting atau panitia pelaksana, bagi kita yang ingin menyusun kata-kata sembutan berikut ini ada sebauh contoh kata sambutan yang baik tentang kegiatan wisata alam. 
 
Assalamu’alaikmum wr,wb
Bapak-bapak, ibu-ibu, hadirin sekalian 
Setelah kita menempuh perjalanan dengan speed boat tadi, sampailak kita di daerah yang kita tuju.
Kita berada di Pulau Waigeo. Pulau ini merupakan pulau terbesar yang ada di Kepulauan Raja Empat. Letaknya di sebelah Barat laut dari daerah kepala Burung, Pulau Papua. Dalam bahasa masyarakat setempat, Pulau Waiego berarti Pulau Air. Pulau ini memiliki kekayaan alam berupa keragaman hayati.
Saudara-saudara yang hadir,
Untuk menjaga kelestarian keragaman hayati tersebut, pemerintah menetapkan dua kawasan di Pulau Waigeo sebagai kawasan cagar alam yaitu Cagar Alam Waigeo Barat seluar 153.000 ha dan Cagar Alam Waigeo Timur seluas 119.500 ha.
Bapak, Ibu hadirin semua.
Tentu kita semua pernah mendengar bahwa keragaman hayati ini pernah menarik perhatian ilmuwan Inggris. Alfred Russel Wallace, untuk melakukan penelitian. Wallace dating ke Pulau Waigeo pada tahun 1860. Di sana, ia tinggal selama tiga bulan meneliti keragaman hewan, khususnya burung dan serangga. Hasil penelitian Wallace itu di tulis dalam bukunya berjudul The Malay Archipelago.
Pulau Waigeo memang dijadikan salah satu kawasan wisata untuk meliaht flora fauna endmic. Yaitu, jenis tumbuhan atau binatang yang hanya terdapat di tempat tertentu. Pulau tersebut menjadi tempat habitat burung male waigeo (Aepypodius bruijnii), cenrawasih merah (Paradisea rubra), dan cendrawasih botak (Cicinnurus).
Nah Bapak-bapak, ibu-ibu, saudara sekalian,
Dengan sedikit penjelasan tadi, semoga perjalanan kita menikmati Pulau Waigeo akan semakin memberikan banyak manfaat, baik itu pengetahuan maupun keindahan alam yang akan kita dapatkan setelah ini.
Setelah kita mengemasi barang-barang bawaan, marilah kita mulai mengikuti perjalanan yang menyenangkan ini. Terimaksih.
Wassalamu’alaikum wr.wb.

Sumber dikutip dari “Fauna Pulau Waigeo yang perlu diselamatkan” Media Indonesia suplemen khusus 27 Februari 2005). Dalam Modul Paket C setara SMA Kelas XI Tahun 2006.

RINGKASAN PENGERTIAN BANGSA DAN NEGARA



Warga belajar--Visiuniversal, berikut ini kita akan memahami apa yang dimaksut dengan bangsa dan Negara itu. Dalam pembelajaran materi PPKn dan Sosiologi akan kita temukan pembahasan tentang  Bangsa dan Negara ini. Berikut ini ringkasan dari pengertian Bangsa dan Negara Tersebut yang harus kita pahami;
Bangsa menurut hukum adalah rakyat atau orang-orang yang berada di dalam suatu masyarakat hukum yang terorganisasi. Bangsa adalah sekelompok komunitas manusia yang mendiami suatu wilayah tertentu, dimana mereka memiliki latar belakang sejarah yang sama, serta bertekad membangun masa depan bersama atau tujuan bersama.
Ernest Renan mengatakan bangsa adalah ‘le desir d’etre ensemble’ atau kehendak akan bersatu. Jadi, bangsa adalah suatu gerombolan manusia yang mau bersatu atau merasa dirinya bersatu.
Otto Bauer dalam bukunya yang berjudul ‘Die Nationalitatenfrege’ mengatakan bangsa adalah “Eine nation is eute aus schiksalsgemeinshaft erwachsene charaktergemeinchaft’ atau suatu persatuan perangai yang timbul karena persatuan nasib.
 Istilah Negara berasal dari bahasa Sansekerta, nagari atau nagara yang berarti kota. Istilah Negara diterjemahkan dari kata de staat (Belanda), I’etat (Prancis). Kata state diambil dari bahasa Italia, yaitu stato, yang digunakan pertama kali oleh Niccolo Macchiavelli pada abad 15. 

Berikut ini beberapa pengertian Negara menurut para ahli sebagai berikut :

1.Roger H. Soltau

Negara adalah agen atau kewenangan yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama atas nama masyarakat

2.Miriam Budiardjo

Negara adalah suatu daerah yang rakyatnya diperintah oleh sejumlah pejabat dan yang berhasil menuntut dari warganya ketaatan ada peraturan perundang-undangan melalui penguasaan (control) monopolistis dari kekuasaan yang sah.

3.Djokosoetono

Negara adalah suatu organisasi manusia atau kumpulan manusia-manusia yang berada di bawah suatu pemerintah yang sama

4.G. Pringgodigdo

Negara adalah suatu organisasi kekuasaan atau organisasi kewibawaan yang harus memenuhi persayaratan unsure-unsur tertentu, yaitu harus ada pemerintah yang berdaulat, wilayah tertentu dan rakyat yang hidup dengan teratur sehingga merupakan suatu bangsa.

Demikian semoga warga belajar sekalian dapat memahami dan mengerti tentang pengertian Bangsa dan Negara ini, semoga bermanfaat, terimakasih.

Cari Artikel