STRATEGI DAN ASPEK PROGRAM KEAKSARAAN FUNGSIONAL

Strategi yang dikembangkan dalam program keaksaraan fungsional (Direktorat Pendidikan Masyarakat, 2004) adalah sebagai berikut;
  1. Pemberantasan buta huruf dilaksanakan ditingkat grass root yang merupakan basis/ kantung-kantung masyarakat buta huruf, yaitu tingkat RT/RW, pemukiman tertentu, tempat kerja/ perusahaan.
  2. Mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur pendidikan yang ada dimasyarakat.
  3. Mengoptimalkan seluruh potensi sumber daya manusia.
  4. Mengoptimalkan peran sekolah, perguruan tinggi, lembaga kursus, lembag pelatihan swasta, SKB, BPKB, PKBM, balai pendidikan dan pelatihan, pondok pesantren, majelis ta'lim dan sebagainya.
  5. Menggerakan peran organisasi sosial kemasyarakatan
  6. Program Pemberantasan Buta Aksara dilaksanakan secara terintegrasi dengan berbagai program penyuluhan, pembimbingan, pendampingan pada masyarakat yang dilakukan berbagai sektor.
  7. Program Pembelajaran dirancang kontekstual dengan pekerjaan, minat, mata pencaharian, potensi sumber daya alam pertanian, peternakan, perikanan, kelautan, kehutanan, usha produk kerajinan, pertukangan dan jasa.
  8. Kegiatan Pembelajaran bisa dilakukan di berbagai tempat dimana saja.
  9. Melatih dan menyediakan tenaga pengajar/tutor, bahan belajar yang terkait dengan keterampilan untuk dijadikan mata pencaharian yang dapat memberikan penghasilan.

Aspek-aspek Dasar Keaksaraan Fungsional

1. Keterampilan dasar
Keterampilan ini berkaitan dengan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) warga belajar untuk merangkai huruf, merangkai kata, merangkai kalimat, membaca dengan lancar tanpa bantuan orang lain, keterampilan menulis, menulis informasi berdasarkan buah pikirannya sendiri tanpa bantuan orang lain, keterampilan berhitung dengan menggunakan simbol (+, -, x, :), menjumlah (menambah), mengurangi, mengali, membagi dan menulis.

2. Keterampilan fungsional

Adanya kemampuan warga belajar dalam menggunakan keterampilan membaca, menulis, berhitung, dalam kegiatan sehari-hari, seperti menulis kuitansi, mengisi formulir, membaca petunjuk, menulis surat dll.

Standar Kompetensi

Standar kompetensi disusun sesuai dengan tiga tahap keaksaraan fungsional yaitu :
  1. Standar kompetensi pada tahap pemberantasan berdasarkan penembangan keterampilan dasar yang sesuai dengan kebutuhan sehari-hari warga belajar.
  2. Standar kompetensi padatahap pembinaan yang dapat membantu warga belajar memanfaatkan calistung dalam kehidupan sehari-hari
  3. Standar pad tahap pelestarian yang dapat membantu warga belajar meningkatkan taraf hidup.

Sumber ; Direktorat Jenderal PMPTK 2006.

PENGERTIAN ETNOGRAFI DAN KERANGKA ETNOGRAFI

Etnografi berasal dari dua kata dari bahasa Latih, yaitu "ethnos" artinya bangsa, dan "graphy" atau "grafien" artinya lukisan, gambaran atau uraian. Jadi secara etimologis etnografi adalah gambaran suatu suku bangsa yang berkaitan erat dengan kebudayaannya, atau dapat dikatakan etnografi adalah uraian atau gambaran tentang bangsa-bangsa di suatu tempat dan di suatu waktu. 

Dalam kajian antrolopologi suku bangsa lebih sering disebut "tribe" dari pada "ethnic". Karena kata ethnic memberi pemahaman adanya perbedaan kelompok dalam suatu masyarakat berdasarkan adat-istiadat, bahasa, sejarah dan kebudayaan. Namun dapat diartikan pula sebagai kelompok sosial dalam sistem sosial budaya yang memiliki arti serta kedudukan tertentu.

Narrol dalam bukunya "Ethnic Unit Classification", berpendapat bahwa kelompok ethnic merupakan populasi yang :
  1. secara biologis mampu berkembang biak dan bertahan
  2. memiliki nilai budaya yang sama dan sadar akan bersamaan
  3. berdasarkan niali budaya yang dimiliki, menentukan ciri-ciri kelompok sendiri yang diterima oleh kelompok lain dan berbeda
  4. mereka menunjukan jaringan berinteraksi di kalangan sendiri, sehingga menunjukan adanya kondisi menutup diri. 
Etnografi berawal ketika bangsa Eropa Barat melakukan penjelajahan ke berbagai benua (Afrika, Asia, dan Amerika) sejak akhir abad ke-15 dan permulaan abad ke-16. Di sana mereka menemui berbagai suku bangsa. Sejak saat itu mereka mulai membuat catatan yang berisi keterangan tentang suku-suku bangsa tersebut. Mulailah terkumpul catatan kisah-kisah perjalanan, laporan dan semacamnya yang merupakan tulisan para musafir, pelaut, pendeta, penerjemah kitab injil dan pegawai pemerintah jajahan. Dalam himpunan tersebut termuat bahan pengetahuan berupa deskripsi adat istiadat, susunan bahasa, dan ciri-ciri fisik beraneka ragam suku bangsa di Afrika, Asia, Oseania (kepulauan di laut teduh), dan suku-suku bangsa di Indian, penduduk pribumi Amerika.

Himpunan-himpunan deskripsi tersebut amat menarik perhatian kalangan pelajar sehingga muncul anggapan-anggapan sebagai berikut:
  1. Sebagian orang eropa memandang bangsa-bangsa di Luar Eropa itu dianggap sebagai manusia liar sehingga muncul istilah orang primitif dengan kebudayaan liat (savage).
  2. Sebagian orang eropa memandang adanya orang-orang belum mendapatkan pengaruh-pengaruh jahat atau buruk yang ada di bangsa Eropa waktu itu.
  3. Sebagian lagi ada yang menganggap adat istiadat mereka aneh dan unik,sehingga muncul dorongan untuk mengumpulkan berbagai benda yang ada hubungannya dengan suku-suku bangsa tersebut. Seperti alat-alat rumah tangga, senjata, hasil kesenian, dan kerajinan. Benda-benda tersebut pada awalnya dikoleksi oleh kerajaan dan orang-ornag kaya. Koleksi-koleksi benda-benda tersebut disebut etnografika. Dari keberadaan benda-benda tersebut muncul gagasan untuk diorganisir dalam suatu tempat yang dikenal dengan museum. Pada akhir abad ke-18, didirikan museum etnografi pertama tentang kebudayaan bangsa-bangsa diluar bangsa Eropa.
Sejak saat itu, perhatian terhadap kebudayaan suku-suku bangsa di luar Eropa terus meningkat. Pertanyaan-pertanyaan tentang mengapa ada perbedaan fisik manusia di muka bumi ini dan paa yang menyebabkan munculnya perbedaan kebudayaan manusia. Keinginan itu mendorong para ahli untuk mengadakan penelitian-penelitian secara ilmiah sehingga muncul istilah etnologi yang berasal dari kata ethnos yang berarti bangsa, dan logos artinya pengetahuan atau ilmu, sehingga etnologi berarti ilmu tentang bangsa-bangsa.

Studi tentang entnografi, biasanya dibagi ke dalam bagian-bagian tentang unsur-unsur kebudayaan menurut satu tata urutan yang sudah baku yang disebut kerangka etnografi. Kerangka etnografi yang umum dipergunakan oleh para ahli antropologi adalah memakai sistem dari unsur yang paling konkret ke yang paling abstrak. Disamping itu, sebuah kerangka etnografi perlu didahului dengan suatu bagian permulaan yang mendeskripsikan lokasi dan lingkungan geografi dan wilayah suku bangsa yang bersangkutan. Dengan demikian susunan kerangka etnografi dapat terdiri dari :
a. lokasi, lingkungan alam dan demografi
b. Asal mula dan sejarah suku bangsa
c. Bahasa
d. Sistem teknologi
e. Sistem ekonomi (sistem mata pencaharian
f. Organisasi sosial
g. Sistem pengetahuan
h. Kesenian
i. Sistem religi.


Sumber : dirangkum dari berbagai sumber !!
 

AGAMA WAHYU

Agama wahyu (disebut juga agama samawi, agama langit) adalah agama yang menghendaki iman kepada Tuhan, kepada para rasul-rasul-Nya, dan kepada kitab-kitab-Nya serta pesannya untuk disebarkan kepada segenap umat manusia. Beberapa pendapat menyimpulkan bahwa suatu agama disebut agama Samawi jika sedikitnya mempunyai tiga hal, yaitu: mempunyai definisi Tuhan yang jelas; mempunyai penyampai risalah (Nabi dan Rasul); dan mempunyai kumpulan wahyu dari Tuhan yang diwujudkan dalam Kitab suci.

ARTI SEORANG SENIMAN

Kita sering mendengar dan bahkan banyak mendengar tentang seseorang yang disebut seniman, dimana banyak seniman-seniman besar dengan karya-karya luar biasanya yang melenggenda hingga keseluruh penjuru dunia. Sebut saja Leonardo da Pinci dengan lukisan monalisanya, atau sekespear dengan Romio dan Juliet, mereka adalah seniman-seniman legendaris yang karyanya telah dikagumi seluruh dunia. Jadi apa arti seorang seniman itu?

Seniman adalah istilah subyektif yang merujuk kepada seseorang yang kreatif, atau inovatif, atau mahir dalam bidang seni, Penggunaan yang paling kerap adalah untuk menyebut orang-orang yang menciptakan seni, seperti lukisan, patung, seni peran, seni tari, sastra, film dan musik. Seniman menggunakan imajinasi dan bakatnya untuk menciptakan karya dengan nilai estetik. Ahli sejarang seni dan kritikus seni mendefinisikan seniman sebagai seseorang yang menghasilkan seni dalam batas-batas yang diakui.

PENGERTIAN TEKNOLOGI MULTIMEDIA

Multimedia adalah gabungan dari kata "multi" dan "media". Multi berarti banyak atau lebih dari satu, dan media berarti bentuk atau jenis sarana yang dipakai untuk menyampaikan informasi. Penggunaan televisi, video, dan film merupakan contoh penyampaian informasi yang melibatkan beberapa komponen sekaligus, namun yang membedakan aplikasi multimedia dengan yang lain adalah adanya interaksi antara aplikasi dengan manusia yang menggunakannya.

Multimedia juga diartikan sebagai sistem komputer yang terdiri dari hardware dan software yang memberikan kemudahan untuk menggabungkan berbagai komponene seperti gambar, video, grafik, animasi, suara, teks, dan data yang dikendalikan. dengan program komputer. Lima tipe dasar objek media :
1. Gambar
Multimedia dapat menyediakan objek yang berupa gambar dalam bentuk foto, grafik, peta dan gambar-gambar lain. Untuk memperoduksi gambar dapat digunakan kamera digital, mencari gambar dari berbagai sumber, dan download gambar yang ada di internet.

2. Tulisan
Tulisan sebagai penyerta untuk mengkomunikasikan informasi yang disampaikan, memperjelas media lainnya atau untuk tujuan ekspresi artistik.

3. Suara
Elemen bunyi-bunyian (musik, efek suara) untuk memperjelas informasi yang diberikan. Bisa juga dengan menggunakan secara terpisah untuk memperjelas elemen media lainnya.

4. Gerakan
Animasi (tipe kartun, video, dan lain-lain) dapat digunakan sebagai alternatif untuk memperjelas dan menjadikan lebih menarik dalam menyampaikan informasi. Animasi dapat juga menyajikan beberapa gabungan gambar yang ditampilkan secara berurutan.

5. Interaktivitas
Seseorang dapat mengoprasikan sendiri peralatan yang digunakan sesuai dengan kebutuhan, yang akan memperkuat ras percaya diri pengguna (user).

Pendapat lain menyatakan, konsep multimedia meliputi tiga level.
  1. Level teknis yang berkaitan dengan alat-alat teknik; alat-alat ini dapat dianggap sebagai kendaraan yang mengangkut tanda-tanda (Signs).
  2. Level semiotik yang berkaitan dengan bentuk represential ini dapat dianggap sebagai jenis tanda (Types of signs).
  3. Konsep multimedia tersebut tidak dapat diabaikan, karena pengabaian terhadap salah satu level tersebut akan membawa pada kesalahan.
Ketika multimedia dianggap sebagai terknologi informasi semata, berarti hanya berbicara satu level saja (yaitu level teknik). Padahal, dua level lainnya (level semiotic dan sensorik) juga sama pentingnya, dan kedua level ini membutuhkan keahlian bidang ilmu kognitif, psikologi, ilmu pendidikan, dan semiotik, waktu dan uang yang diinvestasikan pada multimedia akan sia-sia apabila multimedia hanya terbatas pada satu level saja, bukan ketiga-tiganya.

Komputer dan perangkat multimedia lain sebagai bentuk konkrit dari ICT, cepat atau lambat pasti menjadi barang kebutuhan sehari-hari, termasuk dalam pembelajaran sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Banyak orang percaya bahwa multimedia akan membawa kita kepada situasi belajar dimana "learning with effort" (belajar dengan dipengaruhi/terpaksa) akan dapat digantikan dengan "learning with fun" (belajar dengan menyenangkan). Jika situasi tersebut tidak terjadi, maka multimedia sekurang-kurangnya diharapkan akan dapat membantu belajar menjadi lebih efektif.

Sumber: Disarikan dari berbagai sumber!!

MENGENAL PERKEMBANGAN SENI SASTRA PADA MASA PENJAJAHAN

Warga Belajar--sekalian, berikut ini kita akan mempelajari tentang bagaimana Perkembangan seni sastra pada masa penjajahan di Indonesia, untuk menambah pengetahuan kita tentang seni dan sastra kita. Perkembangan seni sastra pada masa penjajahan di Indonesia berawal saat pemerintah Hindia Belanda mengizinkan pendirian sekolah-sekolah dan mengizinkan penduduk pribumi (meski hanya kalangan terbatas) untuk mengenyam pendidikan (meski terbatas pada tingkat tertentu saja).

Kebijaksanaan pemerintah Hindia Belanda dalam menjalankan politik etis, khususnya dalam bidang pendidikan telah membuka kesadaran masyarakat dalam bidang membaca dan menulis. Hal itu ditandai dengan munculnya berbagai terbitan surat kabar berbahasa Melayu yang ada di Jakarta maupun kotakota besar lainnya. Surat kabar berbahasa Melayu, antara lain:
  1. Surat kabar Bintang Timoer, terbit di Surabaya, tahun 1862;
  2. Surat kabar Pelita Ketjil, terbit di Padang, tahun 1882;
  3. Surat kabar Bianglala di Jakarta dan surat kabar Medan Prijaji di Bandung yang terbit pada tahun 1867.
Melalui surat kabar inilah para cerdik cendekiawan pribumi menuangkan berbagai gagasan buah pikirannya. Beberapa cerita bersambung maupun cerita roman, baik yang ditulis dalam bahasa Melayu maupun bahasa Belanda terbit menghiasi surat kabar tersebut. Beberapa karya sastra dalam bentuk cerita bersambung atau roman pada waktu itu, antara lain:
  1. Hikayat Siti Mariah, karangan H. Mukti, merupakan cerita bersambung yang melukiskan kehidupan sehari-hari;
  2. Boesono dan Nyai Permana, karangan Raden Mas Tirto Adhisuryo, merupakan cerita roman;
  3. Beberapa karangan mas Marco Martodikromo, berjudul: Mata Gelap (1914), Studen Hidjo (1919), Syair Rempah-Rempah (1919), dan Rasa Merdeka (1924). Karangan mas Marco Martodikromo ini oleh pemerintah Hindia Belanda dikategorikan sebagai “bacaan liar”, karena berisi hasutanhasutan untuk memberontak;
  4. Edward Douwes Dekker, seorang pengarang bangsa Belanda yang menggunakan nama samaran Multatuli menerbitkan karya sastranya yang berjudul “Max Havelaar”. Buku tersebut menggambarkan penderitaan masyarakat pribumi di bawah kekuasaan pemerintahan penjajah Belanda. Tulisan tersebut dibuat berdasarkan pengalamannya saat bertugas di Indonesia, sebagai asisten residen Lebak, Banten tahun 1856; e) Pada tahun 1908 pemerintah Hindia Belanda mendirikan “commissie voor de Inlandsche school de volkslectuur” atau Komisi Bacaan Rakyat atau Balai Pustaka yang bertugas memeriksa dan mencetak naskah-naskah cerita rakyat yang ditulis dalam bahasa daerah. Perkembangan berikutnya komisi tersebut juga menerbitkan kisah kepahlawanan orang-orang Belanda dan cerita-cerita kuno Eropa;
  5. Pada tahun 1914, Balai Pustaka menerbitkan roman pertama dalam bahasa Sunda berjudul: “Beruang ka nu Ngarora” artinya Racun Bagi Kaum Muda pengarangnya D.K. Ardiwinata;
  6. Pada tahun 1918, Balai Pustaka menerbitkan karya saduran Merari Siregar yang berjudul cerita Si Jamin dan si Johan, disadur dari karya J. Van Maurik. Selain itu Merari Siregar juga mengarang buku roman “Azab dan Sengsara”, merupakan roman pertama berbahasa Indonesia yang diterbitkan Balai Pustaka pada tahun 1920. Roman tersebut mengkritisi adat kawin paksa yang berlangsung pada masa itu;
  7. Pada tahun-tahun berikutnya muncul beberapa roman yang menyoroti tema kawin paksa, yang diterbitkan oleh Balai Pustaka, antara lain:
• Siti Nurbaya, karangan Marah Rusli (1922);
• Muda Teruna, karangan Muhammad Kasim (1922);
• Karam Dalam Gelombang Percintaan, karya Kedjora (1926);
• Pertemuan, karya Abas Sutan Pamuntjak (1928);
• Tjinta Membawa Maut, karya Abdul Ager dan Nursiah Iskandar (1926);
• Darah Muda, karya Adi Negoro (1927);
• Asmara Djaja, karya Adi Negoro (1928);
• Salah Asuhan, karya Abdul Muis (1928).

5) Perkembangan seni pertunjukan pada Masa Penjajahan

Pada masa penjajahan Belanda perkembangan seni pertunjukan, khususnya seni drama modern diawali dengan adanya kelompok teater keliling “Teater Bangsawan” pada tahun 1870 yang berasal dari Penang, Malaysia. Saat mengadakan pentas di Jakarta rombongan tersebut bubar dan semua peralatannya dibeli oleh Jaafar yang kemudian membentuk rombongan baru yang dinamainya” Stamboel “. Di Deli, Sumatra utara telah berdiri teater Indera Ratoe Opera. Beberapa perkumpulan seni pertunjukan yang muncul di era penjajahan Belanda, antara lain:
  1. Di Surabaya muncul perkumpulan teater bernama Komedi Stamboel yang didirikan oleh August Mehieu, seorang peranakan indo – Perancis, dan didukung dana oleh Yap Goam Tay dan Cassim, bekas pemain teater Indera Bangsawan;
  2. Di lingkungan masyarakat keturunan Cina pada tahun 1908 mendirikan “Opera Derma” atau “Tjoe Tee Hie”, kemudian tahun 1911 muncul perkumpulan teater “Tjia Im”, “Kim Ban Lian”, Tjin Ban Lian” yang kemudian muncul kelompok teater paling terkenal adalah “Orion” atau “Miss Riboet’s Orion” dengan bintang panggungnya yang bernama Miss Riboet;
  3. Di Surabaya pada tanggal 21 Juni 1926, Willy Klimanoff, seorang Rusia kelahiran Surabaya mendirikan rombongan sandiwara keliling “Dardanella” yang sangat terkenal. Teater tersebut didukung bintang panggung Tan Tjeng Bok (kemudian menjadi bintang film terkenal) dan berhasil mengadakan pertunjukan keliling ke Cina, Burma, dan Eropa, kemudian bubar;
  4. Perdro dan Dja, bekas anggota Dardanella mendirikan kelompok “Bolero”;
  5. Fifi Young dan Nyoo Cheong, juga bekas anggota Dardanella mendirikan rombongan baru yang dinamainya “Fifi Young’s Pagoda” pada tahun 1936;
  6. Pada masa penjajahan Jepang, tahun 1942 muncul teater Bintang Surabaya yang dipimpin oleh Fred Young dengan anggota para bekas bintang-bintang Dardanella, yakni Tan Tjeng Bok, Astaman, Dahlia, Ali Yogo, dan Fifi Young;
  7. Pada tahun 1943, bermunculan rombonganrombongan teater, seperti Dewi Mada pimpinan Ferry Kok dan isterinya Dewi Mada, teater Warna Sari pimpinan Dasaad Muchsin, dan teater Irama Masa pimpinan Ali Yogo. Semua teater tersebut menggunakan bahasa Indonesia;
  8. Berikutnya muncul teater-teater baru yang menggunakan bahasa daerah, antara lain Teater Miss Tjitjih pimpinan Abubakar Bafakih yang menggunakan bahasa Sunda, Sandiwara Wargo pimpinan Suripto menggunakan bahasa Jawa, dan seorang tokoh teater bernama Tio Jr membentuk teater Miss Riboet di Solo.
Demikian warga belajar--sekalian tentang Perkembangan seni sastra pada masa penjajahan di Indonesia, semoga bermanfaat untuk menambah ilmu pengetahuan kalian, terimakasih.

Source: Indriyawati, E. 2009. Antropologi 1 : Untuk Kelas XII SMA dan MA. Pusat Perbukuan Departemen Nasional, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.

FUNDRAISING PADA LEMBAGA PNF SWADAYA MASYARAKAT

Masalah pendanaan selalu menjadi sangat penting bagi keberlangsungan suatu lembaga penyelenggara Pendidikan Non Formal yang dibentuk dari swadaya masyarakat, seperti PKBM misalnya. Satu hal penting dalam pendanaan adalah penggalian melalui fundraising. Yaitu penggalian sumber dana berasal dari perorangan, organisasi maupun badan hukum.

PERNYATAAN MENDIKNAS : UN Bukan Penentu Tunggal Kelulusan

Jakarta (Dikdas): Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan UN bukan satu-satunya penentu kelulusan siswa. Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Rasyid Baswedan Ph.D, dalam acara Konferensi Pers tentang UN, di Gedung Ki Hadjar Dewantara, Kompleks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senayan, Jakarta, Jumat pagi, 23 Januari 2015.

Menurut Anies, dalam konteks evaluasi hasil belajar, UN merupakan satu dari sekian banyak indikator yang akan digunakan untuk penilaian.

“Kita ingin menempatkan UN pada konteks SNP. SNP itu ada banyak komponen, dan kita akan konsentrasi pada komponen itu semua,” ujar mantan Rektor Universitas Paramadina ini di hadapan para awak media.

Seperti keterangan dalam http://bsnp-indonesia.org, Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. SNP berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu. SNP ini bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat.

SNP terdiri dari Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, Standar Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan Pendidikan, dan Standar Penilaian Pendidikan.

Dengan menempatkan UN dalam bingkai 8 SNP, maka kelulusan siswa diserahkan kepada sekolah.

“Kelulusan dilakukan sepenuhnya oleh sekolah dengan mempertimbangkan bukan saja beberapa mata pelajaran tapi semua aspek dari proses pembelajaran, termasuk komponen perilaku anak di sekolah,” kata Anies.

Pada kesempatan itu, Mendikbud didampingi beberapa pejabat di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yaitu Dirjen Dikdas, Dirjen Dikmen, Kepala BSNP, dan Kabalitbang.

Source: M Adib Minanurohim/http://dikdas.kemdikbud.go.id/

PRINSIP DAN STRATEGI OPERASIONAL PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NONFORMAL

1. Prinsip Pembangunan Pendidikan Non Formal Dengan mengacu pada tiga pilar pendidikan nasional yakni; peningkatan perluasan akses dan pemerataan pendidikan; peningkatan mutu, relevansi dan daya saing; serta penguatan tatakelola, akuntabilitas, dan pencitraan publik, maka pembangunan PNF haruslah berlandaskan kepada prinsip-prinsip sebagai berikut :
a. Kenambungan dan Berkelanjutan
b. Peningkatan dan Pengembangan
c. Inovasi; program PNF kehendaknya selalu sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat
d. Pemberdayaan masyarakat dalam bentuk kemitraan dengan ormas dan tuntutan masyarakat
e. Berorientasi kepada keterampilan fungsional dan kepribadian profesional
f. Melengkapi, menambah dan mengganti pendidikan formal.

2. Strategi Operasional Pelaksanaan Pembangunan Pendidikan Nonformal
Dalam mewujudkan pelaksanaan program pembangunana PNF, beberapa strategi antara lain:
1. Peningkatan perluasan akses dan pemerataan pendidikan
a. Memperluas layanan PAUD yang bermutu, merata dan berkeadilan.
b. Menurunkan jumlah penduduk buta aksara dewasa (usia 15 tahun ke atas), termasuk di daerah terpencil.
c. Memperluas akses Paket A dan Paket B dalam mendukung penuntasan Wajar Dikdas 9 tahun
d. Mengembangkan diversifikasi layanan sesuai dengan kondisi, potensi, dan karakteristik peserta didik, dengan pengakuan terhadap kompetensi yang telah dimiliki (Recognition of Prior Learning) dan pembelajaran mandiri.
e. Mewujudkan kursus para-profesi (KPP) yang berorientasi wirausaha pedesaan, perkotaan, dan internasional.
f. Mengembangkan Model Gerakan Membaca bagi masyarakat dan diseminasi bagi masyarakat seluruh Indonesia.
g. Menyediakan TBM dalam rangka menunjang Desa Tuntas Buta Aksara, Prioritas di Provinsi pada Buta Aksara.
h. Mengembangkan Kolasi Komunitas untuk kaum perempuan
i. Memperkuat sarana dan prasarana serta sumber daya PNF yang memadai untuk mendukung pelaksanaan program.
j. Mengembangkan PKBM pada sekolah-sekolah formal, baik SD maupun SMP
k. Membangun tujuh UPT-PLSP baru di tujuh provinsi.

3. Peningkatan Mutu, Relevansi dan Daya Saing
a. Mengembangkan Model Percontohan dan Pusat-pusat rujukan yang mengacu standar PAUD Nasional dan atau Internasional.
b. Melaksanakan pengendalian dan penjaminan mutu dalam rangka standarisasi dan akreditasi PAUD
c. Menerapkan pembelajaran pendidikan keaksaraan berbasis kecakapan hidup (life Skill).
d. Melaksanakan pengendalian dan Penjaminan mutu melalui penerapan Standar Kompetensi Keaksaraan (SKK) dan sertifikasi Surat Keterangan Melek Aksara (SUKMA).
e. Meningkatkan mutu kecakapan hidup (life skill) pendidikan kesetaraan (Paket B dan C), yang mengacu pada standar nasional pendidikan.
f. Mengembangkan proses pembelajaran tuntas dan maju berkelanjutan secara induktif dan fungsional.
g. Mengembangkan standar isi pendidikan kesetaraan yang berorientasi keterampilan fungsional dan kepribadian profesional secara tematik dan konstruktif.
h. Melaksanakan ujian Nasional Berbasis kompetensi dalam sistem Multi Exit dan Multi Entry.
i. Mewujudkan kursus para-profesi (KPP) yang diintegrasikan dengan pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
j. Mewujudkan Kelembagaan Kursus dan Program KPP yang bermutu, relevan dan berdaya saing.
k. Menyusun Grand Design Peningkatan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan Masyarakat.
l. Mengembangkan TBM bagi masyarakat dalam rangka meningkatkan minat dan budaya baca.
m. Menyediakan TBM berbasis TIK khususnya bagi masyarakat perkotaan.
n. Mengembangkan Model Pendidikan Keluarga, Pendidikan Sekolah, dan Pendidikan Masyarakat Berwawasan Gender.
o. Menyusun dan mengembangkan bahan ajar, baik bagi pendidikan formal maupun Non-formal yang berwawasan gender.
p. Membangung Platform kelembagaan PNF
q. Mengembangkan standarisasi dan kareditasi kelembagaan bagi pengelola dan stuan PNF dalam melaksanakan program PNF yang bermutu, relevan dan berdaya saing.
r. Melakukan kajian dan pengembangunan program PNF sesuai dengan potensi, tuntutan dan kebutuhan masyarakat.
s. Meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusian(SDM) PNF dalam mendukung pelaksanaan program.

4. Penguatan Tatakelola, Akutabilitas dan Pencitraan Publik Pokok-pokok kebijakan Pembangunan PNF dalam rangka penguatan Tatakelola, Akuntabilitas dan Pencitraan Publik adalah sebagai berikut :
a. Mengkoordinasikan pelaksanaan program PNF baik secara lintas sektoral maupun lintas program.
b. Memperkuat Tatakelola pelayanan PNF yang berkelanjutan dan berkesinambungan
c. Memperkuat kelembangan satuan pendidikan yang menyelenggarakaan PNF
d. Mengembangkan dan meningkatkan kemitraan baik dengan organisasi pemerintah maupun masyarakat.
e. Membangun sistem Informasi Manajemen (SIM) dan Pendataan PNF dalam rangka mendukung pengelolaan dan program PNF
f. Meningkatkan sosialisasi dan publik PNF dalam meningkatkan pencitraan publik.
g. Meningkatkan pelayanan PNF kepada masyarakat secara efisien, efektif, transparan dan akuntabel.
h. Melaksanakan koordinasi, monitoring dan evaluasi program PNF.

PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN

Secara epistimologi, kewirausahaan merupakan suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha atau suatu proses dalam mengerjakan suatu yang baru dan berbeda.

Dalam konteks bahasa Indonesia, kewirausahaan berasal dari kata "wira" yang berarti berani, gagah, utama atau perkasa dan usaha yang berarti perbuatan yang dilakukan untuk mencapai keinginan atau tujuan.

Dengan kata lain, kewirausahaan adalah pola tingkah laku manusia yang gagah dan berani untuk mencapai suatu keinginan atau tujuan. Kewirausahaan juga dapat diartikan sebagai :
a. Mental dan sikap jiwa manusia yang selalu aktif untuk berusaha meningkatkan hasil karyanya dalam rangka meningkatkan penghasilannya secara ekonomis
b. Suatu proses yang dilakukan oleh seseorang untuk mengejar peluang-peluang, memenuhi kebutuhan hidupnya dan mencapai keinginannya yang dijalankan melalui proses inovasi.
c. Proses untuk menciptakan sesuatu yang lain dari orang lain, dengan menggunakan waktu dan kegiatan yang efektif
d. Semangat, sikap, tingkah laku dan kemampuan seseorang dalam menangani uslaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan layanan yang lebih baik dan menghasilkan keuntungan yang besar.

Apabila kita perhatikan pengertian tentang kewirausahaan di atas, maka dapat dikatakan bahwa kewirausahaan merupakan suatu pola tingkah laku manajemen yang terpadu, dengan memanfaatkan peluang-peluang yang tersedia tanpa mengabaikan sumber daya yang dimilikinya.

Dalam kegiatan usaha yang dilakukan kewirausahaan, diperlukan modal yang mendukung dalam proses kegiatannya, tanpa adanya dukungan modal maka cukup berat untuk usaha dapat berkembang. Modal merupakan suatu hal yang berupa uang, barang, hubungan maupun manusia yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok orang untuk menjalankan suatu kegiatan. Modal merupakan dasar dari semua kativitas usaha yang akan dilaksanakan. Denan kata lain, jika seseorang atau kelompok, akan melaksanakan suatu kegiatan usaha tetapi tidak mempunyai modal, maka usaha yang akan dilaksanakannya tidak akan berjalan dengan baik.

Sumber: disarikan dari berbagai sumber !!

CARA BERTANAM CABE/LOMBOK YANG BAIK DAN BENAR

Warga belajar--sekalian, dalam seri kegiatan keterampilan kita berikut ini kita akan mencoba memahami bagaimana usaha pertanian bertanam lombok/Cabe. Mengapa lombok/cabe? Lombok sangat dibutuhkan karena Di masyarakat, cabe sangat diminati sebagai pelenggakap utama dari bumbu masak, baik dimasukan dalam masakan maupun dibuat sambal. Sehingga cabe menjadi bagian penting dari masakan-masakan nusantara. Oleh karena itu kegiatan budidaya dan bertanam cabe/lombok menjadi peluang usaha yang sangat potensial memberikan penghasilan pada warga belajar--sekalian. 

PENGERTIAN DAN LANDASAN KONSEPTUAL PEMBERDAYAAN

Pemberdayaan Perempuan, Pemberdayaan PNF, Pemberdayaan dalam PAUDNI
Pemberdayaan dapat diartikan sebagai perolehan kekuatan dan akses terhadap sumber daya untuk mencari nafkah. Bahkan dalam perspektif ilmu politik, kekuatan menyangkut pada kemampuan untuk mempengaruhi orang lain.

Istilah pemberdayaan sering dipakai untuk menggambarkan keadaan seperti yang diinginkan oleh individu, dalam keadaan tersebut masing-masing individu mempunyai pilihan dan kontrol pada semua aspek kehidupan. Konsep ini merupakan bentuk penghargaan terhadap manusia atau dengan kata lain "memanusiakan manusia".

Melalui pemberdayaan akan timbul pergeseran peran dari semula "korban pembangunan" menjadi "pelaku pembangunan". Perspektif pembangunan memandang pemberdayaan sebagai sebuah konsep yang sangat luas. Dengan kata lain. pemberdayaan merupakan proses dengan mana orang menjadi cukup kuat untuk berpartisipasi dalam berbagai pengontrol atas, dan mempengaruhi terhadap kejadian-kejadian serta lembaga-lembaga yang mempengaruhi kehidupnnya.

Dikarenakan dalam model ini, pemberdayaan menunjuk pada kemampuan orang, khususnya kelompok rentan dan lemah, untuk; a)memiliki akses terhadap sumber-sumber produktif yang memungkinkan mereka dapat meningkatkan pendapatannya dan memperoleh barang-barang dan jasa-jasa yang mereka perlukan, dan; b) berpartisipasi dalam proses pembangunan dan keputusan-keputusan yang mempengaruhi mereka.

Adapun proses pemberdayaan, menurut Kindervater (1979: 261) dapat dilakukan dengan langkah-langkah, sebagai berikut :
a. Menyusun kelompok kecil sebagai penerima awal atas rencana program pemberdayaan.
b. Mengidentifikasi / membangun kelompok warga belajar.
c. Memilih dan melatih fasilitator kelompok.
d. Pengaktifan kelompok belajar
e. Menyelenggarakan pertemuan-pertemuan fasilitator
f. Mendukung aktivitas kelompok yang tengah berjalan
g. Mengembangkan hubungan antara kelompok
h. Menyelenggarakan sebuah lokakarya untuk evaluasi  

KUMPULAN MANFAAT BUAH DAN SAYURAN

Banyak mengkonsumsi buah dan sayuran sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh, terutama sayuran-sayuran dan buah-buahan yang kaya akan serat. Tahukah Anda apa saja manfaat buah dan sayuran yang selama ini kita makan. Berikut kumpulan sayuran dan buah serta manfaatnya bagi kesehatan tubuh :

1. Tomat
Lycopene yang terkandung di dalam Tomat sangat bermanfaat untuk :
- Mengurangi gejala Hipertensi
- Membantu menurunkan resiko gangguan jantung
- Menghambat pertumbuhan sel kanker pada prostat, leher rahim, payudara dan endometrium.
- Menghilangkan kelelahan dan menambah nafsu makan
- Membantu menjaga kesehatan organ hati, ginjal, dan mencegah kesulitan buang air besar.
- Menghilangkan jerawat.

2. Wortel
- Membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah
- Mencegah konstipasi atau kesulitan buang air
- Membantu meningkatkan ketahanan terhadap keracunan makanan
- Mengurangi risiko kanker paru-paru, kanker payudara dan kanker usus besar.

3. Bawang Putih
- Menurunkan kadar lemak dalam darah
- Mencegah penggumpalan darah
- Menurunkan tekanan darah.
- Mencegah Infeksi

4. Paprika
- Sebagai antioksidan
- Menurunkan kolesterol
- Mengatur suhu tubuh
- Mengobati infeksi hidung dan tenggorokan
- Menurukan kadar gula dalam darah
- Mengobati luka, memar dan keseleo
- Menumbuhkan rambut.

5. Bit
- Mengobati kantong empedu dan hati
- Mencegah anemia
- Menghancurkan sel tumor atau kanker
- Menurunkan kolesterol

6. Kedelai
- Menurunkan kolesterol
- Menurunkan kadar gula darah
- Mencegah dan menghambat laju pertumbuhan kanker payudara, kanker kolon
- Mencegah osteoporosis (pengeroposan tulang).
- Mengatasi gejala menopouse
- membantu menjaga berat badan

7. Kubis Kol
- Mempercepat penyembuhan bisul dan meningkatkan kesehatan pencernaan
- Menurunkan kadar kolesterol jahat atau LDL (Low Density Lipoprotein).
- Membantu menurunkan resiko gangguan jantung dan terjadinya stroke.
- Mengurangi resiko kanker lambung, kanker usus besar (kolon) dan kanker dubur
- Mengurangi resiko terserang katarak.

8. Brokoli
- Mencegah terjadinya kanker kolon, kanker prostat, kanker paru dan kaker perut
- Meningkatkan daya kerja otak
- Antioksidan
- Membantu melawan anemia
- Mencegah konstipasi sembelit dan gangguan pencernaan lainnya.
- Mengatur kadar gula darah.

9. Selada
- Membantu menurunkan resiko gangguan jatung dan terjadinya stroke
- Mengurangi resiko terjadinya kanker
- Mengurangi resiko terkena katarak
- Membantu mengurangi resiko spina bifida (salah satu gangguan kelainan pada tulang belakang).
- Membantu kerja pencernaan dan kesehatan organ hati
- Mengurangi gangguan anemia
- Membantu meringankan insomnia (sulit tidur) karena ketegangan saraf.

PEMBERDAYAAN FORUM PAMONG BELAJAR INDONESIA

Secara umum, pemberdayaan artikan sebagai usaha untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi suatu masyarakat atau lembaga, dikarenakan lembaga tersebut dalam keadaan yang kurang berdaya, kurang memberikan kontribusi terhadap anggotanya maupun terhadap masyarakat yang berada disekitarnya. Demikian juga halnya, dengan eksistensi forum Pamong Belajar Indonesia dalam menjalankan peran dan fungsinya, sebagai sebuah organisasi yang masih baru atau masih bayi jika dianalogikan dengan umur manusia.

Di samping itu, dengan umur yang masih muda, FPBI dituntut untuk tetap eksis dan suvive sebagai sebuah organisasi yang haris berpartisipasi dan berkontribusi terhadap penyelenggaraan pendidikan nonformal di wilayah kerjanya masing-masing. Sementara itu, kompensasi dan peran dan fungsi yang harus dilaksanakannya, FPBI sebagai sebuah organisasi, kurang mendapatkan prioritas dari kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah, terutama dalam hal biaya atau dana operasional kelembagaannya.

Sebagai salah satu alternatif pemecahan dari permasalahan tersebut, maka FPBI tingkat pusat maupun daerah harus berupaya untuk mendirikan lembaganya, supaya tetap eksis dalam kontribusi pada pelaksanaan visi dan misinya. Pemandirian tersebut, dapat dicapai melalui proses pemberdayaan forum pamong belajar Indonesia yang dapat memberikan keuntungan bagi FPBI sebagai lembaga penyelenggara, sekaligus dapat memberikan keuntungan berupa materi dan pelatihan bagi kelompok belajar yang menjadi sasaran pemberdayaan dan lembaga mitra FPBI untuk mencapai keuntungan secara bersama-sama. Pola pemberdayaan FPBI tersebut dapat dilihat pada bagain berikut ini :

-- Gambar --

Pencapaian tujuan dan ketercapaian hasil dari proses pemberdayaan Forum Pamong Belajar Indonesia, dapat dilakukan dengan melaksanakan tahapan-tahapan kegiatan yang dijelaskan pada materi-materi selanjutnya. Namun, perlu ditekankan bahwa tahapan-tahapan kegiatan pemberdayaan FPBI ini sifatnya fleksiberl dan bisa dikembangkan atau disesuaikan dengan karakteristik dan tujuan yang dicapai oleh FPBI tingkat daerah, dalam rangka memberdayakan dirinya sebagai sebuah organisasi pendukung penyelenggara program pendidikan nonformal di Indonesia.

10 WEBSITE SITUS YANG BANYAK MENYUMBANG BAHAN PENDIDIKAN DAN SAINS

Jika kita menjelajahi Jaring Jelajah Jember (www) di dunia Maya Internet ini, banyak hal-hal luar biasa yang akan kita temukan, tidak terkecuali dalam hal dunia pendidikan, akan kita temukan juga website atau situs yang memberikan sumbangan bahan, materi, muatan bahan pendidikan dan sains. Keberadaan situs-situs dan website yang luar biasa lengkap ini, sangat membantu perkembangan pendidikan dan dunia sain untuk bisa lebih maju dengan pesat. Berikut ini 10 website atau situs yang memberikan sumbangan besar terhadap kemajuan dan perkembangan pendidikan dan sain tersebut yaitu :

1. Nationalgeographic.com
Pengguna web disarankan untuk tidak melewatkan situs ini. Bukan hanya informasi mengenai kehidupan bumi saja, tetapi juga menampilkan data-data yang mencengangkan, informatif, serta ditulis secara ilmiah.

2. Google Public Data
Grafik yang mengesankan dari google.com/publicdata/home mengungkapkan semuanya dari bagaimana populasi planet berkembang hingga emisi CO2 selama kurun 40 tahun ke belakang. Ini seperti permata tersembunyi, namun dengan banyak penelitian dari Google, website ini benar benar mengagetkan.

3. flashearth.com
Google Earth tidak hanya pilihan bagi Anda untuk melihat tampilan satelit dan peta global. Satu persatu, citra satelit mengenai cuaca bumi yang diperbarui setiap hari, ditampilkan dan menggunakan animasi flash.

4. Times Online: Environment
Berdampingan dengan halaman The Timess Science, berita dan feature di timesonline.co.uk/tol/news/environment begitu berkualitas bagi semua orang yang tertarik dengan jurnal lingkungan, dengan pengkhususan pada laut, kehutanan, alam, dan materi lain.

5. Nature.org
Website resmi dari Nature Conservancy, organisasi di Amerika Serikat dengan jutaan anggota serta 720 staf ahli, memiliki otoritas masing-masing dari burung, bendungan dan kehutanan.

6. Vimeo.com
YouTube adalah surganya video bagi pencari data. Para pembuat karya dokumenter menampilkan video mereka di situs ini di mana banyak diantaranya berkualitas baik.

7. earthcam.com
Situs ini menampilkan koleksi lengkap mengenai keadaan dunia, secara nyata melalui webcam. Kecanggihan teknologi telah menyertai layanan ini.

8. Travel IQ
Website kuis geografi terbaik di internet, mikrosite dari TravelIPod, komunitas dari travel blogger, memiliki 12 level kesulitan. Anda harus memenuhi standar skor untuk mendapatkan kesempatan naik level.

9. Nongabay.com
Tidak seperti blog populer TreeHugger, situng Mongabay ini menampilkan lingkungan dengan kejutan yang tidak biasa. Misalnya saja Interview dengan pegulat anaconda muda.

10. Earthshots.org
Website yang tidak menyulitkan dengan tampilan alam terbaik serta pemenang dari kompetisi foto terbaik. Anda bisa mengambil foto dan juga menampilkan di situs itu.

Demikianlah 10 sepuluh website atau situs di dunia maya Internet yang banyak memberikan sumbangan terhadap dunia pendidikan dan sain. Semoga bermanfaat, terimakasih.

CARA MEMASANG HURUF ARAB DI KETIKAN KOMPUTER

Warga belajar --visiuniversal, ketika kita disuruh mengetik bahan yang ada huruf arabnya kita kebingungan karena memang dikomputer atau laptop pada umumnya belum terpasang ketikan untuk hurup arab, Berikut ini kita posting cara memasang huruf arab di ketikan komputer tersebut ; .

Berikut langkah-langkah mengubah huruf arab di komputer/laptop Anda :


1. Klik tombol 'Start' kemudian klik 'Control Panel'

2. Setelah muncul halaman 'Control Panel', kemudian klik 'Change keyboard or other input methods'

3. Setelah muncul halaman 'Region and Language', pertama klik 'Keyboards and Languages' kemudian kedua klik 'Change Keyboards'.

4. Setelah muncul halaman 'Text Services and Input Languages', kemudian pertama klik tab 'General' kemudian kedua klik tombol 'Add'

5. Pada halaman 'Add Input Language', carilah font 'Arabic (Saudi Arabia), kemudian klik plus disamping kirinya, maka akan muncul 'keyboard' dibawahnya. Lalu klik tanda plus disamping kiri 'keyboard', maka akan muncul lima kotak centang dibawahnya. Tapi berilah tanda centang/list pada kotak 'Arabic (101) dan Arabic (102) saja. Kalau sudah selesai, klik OK pada semua halaman yang terbuka.


6. Setelah melakukan tahap 5, seharusnya Anda sudah berhasil Menambah Huruf Arab pda Komputer Anda. Untuk membuktikannya sudah berhasil atau belum, maka Anda harus cek. Dengan cara mengklik tulisan "EN" yang terdapat toolbar bawah sebelah kanan. Ketika diklik maka akan muncul En dan AR. Tapi jika komputer Anda hanya ada tulisan EN, berarti Anda belum berhasil melakukan tahap demi tahap cara mengubah huruf arab di komputer seperti yang tertulis diatas. Lihat gambar dibawah ini:

7. Untuk mengetik tulisan Arab, Anda harus ganti dari EN menjadi AR dengan cara mengkliknya seperti pada gambar cara ke-6. Lalu bukalah halaman baru Microsoft Word.
PENTING!!!

a. Pastikan Setting font/hurufnya adalah "AR"
b. Pastikan jenis huruf di Ms.Word adalah "Arial (Body CS)"
PRAKTIK...
Coba anda ketik huruf berikut:
FSL (spasi) HGGI (spasi) HGVPLK (spasi) HGVPDL
Kalimat apa yang akan muncul??? ^_^

8. Untuk mengetik huruf/tulisan arab lengkap dengan harakatnya secara cepat, Anda membutuhkan panduan keyboard Arabic. Anda bisa membaca tulisan Panduan Mengetik Arab Keyboard Arabic

Demikian tulisan Cara Mengubah Huruf Arab di Komputer versi saya. Semoga bermanfaat bagi Anda semua.


sumber : http://ehpakguru.blogspot.com/2014/01/cara-mengubah-huruf-arab-komputer.html

10 SEPULUH NEGARA DENGAN SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK

Sistem Pendidikan di Indonesia
Berbagai negara telah mengembangkan sistem pendidikan yang menurut mereka bagus dan baik untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) mereka. Banyak negera yang telah berhasil menaikan hasil pembangunan sektor pendidikan mereka dengan sistem yang telah mereka laksanakan, seperti 10 sepuluh negara berikut ini : 

1. Finlandia

Dari informasi terbaru di akhir-akhir 2014, Sebuah klasemen liga global yang baru, yang dibuat oleh Economist Intelligence Unit of Pearson, telah menempatkan Finlandia menjadi negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. Pemeringkatan ini berdasarkan gabungan dari hasil tes internasional dan data seperti tingkat kelulusan antara tahun 2006 dan 2010, seperti yang dilaporkan oleh BBC.

Untuk Finlandia, ini bukan lah kebetulan. Karena mereka menerapkan reformasi pendidikan secara besar-besaran 40 tahun yang lalu, sistem sekolah di negara itu secara konsisten di atas rata-rata sistem pendidikan internasional. Dengan menerapkan pendidikan yang konsisten sejak usia dini, bahkan sejak anak masih dalam kandungan hingga pendidikan tinggi, maka finlandia mampu mengembangkan sumber daya manusia negaranya dengan sangat cepat. Pendidikan finlandia baca di sini !!


2. Korea Selatan

Di korea selatan, sekolah untuk semua anak berusia antara enam dan lima belas adalah gratis. SMA, untuk siswa usia 15-18, dikenakan biaya biaya kuliah untuk menambah dana dari pemerintah. Pembiayaan sekolah sangat terpusat, dengan sistem sekolah lokal yang berasal 80% dari pendapatan mereka dari anggaran belanja Kementerian Pendidikan Nasional, Sains dan Teknologi (MEST). Kementerian pusat langsung mendanai gaji guru di sekolah tingkat SD atau yang dibawah nya serta program prasekolah.

Sekolah swasta menerima sejumlah kecil dana pemerintah dan subsidi, tetapi dibiayai melalui biaya pendidikan dan dukungan dari donor swasta dan organisasi. Korea Selatan menghabiskan $ 7.434 per siswa di semua tingkat pendidikan, dibandingkan dengan rata-rata OECD dari $ 8.831. Namun, ini merupakan 7,6% dari PDB Korea Selatan dihabiskan untuk pendidikan, dibandingkan dengan rata-rata OECD sebesar 5,9%. Ini adalah persentase tertinggi kedua dari PDB dihabiskan untuk pendidikan antara negara-negara OECD.

Pemerintah Korea Selatan secara historis sangat terpusat, dan sistem pendidikan mencerminkan hal ini. Struktur tata kelola pendidikan sangat mirip dengan operasi pemerintah Korea lainnya, dengan inisiatif utama diproduksi dan didanai oleh kantor pusat dan dilakukan oleh yang lebih rendah, cabang regional dari kantor pusat. Semua kantor metropolitan, kota / daerah dan provinsi pendidikan harus mengambil arah kebijakan umum dari MEST, tetapi dapat membuat keputusan anggaran dan perekrutan untuk daerah masing-masing. Dalam beberapa tahun terakhir, telah ada upaya untuk mendesentralisasikan sistem dan memungkinkan lebih banyak pengambilan keputusan di tingkat sekolah. Setiap sekolah memiliki dewan sekolah sendiri dengan beberapa derajat otonomi dalam hal mempromosikan guru atau mengatur pengembangan profesional, tapi ini masih cukup terbatas.
Departemen Pendidikan meninggalkan sebagian besar proses perencanaan anggaran dan keputusan administratif kepada dinas pendidikan kota dan provinsi. Dewan sekolah lokal yang terpilih, meskipun mereka apolitis dan lebih dari 50% dari anggota dewan diwajibkan oleh hukum untuk memiliki minimal sepuluh tahun pengalaman di bidang pendidikan.

Sekolah dievaluasi setiap tahun oleh kelompok pemantau eksternal yang ditetapkan oleh dinas pendidikan provinsi. Mereka menyelesaikan inspeksi sekolah berdasarkan rencana evaluasi Departemen Pendidikan, yang menetapkan arah dan standar. Evaluasi sekolah, Ulasan teknik mengajar dan praktik pembelajaran, kurikulum dan kebutuhan mahasiswa. Departemen Pendidikan baru-baru ini telah menambahkan penghargaan berbasis kinerja sekolah di mana akan dipilih sekolah dengan performa terbaik untuk menerima bonus. Hasil evaluasi sekolah dilaporkan kepada publik.

Guru dievaluasi oleh kepala sekolah mereka meskipun kepala sekolah tidak memiliki kekuatan untuk langsung mengganjar atau menghukum guru berdasarkan evaluasi mereka. Namun demikian, diberikan insentif untuk kinerja tinggi. Salah satu insentif utama adalah sebutan dari “Guru Guru,” yang memberikan hak efektif, guru berpengalaman untuk gaji bulanan kecil di samping gaji normal mereka. Insentif tambahan mencakup bonus dan mempelajari peluang di luar negeri.


3. Hong Kong

Lebih dari 20% anggaran belanja pemerintah Hong Kong adalah untuk sektor pendidikan. Oleh karena itu tidak mengherankan bahwa Hong Kong telah mengembangkan sistem pendidikan yang sangat baik melayani mahasiswa lokal dan expatriat, juga sekelompok universitas kelas dunia.

Tahun ajaran di Hong Kong dimulai pada musim gugur dan berakhir pada awal musim panas. Selama liburan utama termasuk Natal, Paskah, dan Tahun Baru Cina, sekolah diliburkan.

Struktur sistem pendidikan di Hong Kong didasarkan dari sistem Britania Raya. Dimulai pada usia tiga tahun memasuki TK. Setelah TK, siswa masuk enam tahun sekolah dasar. Masing-masing dari tiga tahun terakhir dari sekolah dasar diakhiri dengan pemeriksaan intens, yang menentukan sekolah menengah bagi setiap siswa yang memenuhi persyaratan.

Sekolah menengah dibagi menjadi dua tingkat: Junior dan Senior. Sekolah-sekolah menengah itu sendiri dibagi menjadi tiga kelompok. Tujuan pengelompokan ini adalah menentukan peringkat dalam urutan prestise akademik, dengan kelompok 1 yang paling bergengsi. Tentu, semakin baik peringkat ¨pengelompokan¨dari sekolah, semakin besar kesempatan yang diperoleh untuk masuk ke universitas bergengsi.

Akhir periode sekolah menengah ditandai dengan dua ujian, Sertifikat Ujian Pendidikan Hong Kong (HKCEE) dan Pemeriksaan Tingkat Lanjutan Hong Kong (HKALE). HKALE ini mirip dengan ujian A-Level di Inggris, dan nilai yang diperoleh siswa menjadi faktor penting dalam proses penerimaan di universitas.

Kurikulum sekolah umum Hong Kong diajarkan dalam bahasa Kanton, sebagian besar siswa internasional dan expat di Hong Kong mengikuti sekolah swasta dan internasional berdasarkan kurikulum dari negara asal mereka. Sekolah-sekolah ini dikelola oleh fakultas yang sangat berkualitas di Hong Kong maupun luar negeri. Banyak dari sekolah ini mengikuti kurikulum International Baccalaureate (IB).

Hong Kong memiliki delapan universitas yang sangat kompetitif, yang semuanya memiliki ruang untuk siswa internasional serta siswa lokal. Mereka juga menawarkan berbagai studi di luar negeri. Kuliah di universitas Hong Kong tidak murah, sekitar US $ 10.000 per tahun. Berkat dukungan dari pemerintah dan perusahaan swasta, namun, universitas menawarkan berbagai beasiswa dan bantuan paket keuangan. Dana pemerintah dan perusahaan swasta ini juga memastikan bahwa ada dana yang tersedia untuk pengembangan dan penelitian akademik.

Universitas Hong Kong menuntut kemampuan tingkat tinggi dalam bahasa Inggris, dan siswa yang non-penutur asli harus mengambil Test Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (TOEFL) sebelum masuk. Sekitar 66% dari siswa Hong Kong melanjutkan studi lebih lanjut setelah sekolah menengah.

Hong Kong saat ini sedang dalam proses reformasi pendidikan utama, yang dirancang untuk mengurangi jumlah ujian dalam kurikulum dan untuk menempatkan lebih banyak perhatian pada pengembangan pribadi. Ini termasuk penekanan pada perkembangan moral, layanan sipil dan kebugaran fisik. Masa satu tahun juga akan ditambahkan ke tingkat Senior sekolah menengah pada tahun 2012. Akhirnya, satu tahun tambahan akan ditambahkan ke jumlah tahun yang diperlukan untuk belajar untuk gelar Bachelor (saat ini tiga), yang berarti bahwa mahasiswa Hong Kong akan diminta untuk menempatkan standar empat tahun studi sarjana.

4. Jepang

Sistem pendidikan Jepang direformasi setelah Perang Dunia II. Sistem Lama 6-5-3-3 berubah menjadi sistem 6-3-3-4 (6 tahun sekolah dasar, 3 tahun SMP, 3 tahun SMA dan 4 tahun Universitas) dengan mengacu ke sistem Amerika. Gimukyoiku (wajib belajar) 9 tahun, 6 di shougakkou (SD) dan 3 di chuugakkou (SMP).

Jepang memiliki salah satu populasi di dunia yang paling berpendidikan, dengan 100% pendaftaran di kelas wajib dan buta huruf. Meskipun tidak wajib, SMA (koukou) pendaftaran nya adalah lebih dari 96% secara nasional dan hampir 100% di kota-kota. Sekitar 46% dari semua lulusan SMA melanjutkan ke universitas atau perguruan tinggi junior.

Departemen Pendidikan mengawasi kurikulum, buku teks, kelas dan mempertahankan tingkat pendidikan yang seragam di seluruh negeri. Akibatnya, standar pendidikan yang tinggi menyebar merata di seantero Jepang.

Sebagian besar sekolah beroperasi pada sistem jangka tiga tahun dengan tahun ajaran baru mulai pada bulan April. Sistem pendidikan modern dimulai pada tahun 1872, dan adalah model utama setelah sistem sekolah Perancis, yang dimulai pada bulan April. Tahun fiskal di Jepang juga dimulai pada bulan April dan berakhir pada bulan Maret tahun berikutnya, yang lebih nyaman dalam banyak aspek.

April adalah puncak musim semi saat cherry blossom (bunga yang paling dicintai di Jepang!) Mekar dan waktu yang paling cocok untuk awal yang baru di Jepang. Perbedaan dalam sistem tahun ajaran sekolah menyebabkan beberapa ketidaknyamanan untuk siswa yang ingin belajar di luar negeri. Setengah tahun yang terbuang hanya untuj menunggu masuk dan biasanya satu tahun lagi yang terbuang ketika kembali ke sistem universitas Jepang dan harus mengulang satu tahun .

Kecuali untuk tingkatan yang lebih rendah dari sekolah dasar, hari sekolah rata-rata pada hari kerja adalah 6 jam, yang membuatnya menjadi salah satu hari-hari sekolah terpanjang di dunia. Bahkan setelah selesai jam sekolah, anak-anak memiliki latihan dan pekerjaan rumah lain untuk membuat mereka sibuk. Liburan adalah 6 minggu di musim panas dan sekitar 2 minggu masing-masing untuk musim dingin dan musim semi.

Setiap kelas memiliki kelas tetap sendiri di mana mahasiswa mengambil semua kursus, kecuali untuk pelatihan praktis dan bekerja di laboratorium. Selama pendidikan dasar, dalam banyak kasus, satu guru mengajar semua mata pelajaran di masing-masing kelas. Sebagai hasil dari pertumbuhan penduduk yang cepat setelah Perang Dunia II, jumlah siswa di kelas SD atau SMP melebihi 50 siswa per kelas, tapi sekarang sudah ditekan di bawah 40 siswa per kelas. Di sekolah dasar negeri dan sekolah menengah pertama, makan siang ( kyuushoku) disediakan pada menu standar, dan dilakukan di dalam kelas. Hampir semua SMP mengharuskan mahasiswa untuk mengenakan seragam sekolah (seifuku).

Perbedaan besar antara sistem sekolah Jepang dan sistem sekolah Amerika bahwa sistem Amerika menghormati individualitas sementara Jepang mengontrol individu dengan mengamati aturan kelompok. Hal ini membantu untuk menjelaskan karakteristik perilaku kelompok di Jepang.

5. Singapura

Departemen Pendidikan bertujuan untuk membantu siswa untuk menemukan bakat mereka sendiri, untuk menggali bakat terbaik mereka dan menyadari potensi penuh mereka, dan untuk mengembangkan semangat untuk belajar yang berlangsung sepanjang hidup.

Singapura memiliki sistem pendidikan yang kuat. Siswa Singapura bercita-cita tinggi dan mereka mencapai hasil yang sangat baik. Hal ini diakui di seluruh dunia. Dengan memiliki sekolah yang baik, dengan pemimpin sekolah dan guru yang berkualitas, dan fasilitas yang terbaik di dunia.

Singapura sedang membangun kekuatan ini untuk mempersiapkan generasi berikutnya untuk masa depan. Ini adalah masa depan yang membawa peluang yang sangat besar, terutama di Asia, tetapi juga akan membawa banyak perubahan yang kita tidak bisa ramalkan. Tugas sekolah dan perguruan tinggi adalah untuk memberikan anak-anak muda kesempatan untuk mengembangkan keterampilan, karakter dan nilai-nilai yang akan memungkinkan mereka untuk terus melakukannya dengan baik dan membuat Singapura lebih maju.

Singapura telah bergerak dalam beberapa tahun terakhir menuju sistem pendidikan yang lebih fleksibel dan beragam. Tujuannya adalah untuk memberikan siswa berbagai pilihan yang lebih besar untuk memenuhi kepentingan yang berbeda dan cara belajar. Mampu memilih apa dan bagaimana mereka belajar akan mendorong mereka untuk mengambil kepemilikan yang lebih besar dari pembelajaran mereka. Singapura juga memberikan siswa pendidikan yang lebih berbasis luas untuk memastikan mereka semua adalah siswa yang berkualitas.

Pendekatan ini dalam pendidikan akan memungkinkan untuk memelihara anak-anak muda dengan keahlian yang berbeda yang mereka butuhkan untuk masa depan. Pemerintah Singapura berusaha untuk membantu setiap anak menemukan bakatnya sendiri, dan tumbuh dan muncul dari kemampuannya. Tenaga pengajar di sini akan mendorong mereka untuk mengikuti naluri mereka, dan mempromosikan keragaman bakat di antara mereka – dalam bidang akademik, dan dalam olahraga dan seni.

Tradisi mereka adalah memelihara anak-anak muda Singapura yang mengajukan pertanyaan dan mencari jawaban, dan yang bersedia untuk berpikir dengan cara baru, memecahkan masalah baru dan menciptakan peluang baru untuk masa depan. Dan, tak kalah penting, ingin membantu anak muda untuk membangun seperangkat nilai-nilai sehingga mereka memiliki kekuatan karakter dan ketahanan untuk menghadapi kemunduran yang tak terelakkan dalam hidup tanpa perlu berkecil hati, dan sehingga mereka memiliki kemauan untuk bekerja keras untuk mencapai impian mereka.


6. Britania Raya

Pendidikan di Britania Raya didelegasikan kepada masing-masing negara di Britania Raya yang memiliki sistem yang terpisah di bawah pemerintahan terpisah: Pemerintah Inggris bertanggung jawab untuk Inggris; Pemerintah Skotlandia, Pemerintah Wales dan Eksekutif Irlandia Utara bertanggung jawab untuk Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara.

Di setiap negara ada lima tahapan pendidikan: pendidikan awal, primer, sekunder, Pendidikan Lanjutan (FE) dan Perguruan Tinggi (PT). Undang-undang menyatakan bahwa pendidikan purna waktu adalah wajib untuk semua anak berusia 5 tahun (. 4 tahun di Irlandia Utara) dan 16 tahun, yang merupakan Usia Wajib Sekolah (CSA). Pendidikan ini tidak perlu berada di sekolah dan semakin banyak orang tua memilih untuk melakukan kegiatan pendidikan di rumah.

Kurikulum Nasional (NC), dibentuk pada tahun 1988, menyediakan kerangka kerja untuk pendidikan di Inggris dan Wales antara usia 5 dan 18 tahun. Meskipun NC tidak wajib diikuti oleh sebagian besar sekolah negeri, tetapi banyak sekolah swasta, akademi, sekolah gratis dan pendidikan di rumah mendesain kurikulum sendiri. Di Skotlandia program wajib belajar nya pada umur 5-14 tahun, dan di Irlandia Utara terdapat program kurikulum umum.


7. Belanda

Pendidikan di Belanda terdiri dari tingkat pendidikan dasar, menengah, dan tinggi. Tingkat ini membentuk jalur studi, yang mengarah ke berbagai jenis. Struktur ini sangat fleksibel dan bermanfaat bagi siswa karena mereka dapat beralih pendidikan mereka dari satu studi dengan jalur yang lain untuk memecahkan kemungkinan kesulitan yang mereka hadapi dan mencapai tujuan pendidikan mereka.

Standar kualitas Sistem pendidikan Belanda diterapkan oleh hukum yang dikeluarkan pada tahun 1815. Menurut hukum itu, setiap program studi di negara ini harus diakreditasi oleh Pemerintah atau organisasi yang sesuai.

Belanda menjadi negara non-berbahasa Inggris pertama yang mulai menawarkan pendidikan bagi siswa dari luar negeri. Sekolah internasional memadukan sistem pendidikan Belanda dan internasional untuk pendidikan menengah, yang membedakan mereka dari sekolah-sekolah di negara-negara berbahasa Inggris yang lazim nya menetapkan kurikulum nasional.

Di Belanda, siswa dapat mengikuti program berdasarkan kurikulum dari negara-negara lain (Inggris atau AS) atau kurikulum internasional yang dikembangkan khusus: International Baccalaureate (IB). Semua program yang diakui secara internasional dan memungkinkan siswa untuk mendapatkan akses ke perguruan tinggi di negara manapun di dunia.

Ketika siswa mendapatkan gelar diploma sekolah menengah dan memenuhi persyaratan penerimaan lain, mereka dapat mengajukan permohonan untuk program gelar di universitas Belanda.


8. Selandia Baru

Sistem pendidikan di Selandia Baru memiliki tiga tingkatan – pendidikan anak usia dini, sekolah menengah, dan pendidikan tinggi – di mana siswa dapat mengikuti berbagai jalur yang fleksibel.

Sistem dirancang untuk mengenali kemampuan yang berbeda, keyakinan agama, kelompok etnis, tingkat pendapatan, ide-ide tentang pengajaran dan pembelajaran, dan memungkinkan penyedia pendidikan untuk mengembangkan karakter khusus mereka sendiri.

Kebijakan nasional dan kerangka kerja untuk regulasi dan bimbingan, persyaratan dan pengaturan pendanaan ditetapkan oleh pemerintah pusat dan dikelola melalui badan-badan tersebut. Kewenangan administratif untuk sebagian besar pelayanan pendidikan diserahkan kepada lembaga-lembaga pendidikan, yang diatur oleh Dewan Perwakilan Rakyat.

Selandia Baru memiliki sistem jaminan kualitas yang kuat yang memastikan konsistensi, pendidikan berkualitas tinggi di semua tingkat sistem pendidikan, baik negeri maupun swasta.


9. Swiss

Swiss memiliki sistem pendidikan desentralisasi. Sebagian besar keputusan tentang penyelenggaraan sekolah dasar dan menengah diambil di tingkat kewilayahan. Itu juga merupakan kanton yang menyediakan sebagian besar pembiayaan.

Swiss tidak memiliki menteri federal pendidikan. Namun demikian, beberapa aspek organisasi dari sistem pendidikan berlaku di seluruh negeri. Ini termasuk durasi tahun ajaran, dan jumlah tahun wajib belajar.

Di daerah kanton lain, secara tradisional memiliki tingkat otonomi yang besar.

Setiap canton memiliki kepala pendidikan, yang semuanya bersama-sama membentuk Konferensi Cantonal Swiss Menteri Pendidikan (EDK dalam bahasa Jerman). EDK memainkan peran penting dalam membahas dan mengkoordinasikan kebijakan pendidikan, dan dalam menekankan nilai-nilai tertentu dalam pendidikan.


10. Kanada

Sistem pendidikan di Kanada mencakup sekolah private dan sekolah swasta, termasuk: perguruan tinggi / lembaga teknis, institut kejuruan, sekolah bahasa, sekolah menengah, kamp musim panas, dan universitas.

Pendidikan adalah tanggung jawab pemerintah provinsi di bawah konstitusi Kanada, yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara sistem pendidikan di masing-masing provinsi. Namun pemerintah Kanada menerapkan standar tinggi secara seragam di setiap provinsi.

Secara umum, anak-anak Kanada memulai pendidikan dari TK untuk satu atau dua tahun pada usia empat atau lima tahun. Semua anak-anak mulai pendidikan tingkat satu pada usia sekitar enam tahun. Tahun ajaran biasanya berlangsung mulai September sampai Juni berikutnya, tetapi dalam beberapa kasus, terkadang dimulai pada Januari. Sekolah menengah dimulai dari Kelas 11 atau 12, tergantung pada provinsi. Setelah itu, siswa dapat melanjutkan pendidikan ke tingkat universitas, perguruan tinggi atau studi Cegep. CEGEP adalah akronim dalam bahasa Perancis yang berarti Institut Pendidikan Kejuruan, dan dua tahun pendidikan umum atau tiga tahun pendidikan teknis antara sekolah menengah dan universitas. Provinsi Quebec memiliki sistem Cegep.
Demikian 10 sepuluh negara dengan sistem pendidikan yang dinyataakan terbaik saat ini,..kita hendaknya merenung, entah kapan indonesia dinyatakan sebagai negara dengan sistem pendidikan yang terbaik, paling tidak baik dengan tidak adanya polemik di berbagai lini yang mempengaruhi sistem dan faktor-faktor pendukungnya...kita tunggu saja !!
 
Source : https://sulitabatigol.wordpress.com/

PENGERTIAN DAN JENIS AIR MENURUT TEMPATNYA DI BUMI

Air sebagai sumber daya adalah air yang dibutuhkan oleh semua kehidupan, baik tumbuhan, mikroorganisme maupun manusia. Agar tetap dapat kita pakai air harus dijaga supaya tidak tercemar, karena sifat air yang mudah berubah baik dari segi bentuk, ukuran dan rasa warna dari lingkungannya yang mempengaruhinya, apa lagi jika lingkungan yang tercemar maka air juga akan mudah sekali tercemar. Menurut tempat terjadinya air dapat dibagi atas, air permukaan, dan air bawah tanah. Sebagai berikut :

1. Air Permukaan

Air pemukaan adalah air yang ada dipermukaan bumi dan dapat terlihat, terdiri dari :

a. Air sungai

Air sungai adalah air yang mengalir melalui terusan alami yang kedua pinggirnya dibatasi oleh tanggul-tanggul dan airnya mengalir ke laut, ke danau, atau ke sungai lain yang merupakan sungai induk. Sungai banyak terdapat di Indonesia yang berhulu di daerah pegunungan. Bagi daerah-daerah tertentu kegunaan sungai-sungai itu berbeda-beda. Manfaat air sungai bagi kehidupan sangat besar artinya seperti untuk mengairi pertanian di pesawahan, perikanan lalu lintas perairan, pembangkit tenaga listrik, dan pariwisata.

Sungai dapat dibagi atas dua jenis:

(1) Sungai hujan, yaitu sungai yang airnya berasal dari hujan dan mata-mata air. Sungai seperti ini airnya tidak tetap. Bila musim hujan airnya banyak, adakalanya banjir. Sebaliknya pada musim kemarau airnya sedikit. Sungai-sungai di Indonesia pada umumnya adalah sungai hujan, kecuali sungai-sungai di Irian Jaya.

(2) Sungai gletser, yaitu sungai yang mendapat airnya dari gletser (es) atau salju yang mencair. Sungai seperti ini airnya tetap. Baik pada musim hujan maupun pada musim kemarau. Jenis sungai ini di Indonesia adalah sungai Membaramo yang Gletsernya berasal dari puncak gunung Jayawijaya. Di Indonesia sangat banyak sungai, baik yang dapat dilayari maupun tidak.

Berikut ini rincian sungai-sungai di Indonesia

Di Sumatera:
Sungai Peusangan, sungai Jamboaye, Sungai Simpang Kanan, Sungai Simpang Kiri, Sungai Meuruebo, Sungai Wampu, Sungai Asaham, Sungai Kuala, Sungai Bilah, Sungai Barumun, Sungai Batang Toru, Sungai Batang Gadis, Sungai Rokan, Sungai Siak, Sungai Kampar, Sungai Batang Indragiri, Sungai Batang Hari, Sungai Musi, dengan anak-anaknya, sungai Komering, Sungai Ogan, dan sugan Lematang.

Di Jawa:
Cibanten, Ciujung, Cikande, Cisadane, Ciliwung, Citarum, Cimanuk, Cimandiri, Citandui, Kali Serayu, Kali Serang, Begawan Solo, Kali Brantas, Kali Mas, Kali Porong.

Di Kalimantan:
Sungai Kapuas, Sungai Barito, Sungai Mahakam, sungai Kahayan, Sungai Martapura, sungai Dayak Besar, Sungai Dayak Kecil, Sungai Serujan dan lain-lain.

Di Sulawesi:
Sungai Cenrang, Sungai Sadang, Sungai Karam, Sungai Palu, Sungai Poso, Sungai Kalung, Sungai Kampar, Sungai Bangka, Dan lain-lain.

Di Irian:
Sungai Membarano, Sungai Merauke, Sungai Digul, Sungai Baliem, Sungai Kamandan, Sungai Wapoga dan lain-lain.

b. Air Danau

Berasal dari air hujan, air tanah atua mata air. Berkurangnya air danau disebabkan oleh penguapan, perembesan ke dalam tanah, dan pengaliran oleh sungai. Penguapan dan pengembunan biasanya seimbang, kecuali di daerah yang sangat lembab dan sangat kering.

Air danau dan air waduk di Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai berikut :
  • Untuk pengairan atau irigasi pertanian persawahan dan pertanian-pertanian lainnya.
  • Untuk perikanan yaitu perikanan air tawar, seperti di danau toba (Sumatra Utara), danau laur Tawar (Aceh Tengah), Danau Tempe (Sulawesi).
  • Untuk pembangkit tenaga listrik, seperti air waduk Jatiluhur (Jawa Barat), Cirata (Jawa Barat), dan lain-lain.
  • Untuk objek Pariwisata, karena pemandangan daerah disekitar danau yang mempesona dan udara yang sejuk. Di Indonesia sudah banyak danau-danau yang telah dijadikan objek pariwisata, seperti danau toba, danau Singkarak (Sumatera Barat), Danau Poso dan Tempe di Sulawesi, dan lain-alin yang tidak sedikit mengundang wisatawan manca negara dan domestik (lokal) atau wisatawan dalam negeri.
c. Air Laut

Pencapaian bumi kita sebagian besar terdiri dari perairan laut, yaitu mencapai 70% luas lautnya, dan luas daratan hanya 30% dari luar permukaan bumi. Di Indonesia perairan laut lebih luas dibandingkan dengan daratannya, yaitu 3 banding 2 dari luas seluruh Indonesia. Apakah kamu ingat, berapakah luar Indonesia keseluruhan. Mari kita sama-sama hitung berapakan luas laut Indonesia.

Seperti halnya air permukaan yang lain, air laut juga mempunyai arti yang tinggi bagi kehidupan. Air laut dapat dimanfaatkan oleh manusia, selain air lautnya sendiri juga lautnya. Manfaat bagi manusia sebagai berikut: 
  • air laut dapat dijadikan garam dapur, yang merupakan salah satu zat yang sangat diperlukan oleh tubuh manusia.
  • Di dalam air laut dapat dibudidayakan berbagai sumber protein hewani (ikan laut) dan sebagai lahan tempat pembudidayaan rumput laut sebagai bahan dasar membuat agar-agar dan kosmetika.
  • Perairan laut merupakan lalu lintas pelayaran dan pengangkutan yang paling murah, karena dapat menampung dalam jumlah tonase yang lebih besar.


2. Air Bawah tanah

a. Gaiser (Geyser)
Air di bawah tanah bisa menguap karena panas magma. Kadang-kadang uap dan air yang panas karena panas magma itu dapat keluar kepemukaan bumi dan menyebur ke atas. Semburan itu disebut gaiser. Di Indonesia geiser antara lain terdapat di Cisolok dekat Pelabuhan Ratu (Jawa Barat), di Grobongan Purwodadi (Jawa Tengah), di Baturaden (Jawa Tengah).

Selain menyembur, air panas itu juga dapat keluar sebagai sumber air panas. Di Indonesia sumber air panas terdapat di berbagai tempat, seperti di lereng Gunung Tangkupan Perahu yaitu Ciater, Maribaya, lereng gunung Guntur di Garut (Jawa Barat), di Baturaden (Jawa Tengah).Sumber air panas banyak memberikan keuntungan bagi manusia. Umumnya daerah sumber air panas ini menjadi objek pariwisata. Sumber air panas dapat menyembuhkan penyakit tertentu.

b. Artois (artesis)

Air yang meresap ke dalam tanah dan tertahan oleh suatu lapisan batuan yang kedap air bisa membentuk suatu cadangan air. Cadangan air itu ada yang dangkal dan ada yang dalam. Cadangan air yang dangkal disebut air tanah dangkal misalnya air sumur. Sedangkan cadangan air yang lebih dalam lagi disebut air tanah dalam yang sering disebut air artesis, mata airnya disebut mata air artesis. Di daerah-daerah yang diperkirakan memiliki mata air artesis sering sengaja dibuat mata airnya dengan cara mengebor sampai kedalaman tertentu. Apa bila sumber air artesis ini besar, maka dapat dijadikan untuk pengairan lahan pertanian dan untuk keperluan air minum.

Sumber: Buku Modul Warga Belajar Paket B Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah, 2012

KONSEP PROGRAM PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILLS)

Program Pendidikan Kecakapan Hidup atau disebut juga life skills, sebagai salah satu program primadona untuk PNF yang mengedepankan kemampuan keterampilan dan kewirausahaan untuk masyarakat. Apa sih sebenarnya yang disebut dengan Pendidikan Kecakapan Hidup atau life skills ini?

Pengertian Teoritis

Begitu banyak pengertian tentang Pendidikan Kecakapan Hidup atau life skills ini, baik yang dikemukakan oleh para pakar maupun badan/lembaga yang memiliki otoritas di bidang pendidikan, pelatihan dan kesehatan. Menurut Broling (1989) "life skills adalah interaksi berbagai pengetahuan dan kecakapan yang sangat penting dimiliki oleh seseorang sehingga mereka dapat hidup mandiri". Broling mengelompokan life skill ke dalam tiga kelompok kecakapan yaitu; kecakapan hidup sehari-hari (daily living skill), kecakapan hidup pribadi/sosial (personal/social skill) dan kecakapan hidup bekerja (occupational skill).

Kecakapan hidup sehari-hari (daily living skill), antara lain meliputi: pengelolaan kebutuhan pribadi. Pengelolaan keuangan pribadi, pengelolaan rumah pribadi, kesadaran kesehatan, kesadaran keamanan, pengelolaan makanan-gizi, pengelolaan pakaian, kesadaran pribadi sebagai warga negara, pengelolaan waktu luang, rekreasi, dan kesadaran lingkungan.

Kecakapan hidup sosial/pribadi (personal/social skill), antara lain, meliputi; kesadaran diri (minat, bakat, sikap, kecakapan), percaya diri, komunikasi dengan orang lain, tenggang  rasa dan kepedulian pada sesama, hubungan antar personal, pemahaman dan pemecahan masalah, menemukan dan mengembangkan kebiasaan positif kemandirian dan kepemimpinan.

Sedangkan yang termasuk dalam kecakapan hidup bekerja (occupational skill), meliputi, kecakapan memilih pekerjaan, perencahaan kerja, persiapan keterampilan kerja, latihan keterampilan, penguasaan kompetensi, menjalankan sesuatu profesi, kesadaran untuk menguasai berbagai keterampilan, kemampuan menguasai dan menerapkan teknologi, merancang dan melaksanakan proses pekerjaan, dan menghasilkan produk barang dan jasa.

WHO (1997) memberikan pengertian bahwa kecakapan hidup adalah berbagai keterampilan/kemampuan untuk dapat beradaptasi dan berperilaku positif, yang memungkinkan seseorang mampu menghadapi berbagai tuntutan dan tantangan dalam hidupnya sehari-hari secara efektif. WHO mengelompokan kecakapan hidup ke dalam lima kelompok, yaitu: (1) kecakapan mengenal diri (self awareness) atau kecakapan pribadi (personal skill), (2) kecakapan sosial (Social skill), (3) kecakapan berpikir (thingking skill), (4) kecakapan akademik (academic skill) dan (5) kecakapan kejujuran (Vocational skill).

Dari uraian di atas, dapat dirumuskan bahwa hakikat pendidikan kecakapan hidup dalam pendidikan nonformal adalah merupakan upaya untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, sikap dan kemampuan yang memungkinkan warga belajar dapat hidup mandiri. Dalam penyelenggaraan pendidikan kecakapan hidup didasarkan atas prinsip Empat Pilar Pendidikan, yaitu "learning to know" (belajar untuk memperoleh pengetahuan yang diikuti oleh "learning to learn" yaitu belajar untuk tahu cara belajar). "learning to do" (belajar untuk dapat berbuat/ melakukan pekerjaan), "learning to be" (belajar agar dapat menjadi orang yang berguna sesuai dengan bakat, minat dan potensi diri) dan "learning to live together" (belajar untuk dapat hidup bersama dengan orang lain).

Life skill masyarakat



Pengertian Operasional

Pendidikan kecakapan hidup pada dasarnya merupakan suatu upaya pendidikan untuk meningkatkan kecakapan hidup setiap warga negara. Pengertian kecakapan hidup adalah kecakapan yang dimiliki oleh seseorang untuk berani menghadapi problema hidup dan kehidupan dengan wajar tanpa merasa tertekan, kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi, sehingga akhirnya mampu mengatasinya.

Secara operasional, program kecakapan hidup dalam pendidikan non formal dipilih menjadi empat jensi yaitu :

1. Kecakapan pribadi (personal skill), yang mencakup kecakapan mengenal diri sendiri, kecakapan berpikir rasional, dan percaya diri.

2. Kecakapan sosial (social skill), seperti kecakapan melakukan kerjasama, bertenggang rasa, dan tanggung jawab sosial.

3. Kecakapan akademik (academic skill), seperti kecakapan dalam berfikir secara ilmiah, melakukan penelitian, dan percobaan-percobaan dengan pendekatan ilmiah.

4. Kecakapan vokasional (vocational skill) adalah kecakapan yang dikaitkan dengan bidang pekerjaan tertentu yang terdapat di masyarakat. Seperti di bidang jasa (perbengkelan, jahit menjahit), dan produksi barang tertentu (peternakan, pertanian, perkebunan).

Keempat jenis kecakapan hidup di atas, dilandasi oleh kecakapan spritual, yakni; keimanan, ketakwaan, moral, etika dan budi pekerti yang luhur sebagai salah satu pengamalan dari sila pertama Pancasila. Dengan demikian, pendidikan kecakapan hidup diarahkan pada pembentuka manusia yang berakhlak mulia, cerdas, terampil, sehat, mandiri serta memiliki produktivitas dan etos kerja yang tinggi.

Penyelenggaraan pendidikan kecakapan hidup pada satuan dan program pendidikan nonformal, utamanya dalam rangka pengentasan kemiskinan dan penanggulangan pengangguran lebih ditekankan pada upaya pembelajaran yang dapat memberikan penghasilan (learning and earning).

Oleh karena itu, penyelenggaraan pendidikan kecakapan hidup dengan pendekatan "broad based education (BBE)" pada jalur pendidikan non formal (Malik Fadjar, 2001), ditandai oleh:

1. Kemampuan membaca dan menulis secara fungsional, baik dalam bahasa Indonesia maupun salah satu bahasa asing (inggris, arab, mandarin, jepang, dan lainnya).

2. Kemampuan merumuskan dan memecahkan masalah yang dihadapi melalui proses pembelajaran berpikir kritis dan ilmiah, penelitian, penemuan dan penciptaan.

3. Kemampuan menghitung dengan atau tanpa bantuan teknologi guna mendukung kedua kemampuan tersebut di atas.

4. Kemampuan memanfaatkan keanekaragaman teknologi diberbagai lapangang kehidupan (pertanian, perikanan, peternakan, kerajinan, kerumahtangga, kesehatan, komunikasi informasi, manufaktur dan industri, perdagangan, kesenian, dan olahraga).

5. Kemampuan mengelola sumber daya alam, sosial, budaya dan lingkungan

6. Kemampuan bekerja dalam tim baik dalam sektor formal maupun informal.

7. Kemampuan memahami diri sendiri, orang lain dan lingkungannya.

8. Kemampuan berusaha secara terus menerus dan menjadi manusia belajar dan pembelajar

9. Kemampuan mengintegrasikan pendidikan dan pembelajaran dengan etika sosio-religius bangsa berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

Sumber: Panduan Penyelenggaraan Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skills).  Direktorat Kursus 2011.

KOTAK PENCARIAN