ANEKA UKURAN / THE MEASUREMENTS



Aneka_Ukuran_ruang
Ukuran Tinggi
Visiuniversal---Para siswa dan warga belajar sekalian, di penghujung tahun dan di hari penutup tahun 2015 ini, untuk menyongsong tahun 2016, maka kita harus mempersiapkan diri untuk melakukan dua hal utama terkait dengan kegiatan belajar dan pembelajaran kita, yaitu; pertama, kita lakukan evaluasi diri sejauh mana dan seberapa banyak pengetahuan yang sudah kita terima selama tahun yang akan kita tinggalkan yaitu tahun 2015. Kedua, kita harus mempersiapkan dan merencanakan langkah apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dan prestasi belajar kita ditahun mendatang yaitu tahun 2016. Berikut ini sebagai penutup postingan tahun 2015, sesuai dengan permintaan teman-teman kita yang mempelajari tentang macam-macam ukuran, maka kita coba membuat ringkasan tentang ukuran atau yang dalam bahasa Inggris disebut dengan The Measurements. Seperti berikut ini ;


UKURAN PHARMASI
20 grains
1 scuple
128 cubicfeet
1 cord (wood)
3 scuples
1 dram
40 cubic feet
1 on (shiping)
8 drams
1 ounce
2.150.42 cubic inhes
1 US standart
gal



12 ounces
1 pound
231 cubic inches
1 US standing
gal



acushed

1 cubic foot
Abaout 45 of

UKURAN BERAT
27.11.32 grains
1 dram
16 drams
1 ounce
16 ounce
1 pound
25 pounds
1 quarter
4 quarters
1 ewt
2000 pounds
1 short ton
2240 pounds
1 long ton

UKURAN LUAS
144 square inches
1 square foot
9 sq. feet
1 sq.yard
301/4 sq.yards
1 sq.rod
40 sq. rods
1 rood
4 roods
1 acre

UKURAN PANJANG
12 inches
1 foot
3 feet
1 yard
5 ½ yard
1 rod
40 rods
1 furlong mile
8 furlongs
1 statute mile
3 miles
1 leaque

UKURAN TROY
24 grainds
1 pwt
20 pwt
1 ounce
12 ounces
1 pound


Use for weighing gold, silver, and jewels


MACAM-MACAM
1 inches
1 palm
4 inches
1 hand
6 inches
1 spain
18 inches
1 cubic
21.8 inches
1 bible cubic
  
UKURAN KAIN
2 1/4 inches
1 nail
4 nails
1 quarter
4 quarters
1 yard
  
UKURAN LAUT
Pound/minute

6 feet
1 fathom
/minute

120 fathoms
1 cable length
Power (hp)

7 ½ cable lengts
1 mile
5.280.2 feet
1 statuta mile
pound/minute

6.080 feet
1 nautical mile
Btu/minute


UKURAN WAKTU
hour

60 seconds
1 minute
60 minute
1 hour
24 hour
1 day
7 day
1 week
7 ½ cable lengts
1 mile
28.29.30.31 day
1 cat month
term

30 days-1 mount
1 nautical mile
365 days, 1 year, 365 days, 1 leap year

TENAGA LISTRIK
1 kilowat (kw)
1 000 watts
1 kw
44257 feet
1 kw
56.87 btu
1 kw
1.34 horse
1 hp
0.746 kw
1 hp
33000 feet
1 hp
42.41
1 Btu
788 feet pound
1 Btu
0.293 watt
1 juole
1 watt second
1 Btu
1,06 kilojoule
1 term
106 megajoule
1 kilojoule(kj)
0,948 Btu
1 megajoule
9,84 x 103
1 Kilowatt hour (kwh)
3,60 megajoule
Btu = British Terminal Unit

UKURAN ISI
1728 cubuc inches
1 cubic foot
27 cubic feet
1 cubic yard


Demikianlah warga belajar dan siswa sekalian tentang aneka ukuran/ The Measurements untuk postingan terakhir kita di tahun 2015 ini, semoga postingan ini beserta postingan-postingan lainnya bermanfaat untuk kita semua dalam membantu kegiatan belajar dan pembelajaran kita. Terimakasih banyak sudah bersedia menjadi pengunjung setia blog visiuniversal ini. Selamat tahun baru 2016...semoga di tahun mendatang ini menjadi lebih baik lagi dan sukses selalu menyertai kita semua. Amiin.

PEMERINTAH RESMI MENGUMUMKAN PERGANTIAN KURIKULUM DARI K13 MENJADI KURIKULUM NASIONAL TAHUN 2016

Visiuniversal--selamat malam para pelaku pendidikan dan para guru sekalian, berikut ini informasi terupdate tentang kurikulum 2013 kurtilas yang sedang ramai dibicarakan diberbagai media sosial dan media masyarakat.
 
Menteri pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan resmi mengubah kurikulum pendidikan, dari Kurikulum 13 (K13) menjadi Kurikulum Nasional. Namun, perubahan kurikulum yang terlalu cepat ini diharapkan tidak ada kepentingan politik.

Demikian disampaikan pengamat pendidikan bidang Tarbiyah Keguruan dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Ali Maksum. Menurutnya, perubahan kurikulum sangat wajar. Namun, jika perubahannya sangat cepat patut dipertanyakan.

“Kita semua tahu kalau negara lain juga melakukan perubahan. Tetapi saya harap ini tidak ada kepentingan politik. Dari kurikulum KTSP ke K13 sudah menjadi polemik. Sekarang sudah muncul Kurikulum Nasional,” kata dia, dihubungi, Sabtu (26/12).
Fakta sebenarnya, kata Ali Maksum, perubahan menjadi Kurikulum Nasional hanya sebagai bentuk tambal sulam dari kekurangan Kurikulum 13.

Sebuah kurikulum yang belum tuntas penerapannya, kata dia, dalam perjalanan waktu menjadi hal yang membingungkan. “Yang bingung tidak hanya guru. Tetapi juga wali murid juga,” kata dia.

Buku Kilas Setahun Kinerja Kemendikbud (November 2014 – November 2015) resmi mengumumkan pergantian kurikulum dari K13 menjadi Kurikulum Nasional. Namun, pemerintah tetap menggunakan nama K13 agar tak ada kesan pemerintah membuat kurikulum baru.

“Kurikulum Nasional merupakan hasil dari revisi Kurikulum 2013,” kata Mendikbud, Anies Baswedan. Anies berencana membeberkan Kurikulum Nasional ini pada Selasa, 29 Desember.

Sumber : ( http://waspada.co.id/ )

GAJI GURU PNS DAN NON PNS DI INDONESIA MASIH RENDAH

Visiuniversal--Guru sering dikatakan sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Di Indonesia, guru adalah pendidik profesional yang mempunyai tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah, baik mereka yang bertugas dijalur pendidikan formal ataupun jalur pendidikan Nonformal yang secara langsung maupun tidak langsung berperan serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Dan menjadi unjung tombak utama dalam membina, mendidik, dan mengembangkan tunas-tunas muda, untuk generasi penerus bangsa.

Guru harus memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV), menguasai kompetensi (pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian), memiliki sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Terkait gaji bagi pahlawan tanpa tanda jasa, nasib mereka berangsur-angsur bersinar lagi. Sebabnya, sejak tahun 2009 kenaikan gaji guru mencapai 100 persen karena saat itu Panitia Kerja (Panja) Belanja Pusat, Panitia Anggaran DPR telah menyetujui kenaikan gaji guru sebesar itu.

Dimisalkan pendapatan mereka pada maksimal 2,4 juta maka dengan kebijakan Pemerintah tersebut guru bakal mendapatkan gaji sebesar Rp 5,4 juta.

Belum lagi tunjangan khusus bagi guru yang berada di daerah terpencil (gurdacil) atau yang bertugas jauh dipedalaman yang diperkirakan sebesar Rp 5,1 juta. Namun jika dibandingkan gaji guru dinegara tetangga seperti Brunei dan Singapura, gaji guru di Indonesia masih sangat jauh. Ini bisa lihat  cek dalam gambar di bawah ini :


Seperti yang pernah diunggah di jejaring sosial facebook yang menunjukkan gaji guru-guru di Singapura misalnya mencapai hingga Rp 57 juta perbulannya. Tentu terlihat perbedaannya yang sangat mencolok dari gaji guru kita di Indonesia.

Sumber:http://www.kuambil.com/2015/12/ini-dia-perbandingan-gaji-guru.html

PEMAHAMAN DAN PANDANGAN MASYARAKAT UMUM TENTANG GENDER

Gender, wanita_pria, Persamaan Hak pendidikan, sederajat
Visiuniversal--Warga belajar dan siswa sekalian, berikut ini kita akan membahas tentang pengertian gender dari sudut pandang dan pemahaman masyarakat umum. Ketika pertama kali wacana tentang gender di gulirkan di masyarakat, banyak yang belum memahami tentang gender ini, bahkan bagi yang sudah tahu pun, banyak yang belum bisa menerima tentang konsep gender ini, karena berbagai alasan. Secara umum jika diajukan pertanyaan kepada sebagian besar masyarakat, jawaban para reponden memang mengandung kebenaran namun kurang tepat dan akurat.

Pengertian gender sebagai jenis kelamin misalnya ada yang memahami atau membuat pengertian seperti itu. Contoh, Echols dan Shadily (1982) menerjemahkan gender sebagai jenis kelamin dengan merujuk Echols dan Shadly, memang tidak salah. Namun, terjemahan Echols dan Shadily tidak memberikan keterangan lebih lanjut lagi, bahwa sebetulnya jenis kelamin dimaksud bukanlah dalam pengertian konsep biologis, tetapi dalam konsep sosiologi. Sehingga ada dua konsep jenis kelamin, yakni ditinjua dari segi biologi dan ditinjau dari segi sosiologi. Sehingga misalnya man dan women dipakai jenis kelamin dari segi sosiologi, sedangkan dari segi biologi adalah male dan female. Dalam bahasa Arab pengertian jenis kelamin dari segi biologi dan sosiologi juga dikenal, misalnya jika Al Qur'an hendak mengungkapkan dari segi biologis maka digunakan istilah al-dzakar untuk laki-laki dan al-untsa untuk perempuan, ketika Al Qur'an mengungkapkan manusia dari aspek gender maka dipakai istilah al-rajul/al-rijal, dan al-mar'ah/al-nisa(umar:1999).

Namun dalam bahasa Indonesia sepertinya (menurut pengetahuan penulis) tidak ditemukan penggunaan yang tepat untuk istilah jenis kelamin dari segi biologis dan gender. Sehingga ketika kita menerjemahkan kata al-dzakar dan al-untsa, al-rijal dan al-nisa, menjadi laki-laki dan perempuan maka kita tidak lagi memahami konsep makna kata tersebut.

Salah satu pengertian gender yang banyak dipakai ialah perbedaan peran, fungsi dan tanggung jawab antara perempuan dan laki-laki sebagai hasil konstruksi sosial-budaya. Oleh karena hasil konstruksi sosial-budaya maka fungsi, peran, dan tanggung jawab itu dapat berbeda antara suatu suku bangsa, bangsa dan suku bangsa, bangsa lain, atau dari suatu masa dengan masa yang lain.

Pada masyarakat umum deskripsi tentang kesetaraan dan keadilan gender masih kurang tepat tepat. Kesetaraan gender (gender equality) adalah kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan serta hak-haknya sebagai manusia dalam berperan dan berpartisipasi di segala bidang. Sementara keadilan gender (gender equality) merupakan proses dan perlakuan adil terhadap perempuan dan laki-laki, sehingga dalam menjalankan kehidupan bernegara dan bermasyarakat, tidak ada pembakuan peran, baban ganda, subordinasi, marginalisasi dan kekerasan terhadap perempuan maupun laki-laki (Subdikrektorat Analisis Statistik, 2014).

Demikian tentang pemahaman dan pandangan masyarakat umum tentang gender ini, untuk pembahasan selanjutnya tentang pengertian gender silakan baca literatur, buku-buku dan sumber lain yang terkait dengan pengertian yang benar tentang pengertian atau definisi dari gender tersebut. Terima kasih..Wassalam...

PENGERTIAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM PANDU GEMPITA DI BANJARMASIN


Penyelenggaraan kesejahteraan Sosial dilakukan untuk mengupayakan terpenuhinya taraf kesejahteraan sosial masyarakat. Pada perkembangaannya, dinamika lingkungan  strategis menuntut perubahan paradigma dalam peyelenggaraan kesejahtaraan sosial, diantaranya perubahan reformasi birokrasi  yang mensyaratkan perlunya pelayanan publik berkualitas dan berorientasi pada kepuasan penerima layanan.

Penyelenggaraan kesejahteraan sosial selama ini masih bersifat;  pelayanan sosial sektoral/fragmentaris,  bersifat amal  (charitative), jangkauan terbatas, hanya merespon masalah aktual secara reaktif, focus pelayanan masih berbasis institusi dan belum memiliki rencana strategi nasional untuk keterpaduan pelayanan.  Pelayanan masih terpencar dan belum terintegrasi.  Salah satu contoh; di indonesia terdapat sekitar 20 program penanggulangan kemiskinan baik  di pusat, provinsi,  kabupaten/kota.  Sasaranya orang miskin namun berbagai metode tergenting dan data base yang berbeda.  Regulasinya pun berbeda-beda serta sulit mengukur efektivitas program bahkan membingungkan masyarakat untuk dapat menjangkau dan mengakses layanan dimaksud.  Padahal kemiskinan merupakan masalah sosial mendasar yang dalam penanganya memerlukan ketrpaduan dan multi disiplener.

Mengigat kompleksitas permaslahan kemiskinan dan maslah sosial lainya,  maka idealnya penanggananya harus dilakukan secara terintegrasi dan terpadu , lintas sektor serta lintas pelaku. Disamping itu, di era etonomi daerah ini, pelayanan sosial harus lebih menjangkau masyarakat ditingkat akar rumput.  Konsekuensinya bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah harus lebih mengenali dan memahami permasalahan sosial didaerahnya, sekaligus mampu memberikan solusi layanan yang dibutuhkan masyarakat , secara tepat, cepat  efektif dan efesien serta terintegrasi.

Bertitik tolak dari pandangan tersebut perlu dilakukan terobosan dalam rangka penanggulangan maslah kemiskinan dan masalah masalah sosial lainya.  Melaui pembaharuan strategi Pelayanan Terpadu Gerakan Masyarakat Peduli Kabupaten/kota Sejahtera (Pandu Gembita) diharapkan pelayana sosial dapat terlaksanakan secara sinergis antar berbagai instansi trkait. Dengan adanya program Pandu Gembita kegiatan masing-masing sektor dapat saling menunjang sehingga program pemerintah bidang kesejahteraan sosial dapat terlaksana secara efektif dan efesien.

Upaya ke arah itu lebih dilakukan melalui penandatangan Kesepahaman bersama yang sudah dibangun antar pemerintah Pusat dan Daerah melalui penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Gerakan Masyarakat Peduli kabupaten/Kota  Sejahtera  (Pandu Gempita).  Salah satu wujud implementasi dari Pandu Gembita adalah terbentuknya lembaga yang mampu memberikan pelayanan seara terpadu bagi  masyarakat.  Keterpaduan didasarkan oleh prinsip keadilan untuk semua yang memenuhi hak dasar warga miskin dan /atau mengalami masalah sosial.

Dalam hal ini dibutuhkan  pelayanan sosial terpadu yang berkelanjutan  (One stop services); menjangkau seluruh warga yang mengalami masalah sosial (Universal approach);  sistem dan program kesejahteraan sosial yang melembaga dan profesional;  mengedepankan peran dan tanngung jawab keluarga serta masyarakat.


Dasar Hukum
  1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah;
  2. Undang-undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesehjateraan Sosial;
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2012 tentang penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial;
  4. Keputusan Menteri Sosial RI Nomor : 50/HUK/2013 tentang Pedoman Pelayanan Terpadu Gerakan Masyarakat Peduli Kabupaten/Kota Sejahtera. 
 
Definisi Operasional :


Pelayanan terpadu ; tempat pemberian pelayanan secara terpadu /terintegrasi di bid kesos, pendidikan, kesehatan, kependudukan dan pelayanan dasar lainnya yang dibutuhkan masyarakat untuk mengatasi kemiskinan dan permasalahan sosial lainnya.

Gerakan masyarakat peduli ; seluruh aktifitas yang dilakukan masyarakat yang dilakukan secara sadar, keinginan luhur terlibat aktif dlm penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

Kabupaten/Kota Sejahtera ; suatu kondisi kehidupan sosial di kabupaten/kota yang mempunyai indikator sejahtera. A.l; terbangunnya layanan satu atap untuk penanggulangan kemiskinan dan masalah sosial lainnya, peningkatan aksesibilitas layanan sosial dasar yang mudah, murah/gratis, berkualitas, bangkitnya gerakan kesetiakawanan sosial, terbangunnya mekanisme yang ramah dalam penanganan penyandang cacat dan terbangunnya sarana dan prasarana mobilitas bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan.

Kerangka Konseptual Pandu Gempita

Kerangka Konseptual Pandu Gempita Pandu Gempita yang dilaksanakan dapat dilihat dalam gambar dan model berikut ini :





Ruang Lingkup Pandu Gempita
  1. Pelayanan rehabilitasi sosial di bidang kesejahteraan sosial anak, orang dengan kecacatan, tuna sosial, korban penyalahgunaan Napza, dan lanjut usia;
  2. Perlindungan dan jaminan sosial di bidang pengumpulan dan pengelolaan sumber dana bantuan sosial, perlindungan sosial korban tindak kekerasan dan pekerja migran, perlindungan sosial korban bencana sosial, perlindungan sosial korban bencana alam, dan jaminan sosial;
  3. Pemberdayaan sosial dan penanggulangan kemiskinan di bidang keluarga dan kelembagaan sosial, komunitas adat terpencil, penanggulangan kemiskinan perkotaan, penanggulangan kemiskinan perdesaan, dan kepahlawanan, keperintisan dan kesetiakawanan sosial; dan
  4. Pengembangan model kebijakan, strategi dan program kesejahteraan sosial menuju kabupaten sejahtera, di bidang pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia kesejahteraan sosial, penelitian dan pengembangan kesejahteraan sosial, penyediaan data dan informasi kesejahteraan sosial, penyediaan sumber daya manusia kesejahteraan sosial dan pengembangan profesi pekerjaan sosial, dan pengembangan sistem sertifikasi sumber daya manusia kesejahteraan sosial serta akreditasi lembaga kesejahteraan sosial.

Pelaksanaan Pandu Gempita di Banjarmasin
  1. Pelaksanaan kesepakatan bersama ini berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan
  2. Pelaksanaan teknis dari kesepakatan bersama ini, ditindaklanjuti dalam perjanjian kerja sama yang merupakan bagian tidak terpisahkan dengan esepakatan bersama ini.
  3. Pembinaan teknis pelaksanaan Pandu Gempita dari Kementerian Sosial oleh Ditjen Dayasos dan Gulkin, Ditjen Linjamsos, Ditjen Rehsos, Itjen, dan Badiklit.
  4. Pelaksanaan teknis di daerah dikoordinasikan oleh BBPPKS Kemensos Regional IV Kalimantan di Banjarmasin.
  5. Pembinaan teknis pelayanan kesejahteraan sosial terpadu menuju kabupaten sejahtera dari pemerintah daerah kabupaten oleh Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Perumahan dan Tata Kota, Dinas Koperasi dan UKM, Kepolisian Resort, Dinas Perlindungan Masyarakat, BKKBN, dan Dinas/Instansi lainnya yang bertanggungjawab dalam pemenuhan kebutuhan dasar dan penanganan masalah sosial.
  6. Jangka Waktu: Kesepakatan bersama ini berlaku untuk jangka waktu 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal ditandatanganinya dan dapat diperpanjang serta diperbaharui sesuai kesepakatan Kementerian Sosial dan Pemerintah Daerah Kota Banjarmasin. Dalam hal salah satu pihak ingin mengakhiri kesepakatan ini sebelum jangka waktu berakhir, terlebih dahulu mengajukan pemberitahuan secara tertulis kepada pihak lainnya selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kalender sebelum waktu pengakhiran yang dikehendaki.
  7. Pembiayaan :Pembiayaan untuk pelaksanaan kesepakatan bersama ini dibebankan pada anggaran Kementerian Sosial dan Pemerintah Daerah Kota Banjarmasin.
Banjarmasin_sejahtera, Peran Pemerintah, masyarakat, Dunia Usaha
Rumah Model Visi Banjarmasin Sejahtera

Sumber : Dirangkum dari Materi Diklat Manajemen Pandu Gempita BBPKS Regional IV Kalimatan di Banjarmasin Tanggal 4 s.d 10 Desember  tahun 2015. 
Tulisan sekaligus sebagai Bahan laporan Diklat Manajemen Pandu Gempita kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin dari Kasi Ketenagaan Paud dan PNFI  Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin.

KOTAK PENCARIAN