CARA MENDAPATKAN UANG DI INTERNET DENGAN LIST PAID SURVEY

Belajar_internet, Siswa_Komputer
Visiuniversal---Warga Belajar dan siswa sekalian, kita akan lanjutkan diskusi kita tempohari tentang mendapatkan penghasilan mudah dari Internet, kemaren bapak pernah bilang, dari pada buka-buka internet yang tidak bermanfaat dan kontennya tidak jelas, buang-buang waktu dan hanya menghabiskan koata internet kamu, mending kita cari uang dengan internet, kita bisa mendapatkan uang dan barang berharga dari internet hanya dengan mengisi survei dan angket, ada yang tidak percaya?, nah berikut ini akan kita perkenalkan sebuah kegiatan atau program yang bisa menghasilkan duit hanya dengan mengikuti survei tersebut, program ini disebut List Paid survey.

Apa itu List Paid survey ?

Mungkin sebagian warga belajar dan siswa bertanya-tanya Apa itu list Paid survey?, bagaimana hingga bisa memberikan penghasilan pada kita?, Berapa kita dibayar?

Pada dasarnya List Paid Survey adalah suatu situs, www, website yang menjalankan salah satu bisnis online yang melibatkan pengunjung atau pemirsa untuk mengisi survei,  Pengertian cara kerja  bisnis online ini kita di bayar untuk mensurvey suatu barang atau produk bahkan juga untuk mensurvey sebuah web. Untuk tiap survey yang kita selesaikan dengan sempurna kita akan di bayar sekita $0.1 sampai dengan $1 bahkan bisa lebih banyak.

Untuk harga per survey tergantung dari situs Paid Survey masing-masing, selain itu biasanya Paid Survey memiliki payout minimum yang lumayan tinggi, tetapi ada juga yang tidak memakai payout minimum. Satu hal yang tidak mengenakan dalam bisnis ini adalah ketidak pastian dari barang atau produk yang akan di Survey. Jadi kita harus sering-sering berkunjung untuk melihat sudah adanya barang atau produk yang hendak di Survey.

Sedangkan untuk metode pembayaran tiap masing-masing paid survey berbeda, tetapi kebanyakan menggunakan Paypal atau Cek langsung. Sementara untuk waktu pembayaran tergantung dari kebijakan Paid Survey masing-masing.

Berikut ini adalah list atau daftar dari situs paid survey terpercaya 2015-2016 yang menerima pendaftaran dari Indonesia. Daftar online survey ini merupakan situs paid survey Indonesia yang admin SurveiDibayar.com pernah ikuti. Sebagian besar situs paid survey Indonesia tersebut sudah terbukti membayar dan bukan merupakan online survey penipu. Admin SurveiDibayar juga sudah memberikan review dan bukti pembayaran paid survey Indonesia tersebut pada postingan di blog ini. Klik pada nama online survey untuk untuk mendaftar paid survey gratis.

iPanelOnline
Ann-Kate
Nusaresearch
Toluna
PaidViewPoint
YouGov
SurveyOn
SpiderMetrix
ViewFruit
SurveySavvy
SocraticForum
PalmResearch
ExcitePoint
PoinWeb
Vivatic
GlobalTestMarket
AIPSurveys
Ipoll
FocuslineSurveys
Thepanelstation
Opini
Mobrog
Questmindshare
Yoursay
Testspin
ProlificAcademic
MySoapBox
ViewPointPanel

Demkianlah tentang List situs paid survey, dan daftar
List situs paid survey  Indonesia ini akan selalu admin visiuniversal update jika ada situs paid survey gratis baru, yang menerima pendaftaran dari Indonesia dan situs online survey tersebut terbukti membayar serta bukan merupakan online survey penipu--alias abal-abal, cek aja disini!!. Semoga bermanfaat. terimaksih.

10 PENYEBAB UTAMA TERJADINYA KECELAKAAN DI JALAN

Visiuniversal--Kecelakaan di jalan raya khususnya bagi pengendara kendaraan bermotor, bisa terjadi kepada siapa saya yang sedang mengemudikan kendaraannya, baik kendaraan bermotor maupun tidak bermotor. Sebagian besar kecelakaan ini terjadi karena kelalaian atau kelengahan dari pengendara sendiri. Berikut ini 10 sepuluh penyebab utama terjadinya kecelakaan dijalan yang dapat mengakibatkan korban jiwa, menurut Kepolisian Negara Republik Indonesia Korps Lalu Lintas :

1. Pengemudi tidak disiplin
2. Tidak terampil dalam berkendara
3. Emosional, Ngantuk
4. Kecepatan tinggi
5. Tidak memelihara Jalur dan Jarak Aman
6. Kendaraan Tidak Laik Jalan
7. Ban Pecah
8. Jalan licin, Rusak
9. Pandangan Tidak Bebas
10.Mabok Karena Mengkonsumsi Miras dan atau Narkoba.
Karena itu untuk ketertiban dan Keselamatan Setiap orang yang menggunakan jalan wajib:
a. Berperilaku tertib; dan / atau
b. Mencegah hal-hal yang dapat merintangi, membahayakan keamanan dan keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, atau yang dapat menimbulkan kerusakan jalan. (Pasal 105 UU No.22 Tahun 2009)

Pada Pasal 106 UU Nomor 22 Tahun 2009, juga di sebutkan bahwa :

(1) Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib:
a. mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi
b. Mengutamakan keselamatan Pejalan Kaki dan pesepeda.
c. Mematuhi ketentuan tentang persyaratan teknis dan laik jalan
d. mematuhi ketentuan :
  1. rambu perintah atau rambu larangan;
  2. Marka jalan;
  3. alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas;
  4. gerakan Lalu Lintas;
  5. berhenti dan parkir;
  6. peringatan dengan bunyi dan sinar;
  7. kecepatan maksimal atau minimal; dan/atau
  8. tata cara penggandengan dan penempelan dengan kendaraan lain.
(2) Pada saat diadakan pemeriksaan Kendaraan Bermotor di jalan setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor wajib menunjukan :
a. Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor;
b. Surat Izin Mengemudi;
c. bukti lulus uji berkala; dan/atau
d. tanda bukti lain yang sah

(3) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor beroda empat atau lebih di jalan dan penumpang yang duduk di sampingnya wajib mengenakan sabuk keselamatan.

(4) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor beroda empat atau lebih yang tidak dilengkapi dengan rumah-rumah di jalan dan penumpang yang duduk disampingnya wajib mengenakan sabuk keselamatan dan mengenakan helm yang memenuhi standar nasional Indonesia.

(5) Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor dan Penumpang Sepeda Motor wajib mengenakan helm yang memenuhi standar nasional Indonesia.

(6) Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor tanpa kereta samping dilarang membawa Penumpang lebih dari 1 (satu) orang.

Demikian 10 sepuluh penyebab utama terjadinya kecelakaan dijalan yang dapat mengakibatkan korban jiwa, semoga bermanfaat, terimakasih.
 

PENGERTIAN DAN FUNGSI MARKA JALAN UNTUK LALU LINTAS

Visiuniversal--Warga Belajar dan siswa sekalian, beberapa waktu yang lalu kita kedatangan Bapak/ibu Polisi yang mengkampanyekan tentang keselamatan berlalu lintas di sekolah-sekolah. Dalam tulisan kali ini kita akan membahas tentang fungsi dan jenis kategori Marka jalan untuk pengguna jalan lalu lintas. Ini terkait dengan disiplin dan keselamatan bagi kita para pengguna kendaraan bermotor.

Marka jalan adalah suatu tanda yang berada di permukaan jalan atau di atas permukaan jalan yang meliputi peralatan atau tanda yang membentuk garus membujur, garis melintang, garis serong, serta lambang yang berfungsi untuk mengarahkan arus lalu lintas dan membatasi daerah kepentingan lalu lintas (UU No.22 pasal 1 ayat 18).

Fungsi marka jalan adalah untuk mengatur lalu lintas, dimana marka jalan dibagi dalam beberapa kategori sebagai berikut :
a) Marka Membujur
- Garis utuh, berfungsi sebagai larangan bagi kendaraan untuk melintas garis tersebut.
- Garis putus-putus, merupakan pembatas jalur yang berfungsi mengarahkan lalu-lintas atau memberi peringatan akan ada Marga Membujur yang berupa garis utuh di depan.
- Garis ganda yang terdiri dari garis utuh dan Garis putus-putus, menyatakan bahwa kendaraan yang berada di sisi garis utuh dilarang melintasi garis ganda tersebut, sedangkan kendaraan yang berada pada sisi garis putus-putus dapat melintasi garis ganda tersebut.
- Garis ganda yang terdiri dari dua garis utuh, memberikan informasi bahwa kendaraan dari masing-masing sisi jalan dilarang melintasi garis tersebut.

b) Marka Serong
Marka serong berupa garus utuh dilarang dilintas kendaraan dan untuk menyatakan pemberitahuan awal atau akhir pemisah jalan. Marka serong yang dibatasi dengan angka garus utuh digunakan untuk menyatakan daerah yang tidak boleh dimasuki kendaraan, sedangkan marka serong yang dibatasi dengan garis putus-putus digunakan untuk menginformasikan bahwa kendaraan tidak boleh lewat sampai mendapat kepastian selamat.

c) Marka lambang 
merupakan panah, segi tiga atau tulisan digunakan untuk mengulangi maksud dari rambu lalu-lintas, marka lambang digunakan khusus untuk menyatakan pemberhentian Mobil, Bus untuk menaikan dan menurunkan penumpang, disamping itu pula menyatakan pemisahan arus lalu-lintas sebelum mendekati persimpangan yang ada lambangnya berbentuk panah.

d) Marka Lainnya
Marka lainnya diantara lain adalah marka untuk menyebrangi jalan (Zebra Cross) yaitu marka yang berupa garus utuh yang membujur tersusun melintang jalur lalu-lintas dan marka berupa dua garis untuh melintang jalur lalu-lintas, sedang marka untuk menyatakan tempat penyebrangan sepeda dipergunakan dua garis putus-putus berbentuk bujur sangkar atau belah ketupat dan paku jalan yang memantulkan cahaya dapat disebut dengan marka lainnya sebagai berikut :
  1. Paku jalan (Road Studs) terbuat dari logam plastik atau keramik. Paku jalan digunakan sebagai tanda garis tengah jalan, dimana paku jalan dilengkapi dengan reflector (Alamat pemantul cahaya) agar terlihat pada malam hari. Paku jalan ini biasanya digunakan pada marka garis membujur sebagai batas pemisah lajur atau pun sebagai batas kiri dan kanan badan jalan.
  2. Delineator terbuat dari bahan plastik atau fiberglass, digunakan sebagai tanda pembatas tepi jalan. Biasanya berbentuk lempengan tiang-tiang dan mempergunakan cat berwarna merah atau putih yang memantulkan cahaya saat terkena cahaya lampu kendaraan di malam hari.
  3. Traffic Cones merupakan alat pengendali lalu lintas yang bersifat sementara yang berbentuk kerucut berwarna merah dan dilengkapi dengan alat pemantul cahaya (reflector).

Demikianlah tentang pengertian dan fungsi Marka jalan untuk tertip berlalu lintas, semoga dapat bermanfaat dan meningkatkan kesadaaraan tentang berlalu lintas yang baik untuk para siswa dan warga belajar sekalian, terimakasih.   

AGEN-AGEN SOSIALISASI

Kelompok Belajar
Visiuniversal-- Warga belajar dan siswa sekalian, dalam pembahasan materi Sosiologi kali ini kita akan memahami tentang agen-agen sosialisasi, Yang dimaksud dengan agen sosialisasi atau media sosialisasi adalah pihak-pihak yang melaksanakan sosialisasi. Dalam sosiologi terdapat empat agen atau media sosialisasi yang utama, yaitu keluarga, kelompok sebaya atau sepermainan, sekolah atau kelompok belajar, dan media masa.

1. Keluarga

Pada awal kehidupan seseorang, agen atau media sosialisasi yang utama adalah keluarga. Peran keluarga sebagai agen sosialisasi yang pertama terletak pada pentingnya pengenalan kebiasaan-kebiasaan yang diajarkan dalam tahap ini. Pada tahap ini seorang anak belajar berkomunikasi lewat pendengaran, penglihatan, perasa, dan sentuhan fisik. Sosialisasi pada tahap awal ini sangat penting, karena pada periode inilah kemampuan-kemampuan tertentu diajarkan.

Proses sosialisasi akan gagal, jika proses itu terlambat dilakukan. Seperti gambar berikut ini, melalui interaksi dalam keluarga, anak mempelajari kebiasaan, sikap, perilaku, dan nilai-nilai budaya yang diyakini dalam keluarga maupun masyarakat.

Nilai-nilai budaya yang tumbuh di masyarakat berguna untuk mencari keselarasan atau keharmonisan hidup. Nilai-nilai budaya ini diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi berikutnya. Perubahan-perubahan nilai dimungkinkan sesuai dengan tuntutan jaman, asalkan menuju perbaikan.

Oleh karena itu, proses sosialisasi dalam setiap diri anak sangat penting. Proses sosialisasi ini dimulai dari lingkungan keluarga, yaitu bagaimana suatu keluarga mempunyai pola asuh yang sesuai dengan budaya keluarga itu. Jadi keluarga mempunyai fungsi sosialisasi, antara lain :

a. Sebagai tempat awal perwarisan budaya agar anak terbiasa dengan aturan yang dianut oleh masyarakat setempat.

b. Merupakan wadah pembentukan watak, kepribadian, budi pekerti agar anak dapat berperilaku sesuai dengan nilai-nilai dan norma yang dianut oleh masyarakat setempat.

Uraian di atas merupakan proses sosialisasi di keluarga yang ideal. Adakalanya proses sosialisasi berlangsung tidak sempurna dikarenakan ada beberapa faktor. Misalnya, ada pergeseran nilai tentang peran perempuan. Dewasa ini, di Indonesia telah berkembang nial budaya bahwa perempuan tidak hanya berperan sebagai ibu rumah tangga saja, tetapi juga sebagai perempuan pekerja yang berkarir atau menjadi tenaga tenaga kerja wanita yang bekerja di luar negeri. Perubahan ini bedampak pada pola asuh anak, pengasuhan anak tidak hanya oleh orang tua, tetapi dibantu oleh pengasuh anak atau keluarga dari orang tua. Hal ini akan berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian anak.

Sosialisasi primer yang berlangsung dikeluarga merupakan awal dari pembentukan kepribadian anak. Bahwa anak merupakan makhluk yang rentan, tergantung, lugu, dan memiliki kebutuhan-kebutuhan khusus, sehingga anak memerlukan perawatan dan perlindunga yang khusus pula. Keluarga yang harmonis, penuh cinta kasih, dan pengeritian adalah tempat untuk berkembangnya secara penuh baik fisik maupun mental. Namun, ada sejumlah kondisi anak-anak Indonesia tergolong dalam kondisi yang kurang beruntung.

Keluarga dengan tekanan ekonomi yang berat merupakan salah satu faktor yang berdampak pada pola asuh terhadap anak. anak yang seharusnya masih berada pada usia sekolah terpaksa membantu orang tua untuk bekerja. Keadaan ini menjadi parah, karena 80 persen dari pekerja anak terutama di pedesaan, mereka bekerja tanpa dibayar. Akibat dari itu semua perkembangan diri anak menjadi terganggu. Anak mengalami kekerasan fisik, putus sekolah, salah pergaulan, yang pada umumnya tidak memperbaiki kodrat mereka sebagai anak. Di bawah ini, contoh kasus perjalanan bagaimana seorang anak menjadi anak jalanan.

2. Kelompok Sebaya atau Sepermainan (peer group)

Anak setelah bisa berjalan dan berbicara, juga membutuhkan kegiatan bermain. Interaksi dengan orang lain atau teman sebaya, membuat anak mengenal beragam aturan tentang peranan setiap individu. Seperti gambar di bawah ini, anak-anak begitu ceria dengan teman sepermainannya.

Dengan bermain anak mengenal nilai-nilai solidaritas, keadilan, toleransi, dan kebenaran. Semakin bertambah usai anak, media sosialisasi kelompok sebaya memberi pengaruh yang begitu besar dalam pembentukan kepribadian seseorang.

Seseorang tidak bisa melepaskan hubungannya dengan jaringan kelompok. Kelompok adalah tiap kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Sebagai remaja, kamu dituntut selektif pada saat menentukan keanggotaan dalam berkelompok. Sikap-sikap apa saja yang harus kita tunjuk dalam berinteraksi sosial dengan teman-teman kita?

a. Sikap toleran terhadap keragaman perilaku
Keragaman perilaku akan menentukan pada kelompok mana seorang remaja akan bergabung. Bentuk kelompok dibedakan menjadi dua, yaitu kelompok sendiri dan kelompok luar. Kelompok sendiri adalah kelompok dimana aku menjadi anggota kelompok itu. Sedangkan kelompok luar adalah kelompok yang aku tidak menjadi anggota kelompok itu. Kedua bentuk kelompok itu sangat penting karena dapat mempengaruhi perilaku seseorang. Kelompok sendiri mengharapkan anggota kelompok mendapatkan pengakuan, kesetiaan, dan pertolongan. Dari kelompok luar kita menerima sikap permusuhan atau persaingan. Untuk itu sikap toleransi diperlukan untuk melihat keragaman perilaku antar teman. Karena dengan bersikap toleran, pertentangan dapat dihidari dan akan tercipta keselarasan dalam hubungan antar kelompok.

b. Sikap kritis dalam menentukan kelompok
Seseorang dalam menentukan pilihan untuk bergabung dengan kelompok harus bersikap kritis. Dilihat dari tipe hubungan kelompok dapat dibedakan menjadi kelompok primer dan kelompok sekunder. Kelompok primer adalah kelompok dimana kit dapat mengenal sebagai seorang pribadi yang akrab. Dalam kelompok primer hubungan bersifat tidak resmi, akrab, dan personal. Contoh, kelompok yang mempunyai kesamaan hobi, kesamaan tempat tinggal, dan sebagainya. Sedangkan kelompok sekunder adalah lebih bersifat resmi, dna didasarkan pada tujuan. Contohnya adalah kelompok belajar, kelompok ilmiah remaja, dan sebagainya. Kelompok primer lebih menekankan pada hubungan, sedangkan kelompok sekunder lebih berorientasi pada tujuan. Seorang siswa harus bersikap kritis dalam menentukan pilihan berkelompok. Kelompok sebaiknya bisa membentuk kepribadian seseorang untuk berperilaku lebih baik. Kekeritisan seseorang dibutuhkan terutama dalam lingkungan yang keras. Munculnya anak-anak jalanan tidak semata-mata karena tekanan ekonomi keluarga, tetapi terjadinya kekerasan dalam keluarga juga menjadi pemicu anak-anak terdampar di jalanan. Anak-anak jalanan sangat rentan terhadap perjudian, penyalahgunaan obat-obatan, dan kekerasan dalam kelompok mereka. Anak-anak terjerumus demikian, karena mereka tinggal dengan orang yang memperkerjakan mereka atau dengan rekan keraja yang lebih dewasa. Sedangkan, kebutuhan dan gaya hidup mereka berbeda. Kondisi ini memengaruhi perkembangan psikologis anak. Contoh, anak-anak yang berkerja sebagai operator jermal dan pemancingan melakukan perjudian dan merokok. Oleh karena itu, seleksi terhadap kelompok bergaul menjadi sesuatu yang berharga, agar tidak terjerumus ke hal-hal yang negatif. Pemerintah dan masyarakat diharapkan memahami keberadaan anak-anak jalanan dengan tidak bertindak sewenang-wenang, tetapi berpartisipasi untuk mengembalikan mereka ketempat yang aman dan layak.


3. Sekolah atau Kelompok Belajar

Sekolah sebagai jalur pendidikan formal atau kelompok belajar, adalah bagian dari pendidikan non formal merupakan agen sosialisasi yang mengajarkan hal-hal baru yang tidak diajarkan dikeluarga maupun dalam interaksi dengan kelompok sebaya.

Kelompok belajar mempersiapkan peran-peran baru untuk masa mendatang saat seseorang tidak tergantung lagi pada orangtuanya. Selain mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang bertujuan mengembangkan intelektual anak, kelompok belajar atau sekolah juga membekali peserta didik dengan kemandirian, tanggung jawab, dan tata tertib.

Peran pemerintah maupun masyarakat yang aktif dan peka terhadap potensi di wilayahnya, memberi peluang untuk menyejahterakan masyarakat dengan meningkatkan keterampilan mereka. Contoh, keterampilan yang dibina oleh lembaga-lembaga pendidikan nonformal, disesuaikan dengan kondisi geografis lembaga penyelenggara kegiatan keterampilan tersebut.

4. Media Massa

Media Massa meliputi media cetak yaitu surat kabar, majalah atau tabloid, dan media elektronik, antara lain radio, televisi, internet, film. Media massa, dewasa ini berperan besar sebagai media sosialisasi. Sikap kritis dari setiap individu akan mampu menyaring beragam informasi yang sangat gencar diberikan oleh media massa.

Gencarnya tayangan iklan di media cetak atau media elektronik mendorong manusia untuk berperilaku konsumtif. Pedagangan bebas dan pesatnya teknologi informasi membuat arus barang dari negara satu ke negara lain bergerak cepat. Demikian pula gaya hidup yang mengarah pada pola konsumtif dan cara perolehannya yag mudah menjadi ancaman bagu budaya lokal. Film atau sinetron yang menayangkan budaya kekerasan menjadi contoh dalam kehidupan sehari-hari pada saat seseorang terlibat suatu masalah.

Demikian juga beragam hiburan televisi yang mengarah pada budaya pop, mudah dinikmati setiap saat dengan beragam bentuk dari berbagai stasion televisi yang begitu banyak.

Di sisi lain, media massa memberikan manfaat dalam menyebarkan ilmu pengetahuan atau membuka wawasan seseorang dalam menyikapi berbagai informasi. Misalnya, masalah tenaga kerja Indonesia ilegal di Malaysia. Dari media massa kita mendapatkan informasi apa dampak bila menjadi TKI secara ilegal, apa saja prosedur yang seharusnya dilakukan oleh TKI. Beragam informasi mengelilingi kita, bagaimana kita menyikapi informasi itu ditentukan oleh kepribadian masing-masing individu.

3. Bentuk Sosialisasi

Sosialisasi primer dan sosialisasi sekunder adalah dua bentuk sosialisasi. Sosialisasi primer adalah sosialisasi yang berlangsung pada  tahap awal kehidupan seseorang sebagai manusia. Sosialisasi ini terjadi di lingkungan keluarga, yang mengajarkan anak untuk belajar menjadi anggota masyarakat.

Sedangkan sosialisasi sekunder adalah proses yang memperkenalkan seseorang dalam lingkungan diluar keluarganya. Sosialisasi sekunder berlangsung di kelompok belajar, lingkungan kerja, kelompok bermain, maupun media massa.
 
Sumber : Modul Paket C Setara SMA Kelas X tahun 2004
 

HASIL REKAFITULASI UKG 2015 DARI KEMDIKBUD

Dari hasil test GTK pada UKG 2015 lalu, maka diperoleh hasil Sebanyak tujuh provinsi mendapat nilai terbaik dalam penyelenggaraan uji kompetensi guru (UKG) tahun 2015. Nilai yang diraih tersebut merupakan nilai yang mencapai standar kompetensi minimum (SKM) yang ditargetkan secara nasional, yaitu rata-rata 55. Tujuh provinsi tersebut adalah DI Yogyakarta (62,58), Jawa Tengah (59,10), DKI Jakarta (58,44), Jawa Timur (56,73), Bali (56,13), Bangka Belitung (55,13), dan Jawa Barat (55,06).


Uji kompetensi guru (UKG) tahun 2015 menguji kompetensi guru untuk dua bidang yaitu pedagogik dan profesional. Rata-rata nasional hasil UKG 2015 untuk kedua bidang kompetensi itu adalah 53,02. Selain tujuh provinsi di atas yang mendapatkan nilai sesuai standar kompetensi minimum (SKM), ada tiga provinsi yang mendapatkan nilai di atas rata-rata nasional, yaitu Kepulauan Riau (54,72), Sumatera Barat (54,68), dan Kalimantan Selatan (53,15).

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud, Sumarna Surapranata mengatakan, jika dirinci lagi untuk hasil UKG untuk kompetensi bidang pedagogik saja, rata-rata nasionalnya hanya 48,94, yakni berada di bawah standar kompetensi minimal (SKM), yaitu 55. Bahkan untuk bidang pedagogik ini, hanya ada satu provinsi yang nilainya di atas rata-rata nasional sekaligus mencapai SKM, yaitu DI Yogyakarta (56,91).

“Artinya apa? Pedagogik berarti cara mengajarnya yang kurang baik, cara mengajarnya harus diperhatikan,” ujar Pranata usai konferensi pers akhir tahun 2015 di Kantor Kemendikbud, Jakarta, (30/12/2015).

Pranata mengatakan, setelah nilai UKG dilihat secara nasional, nanti akan dilihat lagi secara rinci hasil UKG per kabupaten/kota, dan hasil UKG per individu (guru). “Ada pertanyaan, ini data hasilnya mau diapakan? Dengan data ini kita dapat potret untuk kita memperbaiki diri katanya.

Ia mencontohkan, ada guru yang mendapat nilai rata-rata 85. Namun meskipun nilai tersebut baik, setelah dianalisis hasilnya, guru tersebut memiliki kekurangan di beberapa kelompok kompetensi. “Dia ada kekurangan di tiga kelompok, yaitu kelompok kompetensi 1, kelompok kompetensi 4, dan kelompok kompetensi 6. Maka dia harus memperbaikinya,” tutur Pranata. Salah satu instrumen untuk meningkatkan kompetensi guru itu adalah dengan pelatihan dan pendidikan yang lebih terarah sesuai dengan hasil UKG.

Baca selanjutnya tentang tindak lanjut UKG 2015, yang terkait dengan kegiatan pembelajaran GTK tahun 2016.. Karena Bagi GTK yang tidak lulus atau rendah nilai UKGnya maka akan diberikan kegiatan Pelatihan atau pembelajaran GTK di tahun 2016 ini.