INILAH KANDUNGAN DAN KHASIAT IKAN GABUS (HARUAN) UNTUK KESEHATAN

Visiuniversal--Warga belajar dan siswa sekalian, Ikan gabus atau yang bahasa Ilmiahnya latinnya dikenal dengan Channa Striata, nama ini memang asing bagi orang awam, tetapi jika mendengar sebutan seperti: haruan, kocolan, bogo, bayong, licingan, tau kutuk, maka banyak orang yang langsung mengenal ikan jenis air tawar ini. Ikan spesies yang dalam bahasa Indonesianya dikenal dengan nama ikan gabus, selain mengandung albumin dalam jumlah banyak, juga mempunyai unsur seng (Zn) yang berperan dalam pengobatan luka. Oleh karenanya masyarakat di Makassar, Sulawesi Selatan atau Suku Dayak di Kalimantan Barat serta Kalimantan Selatan sejak lama memakai ikan haruan (ikan gabus dalam bahasa setempat) untuk menyembuhkan luka khitan pada anak ataupun luka ibu setelah bersalin.Pemberian infus albumin sebenarnya terapis medis dalam meningkatkan albumin di tubuh karena sebelumnya turun (hipoalbumin). Tetapi ada cara lain dengan terapi nutrisi yaitu dengan memberi albumin ikan gabus dalam bentuk segar, kapsul, jel, atau cair.

obat ikan gabus, kesehatan dengan Ikan gabus
Ikan Gabus - Haruan
Di daerah tertentu seperti di Kalimantan Selatan dan sekitarnya, ikan gabus mudah didapatkan baik secara langsung (ikan gabus liar/dari alam) atau hasil budidaya yang didapatkan dengan membelinya di beberapa penjual ikan. Ikan gabus bisa saja langsung diolah , baik digoreng atau dimasak dengan cara lain. Tetapi jika anak tidak terlalu suka,ikan gabus juga bisa dijadikan makanan tambahan atau makanan ringan misalnya diubah menjadi kerupuk atau biskuit. Kita bisa juga mendapatkan ekstrak ikan gabus yang telah diolah menjadi produk kapsul obat yang banyak beredar dipasaran baik yang berbentuk kapsul, bubuk dalam bentuk kemasan/bungkus.

Albumin ikan gabus juga mengandung senyawa asam amino penting untuk tubuh seperti
arginin, lisin, vialin, isoleusi, histidin, serta glutamin. Nah glutamin, umpamanya, berperan didalam tubuh dalam mer*angs*ang kekebalan tubuh hingga membantu mempercepat pengobatan luka. Secara umum kehadiran asam amino itu penting untuk pembentukan sel-sel baru serta mengganti sel-sel yang rusak di tubuh.

Tidak hanya sekedar mempercepat penyembuhan luka, tetapi ikan gabus yang memiliki kadar albumin tinggi juga dipercaya mampu menyembuhkan berbagai penyakit, seperti: hapatitis, TBC/infeksi paru, nephrotic syndrome, tonsilitis, tifus, diabetes, patah tulang, stroke, thalasemia minor, oedem (pembengkakan), bahkan sampai penyakit autis. Beberapa pasien yang menderita berbagai penyakit tersebut setelah diberi asupan ikan gabus mengalami proses penyembuhan yang baik.

Beberapa kasus pasien kanker, gagal ginjal, stroke, tuberkolusis, serta diabetes yang sudah menjalani terapi nutrisi dengan albumin ikan gabus memberi kondisi memuaskan. Sebagai contoh yaitu Amir Hamdan di Bandung Jawa Barat. Amir yang sejak 3 tahun lalu divonis menderita kanker kandung kemih harus menjalani kemoterapi sebagai salah satu pencegahan supaya sel-sel tumor di tubuhnya tak berkembang.

Pada kasus kemoterapi, efek samping yang diakibatkan biasanya : rambut rontok serta mudah lemas. Amir Hamdan yang selalu teratur mengkonsumsi 6 kapsul per hari albumin ikan gabus memperlihatkan kondisi menggembirakan. Setiap usai menjalani kemoterapi kanker, ia segera bugar serta rambutnya juga tak mengalami
kerontokan. 

Kadar nilai cerna ikan gabus mencapai 90%, setara dengan protein hewani lain seperti daging sapi, tellur dan daging ayam.

Rendah protein kolagen dibanding daging hewan ternak lain sehingga tekstur dagingnya sangat empuk. Dengan cara memasak ikan gabus yang aman, maka dagingnya akan sangat tepat untuk terapi penanganan anak autis tipe Autis Bahavior Defensiveness yaitu tipe autis pada anak dengan perilaku menghindar, susah makan dan malas mengunyah. Biar tak rentan kurang gizi, maka manfaatkanlah khasiat ikan gabus yang tekstur dagingnya lembut sehingga mampu terserap tubuhnya. Seiring dengan perkembangannya nanti barulah diberikan asupan nutrisi dengan daging yang bertekstur kasar.

Kaya akan protein albumin. Salah satu khasiat albumin dari ikan gabus adalah membantu mempercepat proses regenerasi sel. Konsumsi produk yang mampu meregenerasi sel adalah salah satu terapi penting saat penanganan anak autis. Mengapa? Karena pada anak autis biasanya muncul gangguan fungsi pencernaan seperti leaky gut syndrome, yaitu usus bocor dimana menyebabkan jaringan dalam saluran usus rusak sehingga timbul peradangan dan tak bekerja normal. Selain leaky gut syndrome, gangguan fungsi pencernaan lain juga bisa muncul seperti defisiensi nutrisi, gangguan detoksifikasi, malabsorbsi syndrome, dan enterocolitis. Albumin dari ikan gabus adalah albumin alami yang juga sangat baik untuk membantu meningkatkan sistem imun tubuh. 

Salah satu  zat gizi paling penting yang terdapat dalam daging Ikan gabus adalah Albumin. Albumin adalah jenis protein, dan ini paling banyak terdapat pada daging ikan gabus yaitu sebesar 61%. Karena Albumi ini bermanfaat untuk membantu jaringan sel baru, maka ikan gabus sangat bagus dikonsumsi oleh orang yang sedang dalam masa penyembuhan luka.

Dalam ilmu kedokteran, albumin ini digunakan untuk mempercepat pemulihan jaringan sel tubuh yang terbelah atau rusak. Albumin juga berperan mengikat Obat-obatan serta logam berat yang tidak mudah larut dalam darah. Hampir semua pasien berkadar Albumin rendah yang diberi Sari Ikan Gabus ini,  meningkat lebih cepat daripada jika pemberian albumin lewat infus. Bahkan pasien berkadar albumin rendah yang dengan komplikasi penyakit, seperti Hepatitis, TBC/Infeksi Paru, Neprotic syndrom, Tonsilitis, Typus, Diabetes, Patah tulang, gastritis, Gizi Buruk, Sepsis, Stroke, ITP (Idiopatik Trombosit Tupenia Purpura), HIV, Thalasemia Minor dan Autis, Kondisinya bisa lebih baik dengan pemberian Gel Sari Ikan Kutuk / Gabus.  Albumin adalah salah satu jenis protein darah yang diproduksi di hati (hepar).

Saat Hati normal mampu memproduksi 11-15 gr Albumin per hari. Bahkan albumin merupakan jenis protein terbanyak di dalam plasma yang mencapai kadar 60%. Sedangkan nilai normal dalam darah sekitar 3.5 sampai 5 g/dL. Ikan Gabus bisa dimanfaatkan sebagai sumber albumin bagi penderita hipoalbumin (rendah albumin) dan pasien luka, baik luka pasca operasi maupun luka bakar.

Bahkan, ikan Gabus pernah diangkat dalam satu penelitian khusus oleh Prof dr Ir Eddy Suprayitno MS, guru besar ilmu biokimia ikan Fakultas Perikanan Unibraw pada 2003. Dalam tubuh manusia, albumin (salah satu fraksi protein) disintesis oleh hati kira-kira 100-200 mikrogram/g jaringan hati setiap hari. Albumin didistribusikan secara vaskuler dalam plasma dan secara ekstravaskuler dalam kulit, otot, serta beberapa jaringan lain.

Sintesis albumin dalam sel hati dipengaruhi faktor nutrisi. Terutama, asam amino, hormon, dan adanya satu penyakit.  Gangguan sintesis albumin, kata Eddy, biasanya terjadi pada pengidap penyakit hati kronis, ginjal, serta kekurangan gizi.

Hasil studi Eddy pernah diujicobakan di instalasi gizi serta bagian bedah RSU dr Saiful Anwar Malang. Uji coba tersebut dilakukan pada pasien pascaoperasi dengan kadar albumin rendah (1,8 g/dl). Dengan perlakuan 2 kg ikan kutuk masak per hari, telah meningkatkan kadar albumin darah pasien menjadi normal yaitu 3,5-5,5 g/dl.
Kandungan Gizi dalam Ikan Gabus

Daging ikan Gabus tidak hanya menjadi sumber protein seperti Albumin, namun juga banyak mengandung mineral lain. Di antaranya, zinc (seng), asam amino, lemak dan trace element lain yang diperlukan tubuh.

Ringkasan Khasiat dan manfaat daging Ikan Gabus

1. Meningkatkan kadar Albumin dan Daya Tahan Tubuh.
2. Mempercepat proses penyembuhan Pasca Operasi.
3. Mempercepat penyembuhan Luka luar / dalam.
4. Membantu proses penyembuhan penyakit seperti:

    Hepatitis, TBC/Infeksi Paru, Nephrotic Syndrome,Tonsilitis,
    Thypus, Diabetes, Patah Tulang, Gastritis, ITP, HIV,
    Sepsis, Stroke, Thalasemia Minor.

5. Menghilangkan Oedem (pembengkakan).
6. Memperbaiki Gizi Buruk pada Bayi, Anak dan Ibu Hamil.
7. Membantu penyembuhan Autis.
8. Sebagai larutan pengganti pada keadaan defisiensi albumin consolidating

Cara sederhana yang dilakukan untuk memperoleh manfaat ikan gabus untuk pengobatan, yaitu daging ikan gabus dikukus atau di-steam sehingga memperoleh filtrate, yang dijadikan menu ekstra bagi penderita hipoalbumin dan luka. 

Demikianlah kandungan dan khasiat ikan air tawar yang dikenal dengan nama gabus atau haruan ini, semoga bermanfaat untuk menambah wawasan dan pemahaman kita tentang penyembuhan dengan binatang yang bersumber dari alam kita sendiri. Terimakasih.

Sumber : wikipedia.id dan rangkuman dari beberapa sumber lainnya !

MENGENAL MUSIK KLASIK DAN ZAMANNYA

Visiuniversal--Warga belajar dan siswa sekalian, Kebanyakan dari kita jika mendengar tentang musik klasik beranggapan bahwa itu adalah salah satu jenis atau aliran musik, padahal musik klasik itu sebenarnya hanya merupakan salah satu periode perkembangan musik yang dianggap dapat mewakili seluruh periode tersebut pada zaman yang sudah ditentukan. Gambarannya musik pada jaman ini tidak menggunakan beat (drum-set) secara konstan. Sedangkan komposisi instrumennya beragam. Agar tidak terlalu jauh, akan kita mulai dari zaman yang sudah memiliki ciri-ciri yang jelas. Berikut ini periode perkembangan dari musik klasik tersebut:

1. Barok dan Rokoko (Abad ke-17)

Musik Barok adalah musik klasik barat yang digubah pada Zaman Barok (Baroque), kira-kira antara tahun 1600 dan 1750. Kata "Barok" berarti "mutiara yang tidak berbentuk wajar", hal ini sangat cocok dengan seni dan perancangan bangunan pada era itu. Kata “Barok” pada akhirnya juga dipakai untuk jenis musik pada saat itu.  

Ciri-cirinya :
  • Melodi cenderung lincah
  • Banyak menggunakan ornamen
  • Ada dinamika keras (forte) lunak (piano)
  • Harmoni dua nada atau lebih berbunyi bergantian (poliponik/kontrapunk).   
Para komponis musik Barok membuat perubahan di notasi musik dan juga menciptakan cara baru dalam memainkan instrumen musik. Era musik Barok juga merupakan tonggak dari terciptanya dan diakuinya musik dalam opera. Banyak sekali teknik musik dan konsep musik dari era Barok masih dipakai hingga saat ini. Kebanyakan dari alat musik klasik dimainkan dengan sangat baik di era ini.

Beberapa Tokoh atau komponis zaman Barok:

Johann Sebastian Bach,

Karyanya: berbagai konserto, simfoni, komposisi untu piano, viola, sonata, Toccata, Minuet, dan lain-lain
George Friederich Handel,

Karyanya: Konserto grosso, oratorio, Royal Fireworks, Water musik,
Antonio Vivaldi.

Karyanya: Koserto for Lute/Guitar, Trumpet, Four Seasons/Violin.
Johann Pachelbel

Pada zaman Barok, piano belum ditemukan, dan komposisi dikarang untuk hapsichord. Karya Bach untuk hapsicord lazim mempunyai dua melodi atau lebih untuk tangan kanan dan tangan kiri. Musik Barok jarang mempunyai modulasi atau rubato.


2. Klasik (Abad 18) 

Ciri-cirnya :
  • Ornamen lebih dibatasi
  • Ada peralihan tempo accelerando dan ritardando.
  • Ada peralihan dinamik crescendo dan decrescendo.
  • Harmoni tiga Nada atau lebih berbunyi bersamaan (homofonik)
Tokohnya :
Franz Joseph haydn
Karyanya: berbagai simfoni, kwartet, oratorio, komposisi untuk cello, sonata piano, opera, dan lain-lain
Wolfgang Amadeus Mozart
Kaeryanya: konserto, simfoni komposisi untuk piano, viola, kwartet, sonata, requiem, opera, dan lain-lain.

  3. Romantik (Pertengahan Abad Ke-18)

Pada Masa Romatik ini, musik bersifat ekspresif untuk mengungkapkan perasaan yang sebujektif, bukan sekedar untuk keindahan.

Ciri-cirinya:
  • Tidak ada ornamen
  • Melodi seakan berkomunikasi/berekspresi
  • Harmoni bervariasi, homofonik dan polifonik
  • penggunaan dinamik dan tempo secara optimal dan bervariasi
 Tokohnya:

Ludwig van Beethoven 
Karyanya:  koserto, komposisi untuk piano, viola, simfoni, kwartet gesek, sonata, overture, opera, choral, dan lain-lain

F.P. Schubert, F.J.L Mendelssohn, F.F.Chopin,R.A. Schuman, Franz Liszt, W.R. Wagner, L.H. Berlioz, J. Brahms.
   
Setelah itu terdapat zaman peralihan dari Romantik ke Modern (Periode Klasik abad ke-19) meninggalkan ciri romantik, walau tidak total, ke berbagai ciri yang beragam.

Tokohnya: Richard Strauss, P.I. Tchaikovsky, Tosselli.


4. Kontemporer Klasik (Akhir Abad Ke-19-Awal Abad Ke-20)

Disebut Kontemporer Klasik untuk membedakannnya dengan musik Kontemporer Modern. Istilah yang dipakai tidak sesuai dengan pengertian yang sesungguhnya. Kontemporer artinya sesuai dengan zamannya. Kenyataannya justru merupakan sesuatu yang unik dan berbeda dengan popularitas zamannya.

Pada zaman ini musik bersifat impresionis, tidak dibatasi oleh aturan untuk keindahan atau mengekspresikan perasaan, tetapi lebih sering mengalun sekehendak mood komposernya.

Ciri-cirinya:
  • Banyak menggunakan modulasi (perubahan nada dasar)
  • Ada perubahan komposisi instrumen.
  • Dinamik dan tempo dengan variasi tak lazim
  • Harmoni lepas diri dari sistem tonal (pengelompokan tingkat akor).

Tokohnya:
Claude Debussy, George Gershwin.
Karya: berbagai opera, orkestral, nocturno, Prelude, kwartet, dan lain-lain. 

Demikianlah warga belajar dan siswa sekalian tentang musik klasik dan zamannya, semoga bermanfaat. terimakasih.

PENGERTIAN AKULTURASI DAN ASIMILASI DALAM SOSIOLOGI

Rumah Apung/lanting
Visiuniversal--Para siswa dan warga belajar sekalian dalam pembahasan materi Sosiologi kemaren kita sudah mempelajari tentang akulturasi dan asimilasi, berikut ini untuk lebih memahami dan mendalami tentang akulturasi dan asimilasi tersebut di rumah, juga sebagai bahan pembanding bagi tugas yang kemarin diberikan, admint akan uraikan ringkasan penting dari pengertian kedua konsep di atas sebagai berikut:

1. Pengertian Akulturasi:
pengertian akulturasi (Cultural contact), yaitu proses sosial yang timbul jika suatu masyarakat dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur kebudayaan asing, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterma dan diolah dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan sendiri (Soerjono Soekanto : 1986).

Tahap awal terjadinya akulturasi disebut Base Line of Acculturation, sedangkan para individu pembawa unsur-unsurnya disebut Agents of Acculturation. Proses akulturasi secara besar-besaran dimulai sejak bangsa-bangsa Eropa menjelajah dunia dari abad ke 15 sampai dengan pertengahan abad ke 20.

2. Pengertian Asimilasi:
Asimilasi, yaitu proses sosial yang timbul jika ada dua atau lebih masyarakat dengan kebudayaan yang berbeda saling berinteraksi secara intensif dalam waktu lama sehingga melahirkan corak kebudayaan baru yang berbeda dengan budaya asalnya. Proses di atas ada pula yang menyebutnya sintesis kebudayaan. 

Unsur-unsur kebudayaan yang timbul sebagai akibat pergaulan orang-orang dari kelompok-kelompok yang berlainan. Unsur-unsur kebudayaan baru tersebut berbeda dengan kedua kebudayaan yang bertemu.

Proses asimilasi dipermudah oleh faktor-faktor sebagai berikut :
  • Sikap toleransi, terbuka dan saling menghargai satu sama lain
  • Kesempatan yang seimbang dalam bidang ekonomi
  • Sikap menghargai orang asing beserta kebudayaannya
  • Sikap terbuka dan adil dari penguasa dalam masyarakat.
  • Adanya persamaan unsur-unsur kebudayaan dari berbagai golongan
  • perkawinana campuran antara suku, antar ras (amalgamasi)
  • adanya musuh bersama dari luar

Faktor-faktor yang menghambat asimilasi adalah sebagai berikut :
  • Terisolirnya kehidupan suatu masyarakat (suku-suku terasing)
  • kurangnnya pengetahuan terhadap kebudayaan lain
  • perasaan takut terhadap kebudayaan orang lain
  • merasa kebudayaan sendiri lebih superior dari budaya lain
  • perbedaan ras yang menyatu dengan kesejangan sosial ekonomi
  • Adanya in group feeling yang kuat (keterikatan pada kelompoknya)
  • Golongan minoritas mengalami gangguan dari mayoritas
  • Perbedaan kepentingan dari berbagai konflik. 
Demikianlah ringkasan materi dan pembahasan kita tentang akulturasi dan asimilasi, semoga bermanfaat sebagai bahan belajar mandiri di rumah. terimakasih.

KOTAK PENCARIAN