MENGAPRESIASI SENI DALAM MAKNA SIMBOL WARNA SENI RUPA

Visiuniversal--Warga belajar dan siswa sekalian, dalam mata pelajaran kesenian khususnya seni rupa, kita akan mendapatkan tugas untuk mengapresiasi suatu karya seni. Dalam mengapresiasi suatu karya seni khususnya seni rupa, biasa perhatian kita terlebih dahulu tertuju pada bentuk fisik karya yang meliputi; gambar atau bentuk (simbol) tertentu yang terlihat dalam kemampuan visual kita. Wujud fisik sebuah karya seni rupa disebut objek karya seni. Berbagai hal yang ada di dunia sekita kita bahkan dalam dunia imajinasi merupakan sumber ilham atau dapat menjadi objek bagi pembuatan karya seni rupa. Baru kemudian perhatian kita akan beralih ke tema karya yang mengungkapkan isi, pesan, atau makna dari simbol-simbol yang terdapat pada karya. Unsur-unsur rupa dari karya tersebut menjadi simbol dari makna yang tersirat di dalamnya.

Makna simbolis karya seni rupa tradisi tampak jelas dalam benda yang berhubungan dengan religi/keagamaan dan adat. Berbagai arca dan pahatan relief peninggalan zaman kerajaan Hindu Budha merupakan simbol dari berbagai hal dalam kebudayaan Hindu dan Budah. Contohnya: lingga dan yoni menjadi lambang pria dan wanita serta lambang kesuburan; arca Dewi Saraswati menjadi lambang kesenian; dan kain Poleng Bali yang bermotif kotak-kotak berwarna hitam putih bermakna sebagai simbol kekuatan dan kelemahan atau kebaikan dan kejahatan (segala sesuatu saling berpasangan).

Pada karya seni rupa modern makna simbolisnya bersifat lebih personal, merupakan ekspresi dari imajinasi dan interpretasi bebas si seniman dalam berkarya. Simbol dari makna tersirat suatu karya seni rupa dapat kita temukan atau ungkapkan dalam bentuk repsentatif atau non-representatif. Misalnya, Ivan Sagito (1988) mengungkapkan makna simbolis pada karya lukisnya "Woman and Mask" dengan gaya surealistik bagai melukis alam mimpi yang penuh misteri.
Lukisan Woman and Mask
Dalam hal ini unsur-unsur rupa juga membantu membentuk kesan dan simbol dari karya seni. Garis yang dibuat lengkung akan terkesan lembut dan halus, Sedangkan garis yang dibuat lurus terlihat lebih tegas dan keras. Tiap warna juga melambangkan sesuatu hal dan memberi kesan yang berbeda. Misalnya warna hijau dan biru memiliki sifat sejuk, dingin, dan segar, sedangkan warna jingga dan merah memiliki sifat hangat, ceria dan panas.

Mengenai warna ada beragam interpretasi dalam mengartikannya. Warna yang sama dapat juga mengandung makna yang berbeda dan berlainan, hal ini dipengaruhi oleh kultur-budaya serta keyakinan masyarakatnya. Misalnya, ada warna putih yang digunakan sebagai simbol berkabung pada masyarakat Tionghoa, sedangkan pada masyarakat Barat berkabung itu digunakan warna hitam, atau ada warna kuning untuk berkabung pada masyarakat Betawi.

Warna merupakan unsur penting dan paling dominant dalam sebuah penciptaan karya desain. Melalui warna orang dapat menggambarkan suatu benda mencapai kesesuaian dengan kenyataan yang sebenarnya. Warna dapat dikelompokkan berdasarkan jenis warna, sifat warna, dan makna warna.

1. Jenis warna
Dalam sistem Prang (The Prang System), warna dalam hal ini adalah pigmen yang dapat dikelompokkan sebagai jenis-jenis warna sebagai berikut :
  • Warna primer, yaitu tiga warna pokok yakni merah, biru, dan kuning.
  • Warna sekunder / biner, yaitu perpaduan antara 2 warna primer dan menghasilkan warna hijau, jingga dan ungu.
  • Warna intermediate, yaitu percampuran antara warna primer dengan warna sekunder,menghasilkan warna kuning hijau, hijau-biru, biru-ungu, merah-ungu, merah-jingga, dankuning-jingga.Warna tertier, yaitu percampuran antara warna sekunder dan warna intermediate danmenghasilkan sebanyak 12 warna.  
  • Warna quarterner, yaitu pencampuran warna intermediate dengan warna tertier dan menghasilkan sebanyak 24 warna.

2. Sifat warna
Sifat dari warna-warna dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu : hue, value, dan intensity. sebagai berikut :

a. Hue
Hue adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu warna, seperti merah, biru, kuning, hijau, coklat, ungu, jingga, dan warna lainnya. Perbedaan antara merah dengan biru, atau merah dengan kuning adalah perbedaan dalam hue.

b. Value
Value adalah istilah untuk menyatakan gelap terangnya warna atau harga dari hue. Untuk mengubah value, misalnya dari merah normal ke merah muda dapat dicapai dengan cara menambah putih atau mempercair warna tersebut hingga memberi kesan terang. Dan untuk memberi kesan gelap misalnya merah tua dapat dicapai dengan menambah hitam. Value yang berada dipertengahan disebut middle value dan yang berada di atas middle value disebut high value, sedang yang berada dibawahnya disebut low value. Value yang lebih terang dari warna normal disebut tint dan yang lebih gelap disebut shade. Close value adalah value yang berdekatan atau bersamaan dan kelihatan lembut dan terang.

c. Intensity
Intensity atau chroma adalah istilah untuk menyatakan cerah atau suramnya warna, kualitas atau kekuatan warna. Warna-warna yang intensitasnya penuh nampak sangat mencolok dan menimbulkan efek tegas, sedang warna-warna yang intensitasnya rendah nampak lebih lembut. Berdasarkan paduan warna (colour scheme), warna dapat dibagi dalam tiga tipe yakni:
  • Warna monokromatrik adalah tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan satuwarna, misalnya urutan dari merah tua sampai ke merah yang paling muda.
  • Warna Complementer, yaitu dua warna yang berlawanan dalam kedudukan berhadap-hadapan, memiliki kekuatan berimbang, misalnya kuning kontras ungu, biru kontras jingga,dan merah kontras hijau.
  • Warna analogus adalah tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan beberapa warna, misalnya urutan dari biru, biru kehijauan, hijau, hijau kekuningan, dan kuning.
Peta warna, peta dalam warna


Pemaknaan warna dipengaruhi oleh aspek budaya setempat. Pemaknaan warna yang terkait dengan warna sebagai simbol, di masing-masing daerah atau wilayah, akan berbeda, sesuai dengan pemaknaannya dalam budaya setempat.

Berikut ini beberapa contoh sifat dan makna warna yang banyak kita temukan di masyarakat kita :

Demikianlah cara mengapresiasi seni dalam makna simbol warna seni rupa, semoga artikel ini bermanfaat. terimakasih.

  

INILAH PENTINGNYA KEGIATAN BERMAIN MUSIK DI SEKOLAH

Visiuniversal---Warga belajar dan siswa sekalian, Musik adalah salah satu cabang seni, Musik dapat diwujudkan dengan adanya bunyi, dengan kata lain media musik atau bahan untuk terwujudnya musik adalah bunyi dan diam. Menurut Remer (dalam buku: Elliot, 1992) musik dibangun oleh unsur-unsur ritme, melodi, harmoni, tekstur, bentuk yang dibungkus oleh kualitas musik yaitu unsur warna bunyi atau warna nada dan kekuatan (volume atau intensitas) atau dinamika bunyi. 

Musik adalah suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan terutama dari suara yang dihasilkan dari alat-alat yang dapat menghasilkan irama Walaupun musik adalah sejenis fenomena intuisi, untuk mencipta, memperbaiki dan mempersembahkannya adalah suatu bentuk seni. Mendengar musik adalah sejenis hiburan. Musik adalah sebuah fenomena yang sangat unik yang bisa dihasilkan oleh beberapa alat musik. (wikipedia.org)


Kegiatan Bermain Musik di Sekolah
 
Bermain musik itu sangat penting bagi seseorang, karena dapat meningkatkan kemampuan musikal seseorang yang selanjutnya dapat mempengaruhi secara positif bidang kemampuan yang lainnya. Bidang kemampuan yang dapat dipengaruhi secara positif oleh musik ini adalah bidang bahasa, komunikasi, fisik, emosi, esetetika, sosial , kognitif dan science.

Teori Multiple Intelligences yang dikembangkan Gardner pada tahun 1980-an, memperkuat pendapat bahwa seni khususnya musik ini mempunyai fungsi dan pengaruh dalam mengembangkan intelegensi seseorang. Teori ini memberikan wacana yang lebih luas dalam memandang seseorang secara holistik. Secara khusus tentang musik dan sekolah ini, teori multiple intelligences yang dikembangkan Garner ini memberikan perluasan wawasan bahwa manusia memiliki intelegen khususnya intelegen musikal.

Kecerdasan musikal didefinisikan sebagai kemampuan menangani bentuk-bentuk musikal. Kemampuan ini, meliputi (1) kemampuan mempersepsi bentuk musikal, seperti menangkap atau menikmati musik dan bunyi-bunyi berpola nada, (2) kemampuan membedakan bentuk musikal, seperti membedakan dan membandingkan ciri musikal bunyi, suara, dan alat musik, (3) kemampuan mengubah bentuk musikal, seperti mencipta dan memversikan musik, dan (4) kemampuan mengekspresikan bentuk musikal, seperti menyanyi, bersenandung, dan bersiul-siul. Hal ini berarti, kecerdasan musikal meliputi kemampuan mempersepsi dan memahami, mencipta, dan menyajikan bentuk-bentuk musikal (Armstrong, 2003). 

Seseorang siswa di sekolah yang menonjol dalam perkembangan musik akan peka terhadap suara-suara di sekelilingnya, termasuk suara dari alat musik dan suara orang yang sangat mungkin tidak diperhatikan oleh anak sebaya lainnya. Seseorang yang mempunyai kepekaan tinggi ini suatu ketika terlihat sedih apabila tanpa musik. Mereka lalu bersenandung untuk memecah keheningan yang terjadi.

Tujuan kegiatan seni musik di sekolah bukanlah membuat anak mampu menghasilkan keterampilan khusus dalam bermusik, tetapi lebih pada membantu anak untuk mampu mengungkapkan diri melalui seni musik tersebut. Dengan kegiatan bermain musik seorang siswa mampu berkembang menjadi pribadi yang lebih baik karena kemampuannya untuk mengungkapkan dirinya menjadi lebih jelas dan terarah.

Demikian tentang pentingnya kegiatan bermain musik di sekolah ini, semoga bermanfaat, Terima kasih.

CARA MENDAPATKAN KEUNTUNGAN POIN DARI GOOGLE MAPS

Visiuniversal---Warga belajar dan siswa sekalian, buat kamu yang senang jalan-jalan dan menjelajah ketempat-tempat menarik, sering mengabadikan tempat-tempat indah dan menarik itu, alangkah baiknya jika hasil perjalanan wisata kamu tersebut dikontribusikan pada google maps. Banyak keuntungan yang akan kita peroleh sebagai reward dari google maps. Untuk mendapatkan reward dan hadiah google ini kita cuma diminta mengumpulkan poin dari hasil kontribusi konten kita ynag bisa berupa tempat, gambar atau foto, mencantumkan tempat yang ada digoogle maps atau mengedit informasi tempat google maps tersebut.    Warga belajar dan siswa sekalian. Berikut ini cara Berkontribusi pada Google Maps dan mendapatkan poin :

Terlebih dahalu anda harus punya akun Google, yang belum punya akun daftar klik di sini !
Selanjutnya mendaftar menjadi Local Guide yang akan berkontribusi konten di Google maps. Lihat caranya menjadi Local Guide di sini!!

Daftar menjadi Local Guide dan dapatkan banyak manfaat dengan menyumbangkan konten ke Google Maps. Kumpulkan poin melalui lima cara:
  1. Mengulas tempat
  2. Menambahkan foto ke suatu tempat
  3. Menjawab pertanyaan tentang tempat
  4. Menambahkan tempat yang belum tercantum
  5. Mengedit informasi tempat
Cara Menambahkan Tempat yang belum tercantum

Anda akan mendapatkan satu poin untuk setiap jenis kontribusi yang Anda berikan untuk suatu tempat. Misalnya, jika Anda menambahkan tiga foto ke suatu tempat, Anda akan mendapatkan satu poin. Jika Anda menambahkan ulasan ke tempat yang sama, Anda akan mendapatkan poin lagi.
 
Melihat perincian poin Anda

Komputer AndroidiPhone & iPad

Pada komputer Anda, buka Google Maps.
Klik Menu > Kontribusi Anda.
Klik nama Anda.
Poin Anda akan muncul di profil. Setelah Anda memberikan kontribusi, mungkin dibutuhkan hingga 24 jam sebelum poin Anda muncul di profil.

Catatan: Sebagai Local Guide, Anda juga bisa naik level jika mendapatkan lebih banyak poin. Cari tahu manfaat yang ada di setiap level.

Demikian cara mendapatka keuntungan poin dari berkontribusi kontens pada google maps, semoga bermanfaat, selamat mencoba.

Sumber : Google/ Google Maps

MENGENAL ALGA, LUMUT, DAN PAKU-PAKUAN

Visiuniversal---Warga belajar dan siswa sekalian, dalam pembahasan materi IPA kali ini kita akan mempelajari mengenai alga, lumut dan paku-pakuan, Perlu kalian ketahui Di seluruh dunia ada kurang lebih 350 ribu spesies tumbuhan yang hidup di dunia. Hampir semua jenis tumbuhan tersebut memiliki ciri khas sendiri sendiri. Ciri ciri tersebut yang akan membedakan bentuk tumbuhan yang satu dengan tumbuhan yang lainnya. Termasuk tumbuhan paku dan juga tumbuhan lumut, tumbuhan paku dan juga tumbuhan lumut memiliki ciri khas atau ciri khusus yang terdapat pada tumbuhan tersebut untuk membedakan tumbuhan itu dengan tumbuhan yang lainnya, seperti berikut ini:

A. ALGA/GANGGANG

Alga-Ganggang

Alga atau merupakan tumbuhan talus (thallophyta) yang memiliki pigmen klorofil sehingga berfotosintesis dan bersifat autotrof, bnetuk tubuh ada yang bersel satu dan ada yang bersel banyak, hidup sendiri-sendiri atau berkoloni, selnya bersifat eukariotik, habitat laut, air tawar, dan tanah yang lembab.

Alga atau ganggang dibagi menjadi empat kelas yaitu:

1. Alga Hijau (Chlorophyta)
2. Alga Keemasan (Chrysophyta)
3. Alga Perang (Phaeophyta)
4. Alga Merah (Rhodophyta).

Berikut penjelasan masing-masing jenis alga tersebut :

1. Alga Hijau (Chlorophyta)

Mengandung kloroplas (plastisida berpigmen hijau) dengan butiran pirenoid tengahnya. Bentuk kloroplas menunjukan ciri genus. Butiran-butiran berfungsi dalam fotosintesis untuk menghasilkan amilum, tubuh bersel satu, berkoloni, bersel banyak membentuk benang dan berbentuk lembaran. Berkembang biak secara vegetatif dengan membentuk zoospora dan secara generatif dengan konyugasi.
Contoh:
a. Spirogyra, alga hijau berbentuk benang memiliki kloroplas terpilin seperti sepiral.
b. Chorella, alga hijau bersel satu serupa bola-bola kecil dengan kloroplas berbentuk mangkok.
c. Ulva, alga ini terkenal dengan nama selada laut karena berbentuk lembaran seperti selada bokor.

2. Alga Keemasan (Chrysophyta)

Memiliki pigmen kuning-keemasan (chrysos) tidak memiliki pirenoid dan kloroplasnya kecil-kecil, beberapa jenis memiliki dinding sel dari silikat pektin. Zat makanan cadangan utamanya adalah minyak/lemak laminarin dan sedikit pati.
Contoh:
a. Navicula sp, dinding sel terdiri dari senyawa kersik, bentuk tubuhnya seperti kotak (hipotekaepitek)
b. Voucheria sesilis, merupakan contoh dari alga kuning dengan thallus berupa buluh tak bersekat.

3. Alga Perang (Phaeophyta)

Memiliki pigmen coklat dan mengandung minyak laminarin dan asam alginat.
Contoh:
a. Turbinaria, memiliki filoid (daun) serupa turbin/corong   
b. Sargasum, memiliki filod (daun) serupa tumbuhan tinggkat tinggi.
c. Padina, memiliki filoid (daun) serupa jamur/telinga
d. Fucus vesiculostis, filoid seperti tumbuhan tinggi.

4. Alga Merah (Rhodophyta)

Umumnya memiliki pigmen merah dan mengandung zat makanan bahan agar-agar (floridean), zat kapur (corallina) dan zat pektin (chodrus gigartina).
Contoh:
a. Euchema siponisum, warna kemerahan
b. Gelidium sp, warna kehijauan
c. Gracilaria sp, warna kecoklatan
d. Chondrus crispus, warna kemerahan


B. LUMUT (BRYOPHYTA)

Lumut
Ciri umum:
1. Daun belum memiliki pertulangan atau urat daun
2. Belum memiliki akar sejati, hanya rhizoid sebagai alat penghisap makanan.
3. Batangnya belum memiliki berkas pembuluh angkut
4. Berkembang biak dengan sepora yang dibentuk di dalam sporogonium
5. Mengalami pergiliran keturunan (metagenesis).

Tumbuhan lumut (Bryophyta) dibagi menjadi dua kelas, yaitu:

a. Kelas Hepaticeae (lumut hati)
Ciri khas:
1. Bemntuk tubuh pipih
2. Arah tumbuh tidak tegak (umumnya mendarat)
3. Umumnya tidak berdaun
4. Sporofit tersembunyi.

Beberapa ordo dari hepaticae:
1. Ordo Jungermanjales, contoh: Jungermania sp
2. Ordo Marchantiales, contoh Marchatia sp
3. Ordo Anthocerotales, contoh Anthoceros sp

b. Kelas Musci (lumut daun)

Ciri khas:
1. Bentuk tubuh dan arah tumbuh tegak
2. Berdaun serupa sisik yang rapat
3. Sporophyt.

Beberapa ordo dari musci:
1. Ordo Polytrichales, contoh Polytrichum sp
2. Ordo Bryales, contoh Mnium sp
3. Ordo Hypnobryales, contoh Mniodendron sp


C. PAKU (PTERIDHOPYTA)


 
a. Ciri umum :
 
1. Batang bercabang dan ada yang berkayu.
2. Daunnya sudah memiliki urat-urat daun tetapi ada yang tidak berdaun atau daunnya berupa sisik
3. Rhozoidnya sudah berkembang ke bentuk akar
4. Sudah memiliki berkas pembuluh akut (xilem dan floem)
5. Berkembang biak dengan spora. Spora dibentuk di dalam sprangium
6. Mengalami pergiliran keturunan (matagenesis). Fase sporofit dapat dilihat, sedangkan pada fase gametofit tidak terlihat karena kecil.

b. Berdasarkan jenis sporanya, tumbuhan paku terdiri atas:

1. Paku homospor/isospor
- Spora yang dihasilkan sama ukuran dan sejenis
- Prothalium menghasilkan anteridia dan archegonia
- Contoh Lycopodium sp dan Nephrolepis.

2. Paku Heterospor
- Sepora yang dihasilkan berbeda ukuran, masing-masing ukuran berbeda jenis
- Makrospora tumbuh menjadi prothalium yang menghasilkan archegonia
- Mikrospora tumbuh menjadi prothalium yang menghasilkan antheridia
- Contoh Salvinia, Marsilea, dan Selaginella.

3. Paku Peralihan/campuran
- Sepora yang dihasilkan berukuran sama dan bentuknya sama tetapi jenisnya berbeda
- Protalium hanya menghasilkan antheridia atau archegonia saja
- Contoh Equisetum debile

c. Klasifikasi tumbuhan paku;

Tumbuhan paku dibagi menjadi empat:
1. Kelas Psilotinae (paku telanjang)
Ciri-cirinya mempunyai daun, sporangium dibentuk di ketiak buku.
Contohnya Psilotum sp.

2. Kelas Equsetiinae (paku ekor kuda)
Daunnya berdaun berupa sisik dan susunannya berkarang, batang berongga, berbuku-buku atau beruas-ruas, sporangium dibentuk di dalam strobilius yang membentuk seperti seekor kuda.
Cotohnya Equisetum sp.

3.  Kelas Lycopodiinae (paku kawat)
Ciri-cirinya berdaun serupa sisik atau rambut dan batangnya seperti kawat, sporangium tersusun dalam strobilus, dibentuk diujung cabang.
Contohnya Lycopodium sp.

Demikian tentang mengenal Alga, lumut dan paku-pakuan semoga bermanfaat sebagai bahan belajar dan menambah khasanah ilmu pengetahuan bagi kita semua. Terimakasih.   

INILAH PENAYANG RESMI GOOGLE UNTUK MENAMBAH PENGHASILAN

Uang Penayang Goggle, Google adsense, Dolar dari Google, Google Adsense-uang gratis
Visiuniversal--Warga belajar dan siswa sekalian--Bagi kalian yang mencari penghasilan dari internet dan memanfaatkan iklan dari per Klik di situs Google dan jaringan penayang google seperti google adsense, berikut ini beberapa penayang resmi Google tersebut yang dapat kalian pelajari untuk menambahkan penghasilan ini seperti berikut ini :
  1. Google AdSense      
  2. DoubleClick Ad Exchange (AdX)        
  3. Google AdMob
  4. DoubleClick for Publishers (DFP)   
Berikut penjelasannya singkatnya tentang keempat penayang resmi google tersebut yang dapat dijadikan acuan untuk usaha kamu mencari penghasilan dan pendapatan buat uang saku di internet terkait dengan google tersebut :

Visiuniversal--Warga belajar dan siswa sekalian--Bagi kalian yang mencari penghasilan dari dan memanfaatkan iklan dari per Klik di situs Google dan jaringan penayang google seperti google adsense, berikut ini beberapa penayang resmi Google tersebut seperti berikut ini :


1. Google AdSense

Adsense adalah layanan iklan dari Google untuk para publisher. Publisher di sini adalah orang mempublikasikan layanan iklan baik blogger, situs berita, situs belanjar, forum atau apapun yang bisa dinikmati lewat internet, termasuk di dalamnya adalah video-film seperti Youtube dll.

Jika warga belajar dan siswa mempunyai blog atau situs yang di kunjugi ribuan orang perhari, kalian bisa menggunaan layanan ini untuk mendapatkan uang dan tambahan penghasilan bagi pemasukan yang kita dapatkan dari Google..duitnya lumayan mulai dari bisa buat tambahan ngisi Kouta Internet atau bisa beli mobil baru..he 

Adsense in dibagi menjadi 3 jenis yaitu adsense forcontent, adsense for search dan adsense for video. Adsense for content adalah iklan yang muncul saat anda mengunjung blog atau website dan ada tulisan kecil ad by google atau AdChoice.   


2. DoubleClick Ad Exchange (AdX)     

Layanan Google DoubleClick Ad Exchange adalah layanan untuk mengelola beberapa sumber monetisasi dari inventaris iklan tampilan online. Di Layanan Ad Exchange, pengiklan dan jaringan iklan dianggap sebagai "Pembeli", dan penayang serta jaringan penayang dianggap sebagai "Penjual".

Penjual yang berpartisipasi dalam transaksi apa pun di AdX, termasuk namun tidak terbatas pada Langsung Terprogram, Transaksi Pilihan, Lelang Pribadi, atau Lelang Terbuka harus mematuhi, dan memastikan bahwa pihak ketiga yang mereka beri akses ke layanan AdX dengan akun mereka juga mematuhi, kebijakan berikut: (i) kebijakan program Platform; dan (ii) kebijakan khusus Program Penjual AdX yang dinyatakan sebagai berikut pada laman ini. Harap perhatikan bahwa pernyataan baru apa pun mengenai kebijakan program Platform dalam Pedoman Program Penjual AdX ini hanya untuk tujuan klarifikasi dan tidak membatasi penerapan kebijakan program Platform kepada Penjual. Penjual yang sebelumnya ditangguhkan atau dihentikan karena melanggar persyaratan dan/atau kebijakan yang berlaku dari produk sindikasi Google lainnya tidak dapat menggunakan Ad Exchange.

Penjual tidak boleh memalsukan informasi yang terkait dengan konten Situs mereka kepada Pembeli sehingga Pembeli salah menargetkan iklan ke Situs tersebut. Lihat pedoman kualitas webmaster untuk panduan tentang praktik terbaik.

   
3. Google AdMob

AdMob adalah layanan Iklan dari Google khusus untuk aplikasi mobile. Kalian bisa menampilkan iklan di aplikasi android ataupun Game android. Jenis iklan di AdMob ada dua yaitu Banner dan Interstitial.

Banner adalah iklan yang mncul dibaigan bawah atau atas sebuah aplikasi. Biasanya hanya memakan 10% tampilan layar. Jenis iklan kedua adalah interstitial adalah iklan fullscreen, biasanya di implementasikan di Game seperti angrybird. Penempatan interstitial disarankan diantara level game. Misalkan saat user sukses di level satu dan akan naik level2 makan haru dimunculkan interstitial tersebut.
   
AdMob sendiri adalah perusahaan iklan mobile yang didirikan oleh Omar Hamoui. Ia didirikan pada tahun 2006 dan berbasis di San Mateo, California. Pada bulan November 2009 ia diakuisisi oleh Google seharga $ 750 Juta. Akuisisi ini diselesaikan pada tanggal 27 Mei 2010. Apple Inc, juga telah menyatakan minatnya untuk membeli perusahaan itu pada tahun yang sama, tetapi mereka keluar-tawaran oleh Google, dan sejak memperkenalkan platform iklan  mereka sendiri yaitu iAd.
      
   
4. DoubleClick for Publishers (DFP)
   
DoubleClick for Publishers (DFP) adalah sebuah program kelanjutan yang singkron dengan Google Adsense untuk memaksimalkan penghasilan penayang/publisher iklan Adsense. Publisher banyak menggunakan DFP untuk pengelolaan iklan untuk bersaing secara langsung dari iklan mereka.

Nanti kita akan mengenfal yang disebut dengan Doubleclick for publisher / DFP Small Business, banyak pertanyaan muncul mengenai hal tersebut, DFP Small Business adalah Server Iklan atau saluran yang melayani Iklan anda. DFP Small Business bertindak sebagai perantara untuk memaksimalkan iklan yang muncul dalam situs. Dalam hal penerapan iklan untuk Doubleclick for publisher / DFP Small Business sedikit berbeda daripada adsense. namun dalam hasil tanyangannya akan sama dengan iklan adsense. Iklan yang dibuat dari Doubleclick for publisher / DFP Small Business melayani iklan AdSense secara langsung pada halaman web Anda.

Manfaat dari melakukan hal ini melalui  Doubleclick for publisher / DFP Small Business adalah proses yang disebut Alokasi Dinamis, atau bersaing dengan Iklan Jaringan lain berdasarkan BPT. Penerbit Banyak menggunakan DFP untuk mengelola persaingan langsung dari iklan mereka. Jadi pada intinya fungsi dari Doubleclick for publisher / DFP Small Business adalah memaksimalkan Iklan terbaik yang muncul dari sebuah halaman web.    
   
Demikian tentang keempat penayang resmi Google ini, semoga dapat bermanfaat. terimakasih.    

   
Baca juga cara menghasilkan uang dari penayang resmi Google !! di sini !!
  1. Google AdSense      
  2. DoubleClick Ad Exchange (AdX)        
  3. Google AdMob
  4. DoubleClick for Publishers (DFP) 

PENGERTIAN DAN CABANG-CABANG BIOLOGI

Visiuniversal--para siswa dan warga belajar sekalian, sebagai dasar dalam kita mempelajari ilmu Biologi maka terlebih dahulu kita harus memahami apa pengertian dan cabang-cabang Bilogi tersebut :

1. Pengertian Biologi:
Kata biologi berasal dari bahasa Yunani yang katanya yaitu : bios yang berarti hidup dan logos yang berarti ilmu atau belajar tentang. Jadi, biologi adalah ilmu yang mempelajari tentang sesuatu yang hidup serta masalah-masalah yang menyangkut hidupnya.

Biologi mempelajari semua makhluk hidup, tidak saja tumbuhan atau hewan yang hidup di bumi sekarang ini, tetapi juga tumbuhan dan hewan yang telah hidup pada masal lampau.

Biologi adalah kajian tentang kehidupan, dan organisme hidup, termasuk struktur, fungsi, pertumbuhan, evolusi, persebaran, dan taksonominya. Ilmu biologi modern sangat luas, dan eklektik, serta terdiri dari berbagai macam cabang, dan subdisiplin. Namun, meskipun lingkupnya luas, terdapat beberapa konsep umum yang mengatur semua penelitian, sehingga menyatukannya dalam satu bidang. Biologi umumnya mengakui sel sebagai satuan dasar kehidupan, gen sebagai satuan dasar pewarisan, dan evolusi sebagai mekanisme yang mendorong terciptanya spesies baru. Selain itu, organisme diyakini bertahan dengan mengonsumsi, dan mengubah energi serta dengan meregulasi keadaan dalamnya agar tetap stabil, dan vital. (wikipedia.org)

2. Cabang-cabang Biologi
Seperti yang telah kita kethaui bahwa pengertian biologi adalah ilmu tentang makhluk hidup atau organisme, maka berdasarkan jenis organisme yang dipelajari, secara umum biologi dapat dibagi menjadi :

a. Botani:
adalah cabang biologi yang khusus mempelajari tentang bentuk dan susunan organ-organ tubuh suatu organisme

b. Anatasi:
Adalah cabang biologi yang khusus memperlajari tentang semua segi yang berhubungan dengan operasi atau pembedahan.

c. Bakteriologi :
adalah cabang bilogi yang khusus mempelajari tentang bakteri

d. Ekologi :
adalah cabang biologi yang khusus mempelajari tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya (interaksi faktor biotik dan faktor abiotik)

e. Embriologi :
adalah cabang biologi yang khusus mempelajari tentang perkembangan emrio, mulai zigot sampai menjadi dewasa.

f. Entomolig:
adalah cabang biologi yang khusus mempelajari tentang semua segi kehidupan serangga

g. Evolusi:
adalah cabang biologi yang khusus mempelajari tentang proses perubahan struktur tubuh pada makhluk hidup secara perlahan-lahan dalam waktu yang cukup lama sehingga terbentuk species baru.

h. Fisiologi:
adalah cabang bilogi yang khusus mempelajari tentang fungsi (faal) alat-alat tubuh organisme.

i. Genetika:
adalah cabang biologi yang khusus mempelajari tentang pola pewarisan atau cara-cara penurunan sifat menurun pada makhluk hidup

j. Histologi:
adalah adalah cabang biologi yang khusus mempelajari tentang jaringan dan saraf

k. Mikrobilogi:
adalah cabang biologi yang khusus mempelajari tentang organisme yang berukuran mikroskopis (mikro organisme)

l. Mikologi:
adalah cabang biologi yang khusus mempelajari tentang jamur

m. Morfologi:
adalah cabang biologi yang khusus mempelajari tentang bentuk dan susunan luar suatu organisme

n. Paleontologi:
adalah cabang biologi yang khusus mempelajari tentang kehidupan hewan atau tumbuhan zaman lampau yang telah menjadi fosil

o. Patologi:
adalah cabang biologi yang khusus mempelajari tentang penyakit yang pengaruhnya terhadap kehidupan organisme

p. Parasitologi:
adalah cabang biologi yang khusus mempelajari tentang organisme-organisme yang dapat menimbulkan penyakit

q. Phylogeni:
adalah cabang biologi yang khusus mempelajari tentang perkembangan makhluk hidup dari bentuk tidak sempurna menjadi sempurna

r. Taksonomi;
adalah cabang biologi yang khusus mempelajari tentang pengelompokan makhluk hidup

s. Terratologi;
adalah cabang biologi yang khusus mempelajari tentang kelainan atau cacat embrio dalam masa kandungan.

t. Virologi, adalah cabang biologi yang khusus mempelajari tentang virus.

Demikian tentang pengertian dan cabang-cabang biologi semoga bermanfaat, terimakasih.

INILAH INDERA MANUSIA YANG WAJIB KITA KETAHUI

Visiuniversal---Warga belajar dan siswa sekalian, dalam pembahasan materi IPA kita akan menemukan tentang indra manusia ada beberapa indra yang utama yang harus kita ketahui seperti berikut ini :

A. INDERA PENGLIHATAN


Mata sebagai alat indra (reseptor) yang peka terhadap rangsang cahaya, terletak di dalam rongga mata yang dilindungi oleh alat pelindung mata dan digerakan oleh otot penggerak bola mata.
  1. Pelindung bola mata, terdiri dari alis mata, rambut mata, kelopak mata, dan kelenjar air mata.
  2. Otot penggerak bola mata, teridiri atas rectus superior (menggerakan ke atas), rectus interior (menggerakan berputar-putar ke atas), dan obligus interior (menggerakan berputar ke bawah).
  3. Bagian-bagian bola mata terdiri atas :

a. Sklera (selaput luar), pada bagian depan terdapat kornea mata yang mengatur cahaya yang masuk ke dalam mata.

b. Koroid (selput hitam), lapisan yang terletak di tangah-tengah, terdapat:
- Iris atau selaput pelangi untuk memperlebar atau memperkecil lubang pupil.
- Pupil untuk mengatur banyak sedikit cahaya yang masuk ke dalam bola mata.

c. Retina (selaput jala), merupakan lapisan paling dalam, yang banyak mengandung sel saraf, terdapat bagian:
- Sel batang (rod), peka terhadap rangsangan cahaya redup (remang-remang)
- Sel kerucut (cone), peka terhadap rangsangan cahaya yang terang.
- Bintik buta (blind spot), tempat membelokan serabut saraf menuju pusat saraf
- Bintik kuning (fovea), retina yang banyak mengandung sel saraf penglihatan sebagai tempat pembentukan  bayangan
- Cairan pengisi rongga, yang terdiri atas aquueous humor (cairan yang terletak antara cornea dan lensa) dan humor (Cairan yang terletak antara lensa dna retina).

d. Lensa mata, lensa mata dapat mencembung dan memipih (daya akomodasi) dengan otot silirsis.


B. INDERA PENDENGAR

 Telinga sebagai alat indera (reseptor) yang peka terhadap rangsang suara/bunyi. Terdiri atas bagian-bagian :

1. Telinga luar, terdiri atau daun telinga (pinna)

2. Telinga tengah terdiri atas:
a. Selaput gendang (membran tympani)
b. Tulang-tulang pendengaran terdiri atas tulang martil (malleus), tulang landasan (incus), dan tulang sangurdi (satpes).

3. Telinga dalam, terdiri dari :
a. Rumah siput (cochlea), di dalamnya terdapat alat pendengar (organ corti)
b. Alat keseimbangan, terdiri atas saluran setengah lingkaran (canalis semi aircularis) dan ampulia yang di   dalamnya terdapat saculus dan utriculus.

Telinga bagian tengah dan ronggi hidung (nasoparynk) di telinga dalam, dihubungkan oleh dua lubang yaitu tingkap bundar (Fenestra rotunda) dan tingkap jorong (fenestra ovalis)



C. INDERA PERABA


Kulit merupakan alat indera (reseptor) yang peka terhadap rangsang-rangsang khusus sentuhan, panas, dingin, sakit, dan tekanan seperti::

1. Reseptor meisner, reseptor yang khusus yang merespon sentuhan
2. Reseptor paccini,resept
or yang khusus merangsang yang berupa tekanan
3. Reseptor tanpa selaput, reseptor yang khusus merespon rangsang yang berupa nyeri/sakit
4. Reseptor ruuffini, reseptor yang khusus merespon rangsang yang berupa panas.
5. Reseptor krause, reseptor yang khusus merespon rangsang yang berupa dingin.


D. INDERA PEMBAU DAN PENGECAP


 
1. Indra Pembau
Hidung sebagai alat indera (reseptor) yang peka terhadap rangsang bau gas. Karena pada rongga hidung terdapat tiga lapisan yang dipisahkan oleh tulang, rongga atas berisi ujung-ujug cabang saraf dan saraf kranial, yaitu saraf alfaktori (saraf pembau).

2. Indera Pengecap
Lidah sebagai indera (reseptor) yang peka terhadap rangsang cita rasa kecap, ada empat cita rasa yang dapat dirasakan oleh lidah, yakni manis di ujung lidah, asin di tengah lidah, masam di pinggir lidah dan pahit di pangkal lidah.

CARA MENGIDENTIFIKASI MASALAH DI MASYARAKAT UNTUK KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH

Pemda Kota-Kabupaten
Visiuniversal---Para siswa dan warga belajar sekalian, dalam pembahasan materi Tata negara kita akan melihat tentang kebijakan penyusunan peraturan daerah (perda), Para perancang Perda perlu membuat Perda atas nama dan untuk kepentingan masyarakat. Langkah pertama yang harus diambil adalah mengajukan pertanyaan mengenai jenis permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Permasalahan dapat mencakup banyak hal, antara lain degradasi dan deviasi sumber daya, konflik pemanfaatan antar pihak yang mengakibatkan keresahan sosial, dan lain-lain. Selain mengidentifikasi masalah, perancang Perda harus pula mengidentifikasi penyebab terjadinya masalah (akar masalah) dan pihak-pihak yang terkena dampak dari berbagai masalah tersebut. Perancang Perda hendaknya memahami konsekuensi-konsekuensi yang mungkin akan timbul dari penanganan masalah-masalah tertentu. Misalnya saja, apakah semua pihak akan diperlakukan secara adil? Apakah ada pihakpihak tertentu yang sangat diuntungkan dan di lain sisi mengorbankan pihak lain? Dengan hanya menangani sejumlah permasalahan, apakah tidak menimbulkan permasalahan baru?

Bagaimana mengidentifikasi masalah atau isu-isu sentral yang ada di masyarakat tersebut terkait dengan perancangan perda yang akan diterbitkan. Ada beberapa teori yang dapat digunakan untuk melakukan identifikasi masalah tersebut. Melakukan identifikasi masalah dengan metode ROCCIPI (Rule, Opportunity, Capacity, Communication, Interest, Process, dan Ideology). Sebagai berikut :

a. Rule (Peraturan)
  • Susunan kata dari peraturan kurang jelas atau rancu.
  • Peraturan mungkin memberi peluang perilaku masalah.
  • Tidak menangani penyebab-penyebab dari perilaku bermasalah.
  • Memberi peluang pelaksanaan yang tidak transparan, tidak bertanggung jawab, dan tidak partisipatif, dan
  • Memberikan kewenangan yang tidak perlu kepada pejabat pelaksana dalam memutuskan apa dan bagaimana mengubah perilaku bermasalah.
      
b. Opportunity (Kesempatan)
  • Apakah lingkungan di sekeliling pihak yang dituju suatu undang memungkinkan mereka berperilaku sebagaimana diperintahkan undang-undang atau tidak?
  • Apakah lingkungan tersebut membuat perilaku yang sesuai tidak mungkin terjadi?

c. Capacity (Kemampuan)
  • Apakah para pelaku peran memiliki kemampuan berperilaku sebagaimana ditentukan oleh peraturan yang ada?
  • Berperilaku sebagaimana ditetapkan oleh undang-undang yang ada.
  • Dalam prakteknya, kesempatan dan kemampuan saling bertumpang tindih. Tidak menjadi soal kategori ROCCIPI yang mana yang mengilhami seorang penyusun rancangan undang-undang ketika merumuskan hipotesa penjelasan.
  • Kategori-kategori ini berhasil dalam tujuannya apabila berhasil merangsang para pembuat rancangan undang-undang untuk mengidentifikasikan penyebab dari perilaku bermasalah yang harus diubah oleh rancangan mereka.

d. Communication (Komunikasi)
  • Ketidaktahuan seorang pelaku peran tentang undang-undang mungkin dapat menjelaskan mengapa dia berperilaku tidak sesuai.  
  • Apakah pihak yang berwenang telah mengambil langkah-langkah yang memadai untuk mengomunikasikan peraturan-peraturan yang ada kepada para pihak yang dituju?

e. Interest (Kepentingan)
  • Apakah ada kepentingan material atau non material (sosial) yang mempengaruhi pemegang peran dalam bertindak sesuai atau tidak sesuai dengan aturan yang ada?

f. Process (Proses)
 
Menurut kriteria dan prosedur apakah dengan proses yang bagaimana – para pelaku peran memutuskan untuk mematuhi undang-undang atau tidak?. Biasanya, apabila sekelompok pelaku peran terdiri dari perorangan, kategori “proses” menghasilkan beberapa hipotesa yang berguna untuk menjelaskan perilaku mereka. Orang-orang biasanya memutuskan sendiri apakah akan mematuhi peraturan atau tidak.

g. Ideology (Idiologi)

Apakah nilai-nilai, kebiasaan dan adat-istiadat yang ada cukup mempengaruhi pemegang peran untuk bertindak sesuai atau bertentangan dengan aturan yang ada?

Selain ROCCIPI dapat juga digunakan dua metode yang berdekatan sifat dan mekanisme kerjanya, yaitu metode Fishbone dan RIA (Regulatory Impact Assessment). Metode Fishbone bekerja dengan menggunakan riset yang mendalam, segala hal diuji dalam sebuah diskusi yang panjang. Beberapa hal yang diuji adalah terkait dengan men, money, management, method, dan environment. sebagai berikut :

Men (manusia), dilakukan pengujian bagaimana perilaku manusia (subyek hukum) melaksanakan atau bertindak sehingga timbul masalah.
  • Money (uang/anggaran), pengujian dilakukan dengan mengidentifikasi bagaimanakedudukan anggaran dalam pelaksanaan kegiatan sehingga menimbulkan masalah.
  • Management, dilakukan pengujian dan riset apakah pola manajerial baik dari sistem maupun sub sistem dapat mendukung atau tidak terhadap aturan-aturan yang ada. Perludiperbaharuikah aturan yang lama atau membentuk aturan yang baru.
  • Method (metode), yang dimaksud metode disini adalah terkait dengan hubungan antarasubyek hukum (pelaku) dengan obyek hukum, bagaimana model dan pola hubungannyatersusun dalam sebuah metode.
  • Environment (lingkungan), lingkungan sangat berpengaruh terhadap hadirnya persoalanyang terjadi, lingkungan ini terkait juga pengaruh dari luar (globalisasi).

Dalam Metode Fishbone ini dilakukan jika memang analisa terhadap suatu permasalahan muncul ketika suatu peraturan akan diterapkan dalam sebuah proses dan kegiatan suatu pemerintahan.

Sejalan dengan Fishbone ini, ada juga RIA. RIA lebih mengutamakan pemahaman terhadap segala peraturan dibalik penyusunan peraturan yang baru. RIA biasanya digunakan sebagai jaminan untuk mendukung pembangunan dan investasi. Bagaimana RIA digunakan?
Penggunaan RIA harus dilakukan riset yang mendalam kenapa peraturan tersebut diadakan? Setelah hal tersebut terjawab, apa resikonya jika peraturan tersebut diadakan. Jika hal-hal tersebut telah terjawab maka sebuah peraturan akan terlihat baik dan buruknya jika diterapkan dalam masyarakat.

Berdasarkan berbagai metode di atas, perancang Perda hendaknya dapat melakukan pilihan yang tepat mana yang sesuai dengan kondisi daerahnya, semua perhitungan sebagaimana terdapat dalam metode diatas selalu menekankan partisipasi dari masyarakat. Namun demikian,kekayaan daerah hendaknya menjadi prioritas utama dalam penyusunan Perda.

Selanjutnya dari inventarisasi masalah berdasarkan pendekatan yang dikemukakan diatas, perancang Perda hendaknya membuat skala prioritas mengenai permasalahan yang harus dipecahkan secepatnya, permasalahan yang perlu dipecahkan bersama, dan permasalahan yang bisa ditunda pemecahannya. Pembuatan skala prioritas merupakan hal yang penting karena pada umumnya pembuatan Perda sangat terbatas skalanya, sehingga tidak seluruh permasalahan dapat dipecahkan. Beberapa kriteria dapat dipakai untuk membuat skala prioritas.

Demikian tentang cara mengidentifikasi isu dan masalah di masyarakat yang akan dijadikan bahan untuk pembuatan kebijakan bagi pemerintah daerah. Semoga bermanfaat, terimakasih.

PENGERTIAN SUMBER DAYA ALAM HAYATI DAN PELESTARIANNYA

Visiuniversal--Siswa dan warga belajar sekalian dalam pembahasan materi pelajaran IPA berikut ini kita mengulas tentang Sumber Daya Alam Hayati. Seperti kita ketahui indonesia sangat kaya dengan sumber daya Alamnya, banyak biota-biota baik laut, perairan darat maupun wilayah daratan yang bergantung pada Sumber Daya Alam Hayati kita. Untuk memahami lebih jauh tentang sumber daya alam hayati ini marilah kita ikuti pembahasan berikut ini :

A. SUMBER DAYA ALAM

1. Pengertian Sumber Daya Alam

Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang dapat diperoleh dari lingkungan untuk keperluan hidup manusia, Sumber daya alam yang secara langsung dapat kita peroleh dari dimanfaatkan antara lain adalah tumbuhan, air, dan hewan. Batu bara, minyak bumi dan barang tambang lainnya tidak dapat secara langsung kita dapatkan, tetapi harus melalui suatu proses terlebih dahulu.

2. Tipe-tipe Sumber Daya Alam

Berdasarkan sifatnya, sumber daya alam tersebut dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu :

2.1 Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (unrenewable resources)

Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (unrenewable resources) ini adalah golongan sumber daya alam yang apabila persediaannya pada suatu tempat sudah habis, maka pada tempat tersebut tidak akan dapat menghasilkan lagi, untuk memperoleh lagi harus dicari ditempat lain.
Contohnya;
Logam; seperti besi, emas, tembaga, timah, seng, dan sebagainya.
Bahan bakar; seperti batu bara, minyak bumi, gas alam, dan sebagainya
Mineral; seperti fosfor, nitrogen, kalsium, sebagainya.

2.2 Sumber daya alam yang dapat diperbaharui (renewable resources)

Sumber daya alam yang dapat diperbaharui adalah sumber daya alam yang apabila di suatu tempat telah dimanfaatkan, maka pada tempat itu apabila diperbaharui dan diolah dapat lahir yang baru, terdiri dari dua jenis golongan:

2.2.1. Sumber daya alam nabati seperti padi, jagung, kelapa kapas, dan sebagainya.
2.2.2. Sumber daya alam hewani seperti ikan laut, ikan tambak, kambing, sapi dan sebagainya.

2.3  Sumber daya alam yang tidak dikhawatirkan habis (inhaustable resources)

Sumber daya alam yang tidak dikhawatirkan habis adalah sumber daya alam yang jika dipergunakan dapat diperbaharui secara alami melalui siklus; misalnya air, udara, dan matahari.

3. Sumber Daya Alam Hayati
Sumber daya alam hayati merupakan bagian dari sumber daya alam yang dapat diperbaharui tetapi hanya menyangkut organisme hidup.


B. NILAI-NILAI SUMBER DAYA ALAM HAYATI

Sumber daya alam hayati merupakan pemasok kebutuhan utama bagi manusia antara lain:
  1. memasok kebutuhan karbohidrat sebagai sumber energi seperti padi-padian, umbi-umbian, jagung, sagu, dan sebagainya.
  2. memasok kebutuhan protein, seperti: kacang hijau, kedelai dan sebagainya
  3. memasok kebutuhan lemak, seperti: kelapa sawit, kemiri dan sebagainya.

Disamping memenuhi kebutuhan-kebutuhan seperti di atas masih banyak lagi kebutuhan manusia yang dipasok dari sumber daya alam hayati.

C. USAHA PELESTARIA SUMBER DAYA ALAM HAYATI

Usaha pelestarian sumber daya alam dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:
  1. Pelestarian dengan secara insitu adalah pelestarian yang dilaksanakan di tempat aslinya, contoh adalah badak di Ujung Kulon.
  2. Pelestarian dengan secara eksitu adalah pelestarian yang dilaksanakan dengan memindahkan individu yang dilestarikan dari tempat tumbuh aslinya dan dipelihara di tempat lain. Pelastarian eksitu dapat dilakukan melalui cara-cara antara lain kebun koleksi, kebun plasma nutfah, kebun botani, penyimpanan dalam kamar-kamar bersuhu dingin dam pengembangan Kebun Raya.
Demikian tentang Sumber daya alam hayati yang harus kita lestarikan semoga bermanfaat, terimakasih.

DASAR HUKUM LAYANAN PENDAFTARAN KEWARGANEGARAAN RI MELALUI KANWIL KEMENKUMHAM

Berikut Ringkasan presentasi Dasar Hukum Layanan Pendaftaran Kewarganegaraan RI Melalui Kanwil Kemenkumham;
  1. Undang-undang Nomor 12 Tahun 2016 tentang Kewarganegaraan RI
  2. PP Nomor 2 Tahun 2007 tentang Tata Cara Memperoleh Kehilangan, pembatalan dan Memperoleh kembali Kewarganegaraan RI
  3. Permenkumham Nomor M.HH-01.HL.03.01 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pendaftaran Untuk memperoleh Kewarganegaraan RI berdasarkan Pasal 41 dan Memperoleh Kembali Kewarganegaraan RI Berdasarkan UU Nomor 12 Tahun 2006
  4. Permenkumham Nomor M.HH-02.HL.05.06 Tahun 2006 Tentang Tata Cara Penyampaian Pernyataan Untuk Menjadi Warga Negara Indonesia.
  5. Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 28 Tahun 2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM.
Pasal 3 Ayat (1) Permenkumham No.28 Tahun 2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM
Kantor Wilayah menyelenggaragakan fungsi :
  1. Pengoordinasian perencanaan, pengendalian program dan pelaporan;
  2. Pelaksanaan pelayanan di bidang administrasi hukum umum, hak kekayaan intelektual dan pemberian informasi hukum;
  3. Pelaksanaan fasilitas perancangan produk hukum daerah, Pengembangan budaya hukum dan penyuluhan hukum, serta konsultasi dan bantuan hukum;
  4. Pengoordinasian pelaksanaan operasional Unit Pelayanan Teknis di lingkungan Kementrian Hukum dan HAM di bidang Keimigrasian dan pemasyarakatan;
  5. Penguatan dan pelayanan HAM dalam rangka mewujudkan penghormatan, pemenuhan, pemajuan, perlindungan dan penegakan HAM, dan;
  6. Pelaksanaan urusan administrasi di lingkungan Kantor Wilayah.

PASAL 45 Ayat (1) Permenkumham No.28 Tahun 2014 tentang organisasi dan Tata Kerja Wilayah Kementrian Hukum dan HAM
Subbidang Pelayanan Administrasi Hukum Umum dan Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan pengendalian pelaksanaan tugas teknis, kerjasama, pemantauan, evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan tugas teknis di bidang pelayanan permohonan fidusia, administrasi pengawasan Notaris, kewarganegaraan, pengorganisasian, masalah partai politik, penerimaan permohonan pendaftaran, sosialisasi, pelaksanaan penyidikan di bidang hak kekayaan intelektual dan invertarisasi kekayaan intelektual komunal, pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil serta pemantauan pelaksanaan tugasi Balai Harta Peninggalan.

Pendaftaran Kewarganegaraan RI Melalui Kantor Wilayah
1. Pewarganegaraan (Pasal 8 UU No.12 Tahun 2006)
2. Pernyataan Menjadi Warga Negara Indonesia (Pasal 19 UU No.12 Tahun 2006).

PENGERTIAN DAN KEDUDUKAN DIASPORA INDONESIA DALAM HUKUM KEWARGANEGARAAN RI

Visiuniversal--warga belajar dan siswa sekalian kita tentu pernah mendengar tentang istilah Diaspora, terutama dalam pembahasan materi Pelajaran PKn. Diaspora ada yang menyebutkan sebagai ex. WNI, ada yang mengatakan sebagai WNI di luar negeri, ataupun yang mengatakan sebagai turunan kedua WNI serta mereka-mereka yang mempunyai rasa cinta terhadap Indonesia dapat dikategorikan sebagai anggota Diaspora Indonesia.

Pengertian Daspora :

Istilah diaspora berasal dari kata Yunani "diaspeiro" yang digunakan diabad ke 5 SM. Belakangan istilah diaspora semakin popular ketika digunakan oleh para Jewish Diaspora dan Black/Africa Diaspora dimana saat itu bangsa Yahudi tersebar di berbagai Negara lain begitu juga dengan bangsa Afrika yang berada di Amerika serikat dan Inggris istilah diaspora itu sendiri terkait dengan kelompok suatu bangsa yang bermukin di negara lain. Gabriel Sheffer dalam bukunya tahun 1986 yang berjudul ''a New Field of Study : Modern Diaspora in International Politics'' memberrikan definisi Diaspora modern adalah kelompok etnis minoritas migrant asal yang bertempat tinggal dan bertindak di Negara tuan rumah, tetapi mempertahankan hubungan sentimental dan material yang kuat dengan tanah air / Negara asal mererka. Berkaitan dengan diaspora Indonesia M. Iman Santoso Indonesia 4 (empat) kategori Diaspora, Yaitu: (1) Orang Indonesia berpaspor Indonesia (2) orang Indonesia yang kemudian menjadi warga Negara lain (3) orang-orang yang menjadi keturunan Indonesia (4) para pecinta/simpatisan Indonesia.

Diaspora dan Hukum Kewarganegaraan
Lahirnya undang-undang No. 2 tahun 2006 tentang kewarganegaraan merupakan suatu lompatan besar dari undang-undang kewarganegaraan sebelumnya yaitu UU No. 62 tahun 1958. Walaupun pada prinsipnya adalah sama yaitu kewarganegaraan Tunggal, tetapi dalam undang-undang ini diperkenalkan prinsip kewarganegaraan ganda terbatas bagi anak-anak hasil perkawinan campuran sampai berusia 21 (dua ouluh satu) tahun untuk memilih salah satu kewarganegaraan dan menjunjung persamaan gender serta Hak Asasi Manusia. Walaupun demikian Politik Hukum Kewarganegaraan tunggal. Pengaruh internasional dan globalisasi tentu saja dapat merubah Politik hukum satu Negara. Halini didasarkan pada kepentingan Negara yang dilihat dari berbagai segi IPOLEKSOSBUDHANKAM. Walaupun demikian apakah sudah tepat apabila saat ini diadakan perubahan politik hukum kewarganegaraan indonesia dengan menerapkan Dwikewarganegaraan ?

Isu Dwikewarganegaraan saat ini semakin hari semakin berkembang. Bagi mereka yang mendukung, memiliki pandangan bahwa Dwikewarganegaraan bagi pemerintah adalah:

- Dapat meningkatkan hubungan ekonomi antara dua Negara, memperluas basis ekonomi, mendorong perkembangan perdagangan, investasi yang membuka lapangan pekerjaan.
- Pemegang DK berpengaruh pada keputusan ekonomi dan politik di Negara dimana mereka berdomisili, sedemikian rupa sehingga keputusan yang dibuat dapat menguntungkan Negara RI
- DK akan menjadi pengikat dan menghindari kehilangan para tenaga Ahli yang berbakat, berintelektual dan berpendidikan tinggi.
- DK sangat baik dalam mendukung investasi di indonesia
- DK dapat memperkenalkan budaya indonesia ke LN.

Berdasakan beberapa alasan diatas tentu saja terlihat sangat logis dan dapat memberikan keuntungan yang besar bagi bangsa indonesia. Adapun beberapa alasan bagi mereka yang menolak konsep DK tersebut, anatara lain meliputi:

- Permasalahan Loyalitas
- Kewajiban bela Negara
- Permasalahan nasionalisme
- Hak politik
- Hak atas tanah dsb.
- Hak dan kewajiban warga Negara.

Konstitusi indonesia yang membuat pengaturan mengenai kewarganegaraan dalam perspektif HAM yaitu 28D ayat (4) UUD 1945 menyatakan setiap orang berhak atas status kewarganegaraan, pasal 28F ayat (1) UUD 1945 menyatakan setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan dan tanpa diskriminasi berhak menikmati hak-hak yang bersumber dan melekat pada kewarganegaraan serta wajib melaksanakan kewajibannya sebagai warga negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, Penjelasan Umum UU No. 12 Tahun 2006 vide asas keenam dari delapan asas khuusus menyatakan Asas yang dalam segala hal ihwal yang berbuhubungan dengan warga negara harus menjamin, melindungi dan memulikan hak asasi manusia pada umumnya dan hak warga negara pada khususnya.

Realitas Diaspora indonesia yaitu Komunitas yang berjejaringan dan menguat dengan potensi sumber daya manusia yang, bukan saja besar, tapi ''the selected few'', Menuntut paradigma politik hukum dan HAM kewarganegaraan baru bagi indonesia, Advokasi dwi kewarganegaraan meniscayakan langkah sebgai bagian dari negara demokrasi terbesar di dunia, Lebih dari itu, perjuangan dwi kewarganegaraan haruslah  dimaknai sebagai perjuangan memastikan terealisasinya perlindungan HAM, Khususnya anak dan perempun diaspora indonesia dan perlu sikap cerdas masyarakat indonesia dan para pengambil kebijakan nasional dalam mengartikulasikan fenomena dan para pengambilan kebijakan nasional dalam kebijakan yangkondusif bagi kesinambungan gagasan dan tujuan nasional indonesia. Langkah awal, pemberian layanan keimgrasian yang bertumpu pada kategorisasi Diaspora indonesia dengan pertimbangan yang lebih cermat atas 4 kategori Diaspora indonesia (Dino Pati Djalal), yaitu : (1) WNI di LN yang berpaspor indonesia, (2) Ex WNI yang kemudian menjadi warga negara lain, (3) WN Asing yang keturunan indonesia, dan (4) orang asing simpatisan indonesia.

Melihat masih sulitnya peluang mewujudkan dwikewarganegaraan di indonesia, maka pendekan keimigrasian dalam menjamin dan menjaga rasa cinta para diaspora indonesia dapat menjadi alternative utama. para Diaspora merasa sering mengalami kesulitan dalam memperoleh fasilitas keimigrasian dan sering merasa tidak dihargainya rasa cinta mereka terhadap indonesia. Hal ini bisa saja terjadi karena didasarkan pada penilaian yang subyektif, seperti penulis temukan ketika berkomuikasi degan para gelegasi Diapora. Mereka menganggap bahwa pemerintah Indonesia tidak serius dalam melihat potensi besar yang dimiliki oleh para Diapora dalam membangun ekonomi dan budaya indonesia di Luar Negeri. Oleh karenanya para Diaspora menginginkan suatu keleluasaan ketika mereka yang eks. WNI untuk dapat hidup dan bertempat tinggal di indonesia tanpa prosedur keimigrasian yang rumit.

Melihat potendi besar yang dimiliki oleh para Diaspora Indonesia, maka pembentukan aturan baru tentang fasilitas keimigrasian bagi para Diaspora indonesia dapat menjadi penyejuk dan jalan tengah untuk menjembatani antara kepentingan Negara dengan tetap mempertahankan prinsip kewarganegaraan Tunggal dan keinginan para Diaspora Indonesia untuk memperoleh dwikewarganegaraan.

Referensi :
Charles Christian Mathaus, ''Diaspora Indonesia dalam Perpektif Hukum Kewarganegaraan dan Keimigrasian'' Kompasiana
Imam Santoso, Diaspora dan Dwi Kewarganegaraan dalam Perspektif HAM.

CARA MEMAHAMI TENTANG "KEBENARAN ILMIAH"

Pembahasan materi Pembelajaran kali ini tentang kebenaran Ilmiah, agar dapat warga belajar dan siswa pahami sebagai bahan untuk mempersiapkan kalian memasuki jenjang pendidikan tinggi yang sebentar lagi warga belajar Paket C dan siswa SMA kelas XII siap mengikuti ujian dan sudah saatnya masuki di Perguruan tinggi. Karena itu harus memahami tentang kebenaran ilmiah itu sendiri.  Arti dan pengertian Ilmiah sendiri adalah bersifat ilmu; secara ilmu pengetahuan; memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan.
 
Dalam memahami tentang kebenaran ilmiah terlebih dahulu perlu siswa dan warga belajar sadari bahwa pada dasarnya, manusia selalu ingin mencari kebenaran, Beberapa buku membahas kebenaran dengan cara yang berbeda-beda. Metode untuk memperoleh kebenaran juga berbeda-beda. Menurut Thomas Khun dalam bukunya The Structure of Scientific Revolution (1970), metode yang digunakan untuk mencari kebenaran dilandasi oleh "paradigma"tertentu. Perlu anda pahami bahwa dalam hal ini paradigma merupakan cara pandang kelompok ilmuwan tertentu dalam menghadapi suatu masalah. Dengan paradigma yang sama, sekelompok ilmuwan dalam bidang kajian tertentu sepakat menerima praktik-praktik, hukum, teori, konsep-konsep, dan instrumen-instrumen yang dipilih sehingga melahirkan tradisi-tradisi penelitian tertentu untuk mencari kebenaran.

Untuk memahami lebih jauh tentang "Kebenaran Ilmiah" ini. Ada beberapa paradigma dalam mencari kebenaran yang harus kita pahami antara lain sebagai berikut :

1. Paradigma Logika
Dalam paradigma Logika, kegiatan yang dilakukan adalah analisis yang memandang bahwa kebenaran dapat ditunjukan apabila ada konsistensi dengan aksioma-aksioma serta definisi yang berlaku, yang termasuk kelompok ini adalah matematika, ilmu komputer, dan filsafat.


2. Paradigma Ilmiah
Pada Paradigma Ilmiah, kegiatan yang dilakukan ialah eksperimen. Kebenaran diperoleh setelah hipotesis diverfikasi melalui eksperimen. Contoh bidang yang memperoleh kebenaran seperti ini antara ilmu-ilmu fisika, kimia, biologi dan geologi.

3. Pradigma Naturalistik
Untuk Pradigma Naturalistik teknik yang dilakukan terutama adalah studi lapangan. Dengan pengalaman yang cukup dalam meneliti fenomena di lapangan akan diperoleh kesimpulan yang memang tidak dapat dielakan atau tidak dapat dihindari. Contoh penggunaan cara ini, misalnya sejarah, ilmu politik, dan konseling.

4. Paradigma Modus Operandi
Pandangan tentang kebenaran diperoleh dengan melaksanakan pengujian atau penelitian secara periodik sehingga didapatkan garis penyebab yang khas dari suatu peristiwa atau keadaan. Contoh bidang yang menggunakan metode seperti ini adalah diagnosis medis dan patologi forensik.

Setelah kita mempelajari esensi dari beberapa paradigma dalam mencari kebenaran, perlu kita ketahui dan pahami bahwa paradigma ilmiah dan paradigma naturalistik merupakan paradigma yang paling banyak digunakan. Paradigma ilmiah juga disebut paradigma positivistik karena dipengaruhi oleh aliran filsafat positivistik yang mula-mula berkembang di Prancis dan Jerman pada awal abad ke-19. Konsep positivistik pada dasarnya merupakan pemikiran bahwa penyelesaian masalah dalam ilmu hanya dibatasi pada aturan ilmu yang positif saja.

Paradigma naturalistik didasari oleh pandangan bahwa penelitian akan memberi hasil yang sesuai dengan yang diharapkan oleh subjek penelitian. yaitu manusia atau masyarakat yang dapat bertingkah laku dan mengemukakan pandangan secara wajar dan alami (natural). Adapun metode yang digunakan dapat saja kuantitatif atau menggunakan statistik atau menggunakan persentase (%), dan dapat pula menggunakan kualitatif apabila hanya menggunakan data kualitatif saja. Dalam suatu penelitian dengan paradigma positivistik terutama digunakan metode kuantitatif dan apabila diperlukan dapat pula dilengkapi dengan data kualitatif. Sebaliknya, penelitian dengan paradigma naturalistik, mengutarakan metode kualitatif yang dapat didukung oleh data kuantitatif.

Perlu dipahami pula bahwa dengan adanya perkembangan sains dan teknologi, disadari bahwa teori dan hukum dan ilmu, khususnya ilmu ke alaman atau sains, bersifat tentatif. Artinya, apabila hasil-hasil penelitian yang menggunakan konsep-kosep tertentu dan didukung oleh instrumen-instrumen yang ada pada waktu itu menunjukan bahwa hasil penelitian terdahulu yang berupa hukum atau teori tidak dapat diterima lagi maka hukum atau teori tersebut akan gugur. Sebagai contoh, proses pembakaran logam yang oleh kelompok ilmuwan penganut teori flgiston dipercaya merupakan peristiwa hilangnya flogiston dari logam, setelah ditemukan timbangan atau neraca sebagai produk teknologi pada saat itu dapat dibuktikan oleh seorang ilmuwan bernama Antoine Lavoister (1743-1794) bahwa pembakaran logam sebenarnya merupakan reaksi antara logam dengan oksigen seperti yang kita terima sekarang. Paradigma yang diikuti oleh para ilmuwan sebelumnya yang menyatakan bahwa proses pembakaran adalah hilangnya flogiston itu dari benda yang dibakar menjadi sebagai berikut: Pembakaran merupakan hasil reaksi antara benda yang dapat dibakar dengan oksigen. Itulah sebabnya kita sering mengatakan bahwa produk-produk sains atau ilmu kealaman adalah tentatif, tidak kekal dan dapat digugurkan oleh teori hukum lain. Apabila dipandang bahwa paradigma yang dianut selama kurun waktu tertentu sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan ilmu yang berlaku kemudian. Paradigmanya kemudian juga berubah. Jadi pada dasarnya dalam ilmu kealaman berlaku paradigma tunggal. Artinya apabila dalam kurun waktu tertentu masih ada beberapa keyakinan untuk peristiwa yang sama pada suatu waktu akan berakhir. Kapan berakhirnya? Sampai paradigma yang baru diterima oleh semua ilmuwan karena didukung oleh verifikasi dari banyak eksperimen.

Bagaimana dengan paradigma dalam ilmu kemasyarakatan atau ilmu-ilmu sosial? Dalam ilmu sosial ada berbagai paradigma yang dianut dan diyakini oleh para ilmuwan sosial, yang berlaku pada kurun waktu yang sama. Dengan keyakinan ini ilmuwan mencari kebenaran atau mengadakan penelitian. Tentunya keyakinan ini akan dipertahankan sampai ia sendiri merasa berubah keyakinannya atau meyakini konsep atau teori lain. Oleh karena itulah dalam ilmu sosial dikenal paradigma ganda karena dalam suatu kurun waktu tertentu selalu terdapat lebih dari satu paradigma yang diyakini oleh ilmuwan-ilmuwan sosial. Kapan seorang ilmuwan atau kelompok ilmuwan mengubah paradigma. Paradigma dapat berubah setelah seseorang banyak membaca pandangan ilmuwan sosial lain atau memperoleh pengalaman pribadi, misalnya suatu penelitian sehingga terjadi rekonstruksi paradigma.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kebenaran ilmiah dapat diperoleh melalui berbagai cara yang dilandasi oleh paradigma tertentu yang diyakini oleh ilmuwan atau kelompok ilmuwan tertentu. Namun, dewasa ini beberapa pandangan timbul, khususnya dikalangan kaum yang beragama, bahwa di dunia ini tidak ada hal yang benar mutlak karena kebenaran mutlak hanya ada pada Tuhan. Untuk itu, disarankan agar istilah kebenaran diubah menjadi istilah Validitas oleh karena validitas merupakan hasil pengujian atau verifikasi manusia sebagai makhluk Tuhan yang memiliki keterbatasan.

Demikianlah artikel ringkas tentang kebenaran ilmiah, semoga postingan ini bermanfaat bagi warga belajar dan siswa sekalian untuk menambah bahan dan materi pembelajaran dikelas. terimakasih. 

Referensi :
Katsoff, L..1998. Elements of Philosophy. Alih Bahasa oleh Soejono Soemargono. Yogyakarta. Tiara Wacana.
Power,J.E.1982.Philosophy of Education. New Jersey:Prentice Hall, Inc
Poedjiadi,A. 1987. Filsafat dan Sejarah Sains. Jakarta.PPLPTK.
Rasyidi, H.M. 1984. Persoalan-persoalan Filsafat. Jakarta. Bulan Bintang.
Santoso.S.I. 1970. Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan. Jakarta. Sinar Budaya
Sumaryono, E. 1993. Hermeuneutik Sebuah Metode Filsafat. Yogyakarta. Kanisius.
Suriasumantri, J.S. 1998. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Pupuler Jakarta. Pustaka Sinar Harapan.  

SEJARAH GERAKAN TK AL-QUR'AN 25 TAHUN (SEPERAMPAT ABAD) PERTAMA

Gerakan TK Al-Qur'an di Indonesia yang dimulai di Kota Banjarmasin Propinsi Kalimantan Selatan tepatnya pada tanggal 14 Agustus 1989 disebuah Musholla kecil berlantai 3 yang bernama Musholla "Da'watul Khair" (Dakwah yang baik) yang terletak ditengah-tengah Kota sangat ideal sebagai titik awal berkembang dan maju pesatnya Gerakan TK Al-Qur'an ini hingga mencapai usia 25 Tahun.  

Gerakan pemberantasan Buta Huruf Al-Qur'an yang dimulai sekitar tahun 1980-an telah melahirkan sebuah gerakan yang monumental di Indonesia yaitu gerakan TK/TPA (TP. Al'Qur'an) yang digagas oleh BKPMI (Badan Komunikasi Pemuda Masjid Indonesia), khusus di Propinsi Kalsel tepatnya di Ibukota Propinsi yaitu Banjarmasin dimotori oleh ustadz H. Chairani Idris yang terus memajukan TK Al-Qur,an di Banjarmasin.

Seiring dengan perjalanan waktu, gerakan TK Al-Qur'an ini berkembang pesat darj perkotaan sampai merambah kepelosok-pelosok pedesaan sampai daerah-daerah terpencil di Propinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan terkait dengan TK Al Qur'an ini terus berkembang, dengan semakin meningkatnya anak-anak santri  TK Al-Qur'an yang semakin rajin dan bersemangat mengaji di Unit-unit  TK Al-Qur'an hingga semakin banyaknya kegiatan prosesi wisuda yang merupakan penghargaan tertinggi bagi anak-anak santri  TK Al-Qur'an yang telah menamatkan Al-Qur'an sebanyak 30 Juz.

Mantan Gubernur Kalsel Bapak Ir. H. M. Said memberikan sambutan yang isinya bahwa gerakan  TK Al-Qur'an semakin hari semakin membesar bagaikan "Bola salju yang terus menggelinding". Dan Ibu Pembina  TK Al-Qur'an pada saat itu adalah ibu Hj. Noorlatifah Said pernah mendapatkan panitia emas dari Ibu Presiden RI. Pada waktu itu bertepatan dengan kegiatan Festival Anak Shaleh Indonesia I (FASI I) Tingkat nasional di Jakarta sebagai penghargaan tertinggi bagi orang-orang dan pihak-pihak yang telah berjasa dalam pengembangan dan pembinaan  TK Al-Qur'an di Indonesia.

Gerakan  TK Al-Qur'an inipun telah berkembang diseluruh Nusantara Indonesia di 27 Propinsi pada saat itu, bahkan yang lebih membanggakan lagi gerakan ini menjalar sampai ke Negeri Jiran Malaysia dan Arab Saudi yang sudah ada unit-unit  TK Al-Qur'annya. Sewaktu di di Malaysia ada penampilan anak-anak  TK Al-Qur'andan Pembacaan Puitisasi Al-Qur;an oleh santri kita.

Setelah sekian lama semakin banyak anak-anak santri TK Al-Qur'an yang telah khatam Al-Qur'an dan telah di wisuda yang jumlahnya sampai saat ini mencapai puluhan ribu orang yang terus mengaji dan membaca Al-Qur'an, moto kita adalah "Tiada hari berlalu tanpa tadarus Al-Qur'an, dengan kegiatan yang terus dilakukan tersebut maka nantinya anak-anak di Indonesia ini akan dapat mewujudkan semboyan / Motto yang digaungkan gerakan TK Al-Qur'an ini yaitu : "Menyiapkan Generasi Qur'ani Menyongsong Masa Depan Gemilang". Dalam perkembangan selanjutnya waktu terus berjalan hingga telah memasuki usia 25 tahun (seperempat abad) dan ini disebut gerakan seperampat abad pertama yang merupakan gerakan awal untuk menumbuhkan bibit-bibit generasi Qur'ani menuju seperempat abad yang kedua sebagai tahun-tahun terbaik menyelamatkan moral dan akidah anak-anak penerus bangsa, yang dikenal dengan istilah "Semai" (Selamatkan Moral Anak Indonesia).\

Di usia yang seperempat abad untuk gerakan  TK Al-Qur'an telah banyak hasil dan prestasi yang dicapai dalam rangka menciptakan generasi Qur'ani dan mengembangkan  TK Al-Qur'an di seluruh Indonesia, prestasi dan kemajuan itu antara lain seperti;
  1. Telah sukses menamatkan Al-Qur'an bagi puluhan ribu anak-anak Indonesia yang sebelumnya buta huruf dan membaca tulis Al-Qur'an
  2. Telah sukses mewisuda pulurah ribu anak-anak  TK Al-Qur'an di Indonesia
  3. Telah melahirkan para ustadz dan ustadzah (Guru  pendidik Al-Qur'an) dari puluhan ribu remaja atau orang dewasa di Indonesia.
  4. Berdirinya puluhan ribu Unit-unit  TK Al-Qur'an di seluruh pelosok Indonesia
  5. Telah berdiri gedung Iqra Mahligai Al-Qur'an. Sebagai gedung megah dan monumental gerakan TK Al-Qur'an di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan.
  6. Dan banyak lagi prestasi dan keberhasilan kegiatan TK Al-Qur'an ini di seluruh tanah air. termasuk hadirnya Direktur Nasional LPPTKA Pusat dan BKPAKSI.
Demikian tentang sejarah Gerakan  TK Al-Qur'an yang telah mencapai 25 tahun atau seperempat abad ini, semoga bermanfaat untuk menambah pengetahuan kita. Terimakasih.
 

KOTAK PENCARIAN